Kadang ada kalanya kita tidak adil pada diri sendiri, kemudian lebih memilih memendam ego dan mementingkan kebutuhan orang lain. Meskipun dalam keadaan yang sebenarnya kitapun sedang tidak baik-baik saja, ternyata kita tidak bisa selalu memprioritaskan diri sendiri di atas segalanya. Hanya saja kita tidak merasa berkeberatan untuk tiba-tiba menjadi versi terbaik saat keadaan bahkan tidak begitu baik, demi apa? Demi orang yang kita sayangi dan sedang sangat membutuhkan kita untuk menopangnya.
Menjadi rapuh, semuanya tidak akan ada yang ingin. Namun menunjukkan kerapuhan hanya pada orang tertentu lebih baik daripada selalu terlihat kuat padahal kopong di dalamnya. Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik sajaâŚ
Itu pun ada waktunya, tidak selalu menjadi alasan karena kita punya sandaran maka menurunnya kualitas diri. Manusia itu makhluk yang kompleks, bahkan tidak bisa ditebak barang satu detikpun bagaimana perasaannya, niat dalam hatinya, rencana yang ada di pikirannya, dan hal yang ingin atau akan dilakukannya.
Kali ini dia yang tidak baik-baik saja harus berperan sebagai penenang yang dibutuhkanmu. Bayangkan jika kedua situasi ini muncul bersamaan, terekspose bersamaan, tidak ada yang mau meredam, tidak ada yang mau mengambil andil sebagai penenang, dan keduanya ingin didahulukan egonya, ingin dimengerti suasana hatinya dalam satu waktu yang sama. Ujungnya akan ada perasaan saling tidak dimengerti, padahal pikiran itu hanya muncul akibat situasi yang sedang terjadi. Disinilah tugas kita berbagi peran.
Hari ini rasanya kamu lebih membutuhkan penenang dari suasana hati yang bisa dibilang buruk karena sebab tertentu, dibandingkan dengan dia dengan randomly mood yang rajin hadir di waktu-waktu tertentu yang tentunya sulit dijelaskan alasannya. Perempuan memang begitu, rumit, namun dapat menjadi orang yang paham akan kebutuhan yang lebih masuk akal dibandingkan bergelut dengan kerumitannya sendiri. Jika kamu meminta penjelasan kenapa dia begitu rumit, dia akan angkat tangan, dan jika kamu juga meminta dia untuk tidak menjadi rumit, andai dia bisa, dia akan lakukan tapi silakan coba telaah sendiri manusia lain bernama perempuan, âada gak yang hidupnya lempeng-lempeng aja dan gak musingin sama sekali?â
Dia mencoba untuk menjadi lurus bukan karena keinginan orang lain, karena diapun tahu menjadi rumit itu tidaklah menyenangkan. Namun untuk sisi kerumitan ini sepertinya butuh sebuah kata âmemahamiâ yang menjadi jalan keluarnya, bukan tidak pernah berusaha namun disitulah uniknya seorang perempuan.
Saat suasana hatinya yang tidak baik dan selalu dikira sepele ini datang setiap periode dalam hidupnya, dia lebih memilih untuk memahamimu. Menjadi versi manusia yang dibutuhkanmu, mengesampingkan keinginannya untuk dimanjakan, dipedulikan, dituruti, diiyakan. Bahkan ketika dia mengira bisa menjadi egois dalam satu waktu saja, dia berusaha memahami keadaan bahwa tidak setiap saat dia bisa menjadi acuh karena adakalanya dalam kecambuk perasaan yang rumit itu perannya yang lebih baik dibutuhkan dan harus ada untuk orang lain.
Dia percaya apa yang dia tanam maka itu yang akan dia tuai. Dia selalu meyakini bahwa meskipun harus memulai bersikap baik kepada orang lain dan tidak pernah tahu apakah orang tersebut akan sebaik itu juga padanya, tapi dia yakin kebaikannya akan kembali padanya lewat jalan manapun. Meskipun dalam hati kecil selalu terselip harapan, dia mengharapkan kebaikan minimal yang serupa dari orang yang bersangkutan, dia berusaha menimbun harapan itu dengan kalimat ânothing to loseâ dan berusaha lebih tulus. Sejujurnya hal yang paling dia khawatirkan adalah harus menelan kecewa, dalam hal apapun.
Pada akhirnya menjadi penenang orang lain adalah hal yang bisa menenangkan dirinya sendiri, sama halnya ketika dia menjadi alasan orang lain bahagia dan itu justru menjadi bahagianya. Ketahuilah bahwa menjadi lebih peduli dan mengutamakan kepentingan orang lain itu tidak selalu merugi, karena kadang hikmahnya adalah justru hal itu yang menjadi pengobat hati sendiri.
Talk to your self, â Mau rudet juga gak apa-apa, tapi rudetlah ke orang yang tepat. Karena orang yang peduli sama kamu akan berusaha mengerti dan menjadi penawarmu, sementara orang yang hanya ingin dirinya sendiri selalu dipahami bahkan tidak akan pernah mencoba peduli.â
Menuliskan ini, cukup membuatnya tenang⌠menjadi solusi untuk orang lain adalah solusi menenangkan dirinya sendiri. Self healing dalam ilmu psikologi bukan hanya bagi orang yang bermasalah dengan kejiwaannya saja, namun bisa dilakukan untuk me-manage perasaan dan suasana hati sendiri, memupuk sifat sabar dan menjadikan diri lebih tenang.
âLove someone, but love yourself first.â
Kemudian inilah salah satu cara dia mencintai dirinya sendiri, dia suka menjadi dan mencari perhatian, dia akan melakukan hal random apapun yang dia suka, dia suka menjadi orang yang dibutuhkan, dia seseorang yang suka pengakuan secara verbal dan visual, dia adalah orang yang bahagia dengan dirinya sendiri meskipun penuh kekurangan, dan dia adalah orang yang akan berusaha menjadi lebih baik bukan hanya untuk dicintai oleh orang lain tapi karena dia begitu mencintai dirinya sendiri. Bentuk bersyukur yang terus menerus dia reminding agar tidak lupa untuk berterima kasih atas hidupnya. Tidak menjadi egois bukan berarti tidak mementingkan diri sendiri kok.
Nah, sekarang sudah tenang. Jangan uring-uringan, menulis sudah cukup menenangkan. Saatnya menjadi kuat, kali ini waktunya menjadi penawar perasaan gundah seseorang, jadilah sandaran dan berikan pelukan :)