Kalau memang Tuhan sesuai prasangka hambaNya, kenapa diciptakan rasa suudzon?

No title available

★

oozey mess
EXPECTATIONS
I'd rather be in outer space 🛸
𓃗

tannertan36

ellievsbear
we're not kids anymore.
Game of Thrones Daily
Today's Document
TVSTRANGERTHINGS
Cosmic Funnies
Misplaced Lens Cap

Product Placement
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

❣ Chile in a Photography ❣
tumblr dot com
h
todays bird

seen from Singapore

seen from Australia

seen from Thailand
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from Croatia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from South Africa
seen from France
seen from United States

seen from Australia
seen from Italy
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Singapore
@prams-posts
Kalau memang Tuhan sesuai prasangka hambaNya, kenapa diciptakan rasa suudzon?
Mari kita agendakan - les nyetir mobil tiap weekend - les ielts / speaking tiap malam (otodidak) prepedu - latian JYC tiap hari rabu - apply kerjaan laeeen
Ya Allah deraskan dan lancarkan rezeki Riri yaaa plis plis
So many things to do, but lagi-lagi diem aja. Bingung menentukan prioritas. Baca chat males jawab karena kompleks sekali pertanyaannyaa> Apalah ini hidup haha hihi aja tapi banyak huhu nya. Ga beres
Kemarin - hari ini pusing sekali.
Sepertinya memang harus diluapkan. Ada sepasang pasutri yang meminta tolong agar anaknya ditemani, diagnosis oleh dokter puskesmas adalah bronki-pneumonia. Drama luar biasa yang aku rasakan, diminta ke rumah tapi tidak kunjung diberi sharelocationnya, perempuannya centang 1 saat di chat (yang ternyata hp nya rusak), laki-lakinya ditelepon berkali-kali yang ternyata ketiduran. Sampai-sampai harus reach out Bang Ilham untuk lapor ke FM nya, lintas jabatan lintas pulau.
Alamaaaak sebenarnya siapa sih yang butuh? Kalau memang peran saya dibutuhkan, jangan lah seperti ini. Komunikasi jelek sekali, sampai-sampai aku tantrum karena kejadian yang menurut mereka disebut 'Qadarullah'.
Sore ini aku datang lagi, kemungkinan akan sampai malam - untuk menunggu dokter dan menunggu obat. Semoga ga lama-lama yaa. Semoga moodku bagus hari ini. Semoga banyak hikmah yang bisa aku dapat (selain tantruuuum!)
Maybe im getting stressed again.
Dari caraku menghilang dari instagram tapi terus menerus melihat layar hp
Dari caraku menghindari chat whatsapp kerjaan
Dari badanku yang tidak mau beranjak
Dari aku yang tidur di pagi hari dan bangun di malamnya
Lelap hingga 11 jam
Gilaaaa tak masuk logika
Kenapa aku overwhelmed dengan banyaknya chat whatsapp yang sebenarnya ngga banyak banyak amatt
Cepet pulih yaa aku
Setiap bangun pagi ada saja sakit fisik setiap harinya. Senin aku merasa nyeri di leher kiriku, selasa aku merasa tidak bisa menengokkan kepala ke kanan, Rabu aku merasa tangan kanan sakit, kamis gantian perutku yang sakit, dan sekarang kepalaku pusing dan mual. Kapan yaa hidupku kembali sehat dan normal?
Aku pun merasa hal yang aneh di setiap harinya. Hal-hal seperti, "Kalau tanganku digores cutter ini sakit ngga ya?" atau "Kalau motorku jatuh ke kanan lalu keserempet truk trailer ini apa ya jadinya?" dan ratusan reka kejadian belum terjadi yang bisa dikatakan termasuk self-harm.
Luar biasa Sepertinya aku merasakan ini saat pasca pengumuman ASN -- bahkan sebelum itu. Sampai saat ini, setiap harinya semakin parah. Jam tidur yang tidak teratur, pernah seharian tidur 12 jam atau bahkan tidak tidur sama sekali. Badanku lemas, efek tidak makan karena tidak merasa lapar pun tidak haus. Berdampak pada asam lambungku yang sudah 1 minggu ku derita.
Apa ini efek samping PMO? Haha bisa jadi karena konten webtoon dan sosial media yang terlewat tidak sengaja
Atau ini yang dinamakan depresi? Tapi aku tidak boleh self diagnose kan? Kalau aku coba ke psikolog, bukannya sembuh justru ku dapat judgmental luar biasa, seperti waktu dulu
Lalu, aku kenapa?
Hari Sabtu lalu, aku memiliki plan untuk pergi kesana kemari, untuk self reward after test (even belum achieve apa-apa) -- sholat di Istiqlal yang aku rindukan, mengambil race pack Milo Running, makan bebek favoritku, dan pulang ke kosan. Karena pagi berikutnya aku akan running 10k.
Saat sudah sampai Tanjung Duren, seseorang bertanya kabarku apakah malam ini aku ada waktu. Aku sudah lama tidak bersua dengannya, pun sudah bosan menonton film. Ku iyakan saja, pikirku. Nyatanya kata Iya yang kulakukan adalah turning point bencana yang akan terjadi.
Pergi ke sebuah kafe dengannya sekitar pukul 21.00. Dia bercerita bahwa dia difitnah oleh atasannya, cerita jelek tentang dirinya di sebar-luaskan di cabang kantornya hingga berujung ke penilaian tahunan dengan status kinerja 'cukup buruk'. Cerita itu tervalidasi dari muka bete yang terlihat saat pertama bertemu.
Sudah pukul 22.00. Sudah waktunya pergi tidur, kataku. Tak lama setelah pergi mengantarku, dia menangis. Tak kuasa aku melihatnya, ku ajak dia bercerita lagi. Inilah awal mula bencana terjadi.
Here we go again, dengan segala kebodohanku karena menyepelekan waktu. Part of aku niat menabung capaian, berujung tidak terpakai. Tidak membalas chat chat whatsapp yang penting. Belum rekap keuangan konser, belum menentukan akan daftar apa di CPNS ini (padahal H-5 deadline).
Aku sudah berniat sekali akan menyalahkan latihanku - yang super tidak efektif dan setiap hari - yang membuat fisik super capekkkk dan berujung sensitif di semua hal.
Rasanya pengen mengadu ke Allah langsung lewat jalur umroh, But I know Allah knows me so well even I ain't expressing my feelings yet. Aku cicil dulu kali yaa ke Istiqlal, gatau kok rasanya berdoa di kosan nggak khusyuk banget
Part of these shits should be done today. Bismillah Allah mampukan Allah kuatkan Allah sehatkan
Riri, mari berbenah mari menata hidup Ayo bersiap packing, kerjakan yang seharusnya dikerjakan, prepare untuk survei besok. Bikin cv lagi yang baik, follow up mas Bayu. Bisa, pasti bisa.
Sungguh tidak ada yang tau hari esok. Barusan mendapat kabar teman kerjaku akan dipindah ke wilayah lain, sedang satu lagi akan resign per-Agustus. Tinggal sisa kami bertiga. Belum lagi kalau salah satu akan lolos ke perusahaan impiannya sebagai pegawhy BUMN. Tinggal sisa kami berdua. Blessing in disguise, kalau dipikir-pikir. Teamku ini sangat berjasa dengan keberlangsungan hidupku hingga saat ini (terutama untuk masalah absensi di kantor). Saling memback-up saling percaya. Meskipun kadang menyebalkan, yah namanya juga manusia. Sungguh aku tak kuasa ditinggal oleh team luar biasa ini.
Never settle for less, katanya. Sebenarnya cukup iri dengan teman-teman seangkatanku yang pencapaian hidupnya banyak yang bisa dibanggakan. Iriiiii banget. Aku berharap bisa hidup seperti mereka. Aamiin ya Allah.
Ada apa dengan aku minggu ini?
Aku ingin sekali -- sangat sangat ingin -- menyesal karena tidak menghargai diriku. Dengan bodohnya menerima penawaran sebagai divisi K di JYC, padahal tidak mampu. Dengan waktu yang sangat sempit ini, gambar BA yang belum selesai, GDB BKO, trus tiba tiba diminta bikin koreo?!?!
Ya Allah, jalan satu-satunya adalah aku resign dan dapat pekerjaan di Semarang. Dan pergi dari sini
Aku dihadapkan dengan banyak sekali tanggung jawab. Hidup untuk konsisten mengikuti latihan - demi keberlangungan lomba yang lebih baik, izin cuti lomba yang membingungkan, BA yang belum dikerjakan 3 minggu, tugas seorang tiketing untuk mengirim email, ke pernikahan dini yang akhirnya aku batalkan kehadiranku karena yaaa Allah uang lagi uang lagi (maaf yaa Din, seriouslly aku sedang BU), belum lagi persiapan tes PPPK (sedih banget gaada CPNS untuk jurusan langka ini), sakit batuk ga kunjung sembuh, ditambah lagi otot bahu kanan yang tegang setiap bangun tidur hingga tidur lagi - yang berujung membeli lauk saja karena tidak sanggup memasak.
Bukankah sebenarnya mudah untuk memilih?
Bukankah sebenarnya mudah untuk dijalankan?
Overwhelmed. Inilah gejala sebenarnya. Aku terlanjur gila dan bercita-cita untuk tidak melanjutkan lagi semuanya.
Sempat terpikir kok lebih baik aku mati muda saja ya. Orang tua terus menerus agar aku segera menikah tapi mau nikah sama siapa? Ternyata lelah sekali menjadi dewasa, selalu ditekan setiap hari.
Apa enaknya sih berkabung dalam pikiran diri sendiri? Menyendiri setiap pulang kerja, benar-benar tidak ingin pulang!
Padahal bekerja sudah capek, tapi akhir akhir ini aku lebih memilih berangkat pagi pulang malam; demi tidak bertemu sorot matanya yang menghakimi. Aku suka sekali bekerja. Aneh sekalii. Padahal kantor saat ini tidak layak disebut kantor. Produktifpun tidak bisa. AC yang bahkan berhembuspun tidak, suasananya panas, kelembapan tinggi, ruangan sempit, ah udahlaah.. Terlalu banyak penderitaan di ruang kantor itu. Ah ditambah satu asn (sebut saja James) yang membuat lebih menderita. Dan herannya aku lebih suka disini daripada neraka meruya.
Terlalu menyenangkan mempunyai teman. Tertawa semu, saling menyembunyikan rasa sakit masing2, namun saling mengerti. Aku sangat sangat bahagia hanya pada saat pukul 8 - 17. Setelah itu kembali berkabung, dan memikirkan malam ini berkeliling kemana lagi ya? Sampai bosan.
Puncak keputusanku untuk mandiri sudah bulat. Sudah di acc ibu. Pun sudah diceramahi ibu. Segeralah pergi, katanya.
Aku lelah menangis setiap malam
Haruskah aku mulai belajar mandiri; belajar hidup dengan kesendirian
IZINKAN DIRIMU Memberi izin ke dirimu sendiri agar orang lain bisa menolongmu, mengintervensi masalahmu, saya yakin bukanlah hal yang mudah. Urusan mau minta tolong ke orang lain pun kita ragu, malu, bahkan takut.
Bahkan banyak yang memilih menenggelamkan diri, tak ingin siapapun tahu, tak ingin diketahui dan ditemukan, menghindari bertemu manusia lain.
Kalau ada masalah yang kamu sadar bahwa kamu tak bisa menyelesaikannya sendirian, kamu merasa tak ada yang bisa memahami dan mengerti. Izinkanlah dirimu agar bisa ditemukan, tak perlu bersembunyi. Izinkanlah orang lain menolongmu. Memang adalah hal yang sulit, memberikan kepercayaan kepada orang lain, mengetahui rahasia, masalah, atau sesuatu yang selama ini kita pendam.
Semoga apa yang sedang dialami saat ini, kita diberikan kekuatan dan juga teman-teman yang baik saat menghadapinya. ©kurniawangunadi