Sadar ga sadar, kita mulai melukai satu sama lain.
"I like you - Me too". Pernyataan yang jadi boomerang 'rasa teman akrab' ini 😔
Bogor, 25/12/22

if i look back, i am lost

★
Sweet Seals For You, Always
hello vonnie
No title available
styofa doing anything
Game of Thrones Daily
will byers stan first human second

No title available
h
wallacepolsom
$LAYYYTER
almost home
Sade Olutola
ojovivo

tannertan36
Show & Tell

izzy's playlists!

祝日 / Permanent Vacation
we're not kids anymore.
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from Venezuela
seen from Georgia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Poland

seen from France
seen from Türkiye
@psnao
Sadar ga sadar, kita mulai melukai satu sama lain.
"I like you - Me too". Pernyataan yang jadi boomerang 'rasa teman akrab' ini 😔
Bogor, 25/12/22
291122.
Empat mata dipersekian detik saling menatap, apakah setelahnya sama, "mata itu, mata yg aku tunggu". Tajam dan teduh di saat bersamaan. Aaahh, rasanya ingin berhenti dan menyapa. "Kamukah yg kutunggu?"
*aku di angkot, kamu antri mau nyebrang dgn motornya. Jika kita berjodoh, besok pagi, ketemu lagi ya 😆
Ingat, semua orang punya pencapaiannya masing-masing. :)
Terimakasih untuk semua cerita. Terimakasih untuk banyak kisah bahagia. Walau akhirnya ternyata sama, aku kembali kecewa.
Maaf, aku pamit.
Perempuan gak suka kalo laki-laki bohong. Tapi giliran dikasih tahu yang bener, eeh dia sedih
Rasanya de javu. Tetiba air mata menetes dan dada sesak. Lalu terlintas bayangan senyum itu. Sakit ya, harus menata hati kembali.
7 Jan 2020
Jika suatu hari nanti kamu kembali dengan sapamu, aku berharap aku bisa menahan rasaku. Bagiku cukup mencintaimu sejauh ini. Aku sudah cukup bahagia. Jangan lagi biarkan aku merasakan rasa pedih ditinggalkanmu untuk kesekian kalinya. Aku lelah. Sungguh.
Terimakasih untuk kamu yg pernag kucintai dengan sangat tulus
Hari ini, akhirnya berani jujur dengan sebuah rasa. Aku memang mencintaimu. Tapi aku lebih mencintau diriku sendiri. Maaf aku pergi
20191214
Than My Ego
Kamu yang buat jarak. Seakan tak ingin ada temu. Aku yang berusaha follow up, tapi kamunya tanpa feedback.
Kenapa selalu ngerasa aku yang salah? Sadarkah salahku berawal dari apa? Apa ada jawabmu yang jelas untukku?
Aku selalu menjadikanmu prioritasku. Kamu list pertamaku. Lalu aku part mana di listmu?
Kamu selalu aku dahulukan. Kamu aku amankan. Di setiap lelahku, sakitku, aku berusaha kamu tak perlu tahu. Cukup dengar suaramu cukup tenangkanku. Tapi bagaimana dengar marahmu yang juga kau luapkan denganku? Kenapa terasa seakan masalahmu kau sambungkan denganku?
It's hard for me for this month. Really. To face you. It hurts for me to hold the anger.
Whenever you're wrong. I forget it. Eventhough you might not do the same.
Because to me. You are more important than my ego.
Good night, have a nice dream. Love you, RAk.
01:21 AM, 20191202
Lalu, Bagaimana hati?
Kadang rasanya begitu sulit. Harus lebih memperhatikan perasaan orang lain. Lebih mementingkan orang lain dibanding diri sendiri. Sungguh rasanya lelah.
Dampak hati yang sudah benar-benar jatuh. Tak apa seperti selalu menginginkan, tak apa seperti yang selalu aktif menawarkan. Diri lelah, penat, namun mencoba untuk tetap sabar.
Berusaha lebih mengerti walau sejujurnya hati tak ingin disakiti. Berusaha untuk tak terlihat sakit, ingin selalu tegar, agar tak ada yang terganggu.
Namun, kadang rasa hati ingin menyerah. Aku lelah. Kenapa jadi speerti ini? Kenapa tidak semulus awal dulu? Kenapa hangatnya dulu kini tak terasa. Sungguh aku rindu. Jika berhenti, sayangnya sudah sejauh ini.
Lalu bagaimana dengan hati?
Masih kuatkah dia?
CRB, 28 Nov 2019.
Apakah dia sama denganku?
Setiap langkah yang kuambil, aku ingin dia terlebih dahulu tahu
Setiap pilihan yang akan aku pilih, dia yang pertama akan ku beri tahu
Kenapa dia selalu yang dahulu dan pertama?
Jawabnya tentu karena dia prioritasku.
Aku selalu khawatir tidak mengabari dengan jelas. Jika aku tidak segera memberi kabar, dia akan khawatir.
Kadang kala dia merasa aku terlalu menjelaskan berbelit-belit, kadang kala dia merasa kenapa harus ijin atau bicara dahulu.
Jawabnya karena aku tak mau dia menyimpan pertanyaan dalam hatinya. Aku tahu rasa tak nyaman memendam rasa dan pertanyaan karena itu aku tak mau kau begitu.
Tapi akankah kamu begitu pula padaku?
Salahkah jika aku meminta agar kau selalu mengabari di mana pun kau berada, tak perlu harus menunggu aku bertanya. Salahkah jika aku hanya ingin tau keberadaanmu dan dengan siapa kamu bersama. Aku hanya khawatir jika terjadi sesuatu aku bisa bertanya pada mereka. Salahkah aku yang kesannya posesif padamu karena cemburu jika kau berbincang dengan wanita lain. Aku hanya ingin kau menghargai aku sebagai pasanganmu.
Bukankah jika sebagai pasangan harus saling menjaga perasaan pasangannya?
Atau kita bukan sepasang yg seperti itu?
Lalu, kita apa?
-Dilanda kegelisahan akan sebuah kabar-
CRB, 24 November 2019
SABAR
Dulu ada yg menawarkan masa depan. Dulu ada yang berniat membawa kebaikan. Tapi entah kenapa hati selalu ragu untuk memulai.
Lalu entah kenapa, ada cerita lain yg mempertemukan aku dan dia kembali. Entah apakah ini akan menjadi cerita akhir bahagia untuk kami. Yang pasti namanya selalu ada dalam setiap doa.
Dia, seseorang yg dulu, jujur, aku ragu memulai cerita yang baru. Kekhawatiran akan berakhir dengan cerita yang sama lagi, jujur aku khawatir.
Namun entah dari mana sebuah rasa percaya membawa diri ini semakin jauh lagi. Perlahan kepercayaan semakin besar. Aku yakin kamu akan memegang janjimu. Iya kan? Aamiin, doaku.
Dan sekarang langkah kami kembali dijauhkan. Dahulu kami bisa menghabiskan waktu lebih lama, dahulu kami bisa bertemu kapan saja kami mau. Sekarang, semenjak tugas dinas baruku, untuk sekadar menyapa seperti biasa terasa susah sekali. Ya bisa dibilang, sibuk kami pada waktu yg bersamaan.
Tidak ada lagi telpon pagi dengan obrolan sebelum berangkat ke kantor. Berkurangnya obrolan malam sebelum kami saling terlelap. Obrolan text? Ah sepertinya sudah mulai bisa dihitung.
Dan tak jarang kami sering beradu pendapat, karena emosi masing-masing yg ingin didengarkan. Kadang aku jadi lebih sensi karena ingin waktunya hanya untukku. Tak salah kan jika ketika ada waktu luang aku kembali menyapa, inginku hanya bersama dengannya.
Karena bagiku, dia adalah rumah. Rumah yang akan aku singgahi dalam segala kondisi. Tempat pertama yang akan aku ketuk pintunya anytime.
Please always be there, you are my home.
Jakarta, 17 Nov 2019
The day, I really need someone to hug me and tell me that everything will be okay.
Gunung Putri, 31 July 2019
RAk.
Nama yang sejak awal tahun ini mengisi setiap doaku,
Nama yang merubah format tatanan doa yang selalu aku panjatkan di setiap sujudku,
Nama yang sering ku sebut bersama Al-Fatihah, Ma Fi Qalbi Ghairullah.
Selalu berdoa yang terbaik, berprasangka baik, dan meminta Allah untuk jaga hatinya.
Niat baik, InsyaAllah berbuah baik pula. Pintaku sederhana, semoga Ibumu akan segera menjadi Ibuku 😊
Gunung Putri, 31 Juli 2019 (12:12)
"Aku mau kenalin kamu ke Ibu."
"Buat apa?"
"Biar ada sosok Ibu yang merhatiin kamu."
Kalimat yang sampai saat ini masih jelas terngiang. Berawal dari akhirnya meminta petunjuk dan dipertemukan dengan beberapa mimpi. Hanya bisa berkata, Bismilllah. Mari kita coba mulai. Jika Allah memang punya rencana lain lagi untuk kita, pastinya itu yang terbaik.
Dia yang kini berhasil membuat format doa jadi bertambah. Membuat list rindu jadi lebih banyak. Rindu dia? Sepertinya lebih banyak rindu Ibu hahaha
Terimakasih sudah mengenalkan aku dengan Ibu. Semoga segalanya dipermudah agar Ibumu segera menjadi Ibuku 🤭
-GP 22 Juli 2019-
Karena rindu sendiri itu...
Mau coba?
Ada saatnya ingin didengar, ada saatnya ingin ditemani.
Kapan waktumu?