Tak ingin berdamai dengan masa lalu!tersirat benci walau tak pernah bersua ,dan tak ada sudi untuk bersua.
-@puputr
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸

Kiana Khansmith
sheepfilms
cherry valley forever

oozey mess

izzy's playlists!
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
macklin celebrini has autism
Mike Driver
Xuebing Du

#extradirty
Sweet Seals For You, Always
h

titsay
Peter Solarz
hello vonnie
Not today Justin
Misplaced Lens Cap
will byers stan first human second
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from United States
seen from T1
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@puputr
Tak ingin berdamai dengan masa lalu!tersirat benci walau tak pernah bersua ,dan tak ada sudi untuk bersua.
-@puputr
Takkan mati di caci,Takkan kenyang di puji
Maaf masih terlukis rindu disini,bertahun ku siram bunga mekarnya di petik orang
Untuk Seseorang Yang Di peluk Kehilangan
Mungkin kini duniamu bagai runtuh, tidak ada matahari yang terbit di pagimu, bintangpun tidak hadir dalam malam-malammu, sesak bagai sesuatu menghimpit hatimu. Bayangannya selalu berhasil menemukanmu, kesedihan tidak pernah membiarkanmu sendiri. kosong adalah kamu kini.
Mungkin kamu selalu bertanya-tanya. mengapa ia meninggalkanmu, mengapa ia tidak menepati janji-janjinya, mengapa ia tidak mencintaimu seperti kamu mencintainya, dan mengapa ia berubah. sedangkan kamu telah menjadikannya duniamu.
Kenyataannya cinta memang memiliki masa kadarluasanya, memiliki batas akhirnya walau terdengar kejam, tapi itulah cinta. Kamu masih meyakini cinta sejati? kamu hanya di bohongi dongeng-dongeng anak kecil. cinta sejati hanya milik Tuhanmu kepadamu. Manusia yang bertahan pada cintanya adalah manusia yang berkomitmen bukan perihal cinta sejati. jadi berhentilah hidup dalam khayalanmu, dewasalah kamu bukan anak kecil lagi yang mudah di bohongi.
Berilah ruang tangis untuk menangisi kepergiannya dalam hatimu, karena bagaimanapun ia adalah orang yang pernah memberikanmu kebahagiaan, berdukalah dengan cara yang terhormat. setelah itu, hiduplah kembali, melangkahlah lagi. Mungkin bayangannya masih bermain-main di kepalamu, rindupun masih hadir pada saat-saat sendirimu,tapi itulah proses merelakan. percayalah Tuhan menciptakan waktu sebagai obat terampuh, waktu akan mengobati lukamu sampai benar-benar sembuh. namun tentang jangka waktu pemulihannya tergantung pada dirimu sendiri, jika kamu masih suka mengorek-ngorek lukamu sendiri maka bersiaplah untuk sakit berkepanjangan.
Jangan pernah merasa menderita sendirian, sakit kehilangan bukan hanya kamu yang merasakan, semua manusia pasti Tuhan berikan kesempatan merasakan sakit untuk tumbuh, maka bertumbuhlah dari sakitmu. jadilah manusia yang kuat, manusia yang hebat.
untuk orang-orang yang sembuh dari luka kehilangan. Selamat kamu telah lebih hebat dari sebelumnya, senyummu lebih indah dari sebelumnya, hidupmu lebih bahagia dari sebelumnya. Maka peluklah orang-orang yang kini terjebak dalam luka kehilangan, dan katakan bahwa mereka tidak sendirian.
Andai kau tau kugadaikan malamku hanya untuk merinduimu
- @puputr
Jika kamu mau
Aku datang ke hidupmu saat kau pulang berlabuh di tengah sepinya laut sesepi hatimu kala kepergiannya dinginnya hembusan angin waktu itu sedingin hatimu namun tidak menggoyahkanku untuk meninggalkanmu aku ingin menjadi pendengar saat kau berfikir tak ada orang yang bisa kau ajak bicara aku tidak pernah merasa terusik saat kau membicarakan tentangnya. Yang aku inginkan hanya menjadi penawar lukamu dan membuatmu kembali seperti sedia kala lambat laun kau lupa dengan lukamu dan aku memilih menikmati saat-saat berdua denganmu
Tiba-tiba dia kembali bertamu saat hubungan kita baik-baik saja
Aku menumbuhkan tali pengaharapan yang besar pada hati yang terusir oleh masa lalu tapi dengan berani dia perlahan merobek tabir tipis yang kubalut di keluargamu
Apa gerangan maksud dirimu nona yang kini mengusik ketentramanku
- @puputr
Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jika..
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.
Bacalah calon suamiku
JAANU
Tadi malam badai berkecamuk di depan rumahku tuanku sudah pergi pagi-pagi sekali tak ku dapati disampingKu tak ada pesan pula yang ia tinggalkan namun ketika matahari kian tinggi ia memberikanku kabar dia berkelana bersama temannya ke pulau seberang Malam pun silih berganti tuanku pulang kerumah namun mukanya sangat tak bersahabat badai tak lagi terasa dingin malahan terasa seperti api dalam sekam berkobar dia melotot kearah ku perseteruan kecil meninggikan menara ego kami yang kian kokoh Tak ku sangka tuanku pergi dari hadapanku dan masih ku ingat raut wajah nya yang kesal aku sendirian di Bilik kamar tersedu menangis semalam tanpa suara sesak kiranya nafasku Di pagi hari enggan aku rasanya pergi kuliah dan bekerja dengan mata yang sembab dibasahi air mata pasti akan jadi perbincangan tapi aku harus apa lagi ? -Via @puputr
Tak ada yang bisa aku sembunyikan terhadapmu penolakan yang ku buat juga masih membuatku merasa salah sangat-sangat sangatlah salah semua terasa berbeda hambar sudah kiranya ku kecup . Terimakasih nafsu ku kian berkurang sampai bila waktu itu tiba menghampiri Mengendalikan semua itu sangatlah sulit lantas berikanlah kekuatan untuk menahannya .
Tak harus hari ini
Hari ini aku seperti orang kesurupan tangisku pecah rentetan kata membunuhku jiwa ku terguncang sakit kian menggerogoti luka yang menganga Tapi sang Kholiq menguatkanku saat aku buta arah tak tahu jalan kembali hanya Nya yang mengulurkan tangannya dengan senang hati Harus dengan apa lagi aku bersyukur kepadaNya atas kesempatan yang berkali-kali diberikan sungguh malu aku sebagai manusia yang haus kenikmatan Ini bukan akhir dari segalanya tuan ku melainkan awal kita memulai semuanya dengan cara berbeda - @puputr
Belakangan ini saya seperti sutradara yang kehabisan akal menyambung naskah hidupku kacau tersendat oleh emosi yang labil bak anak abg otak ku buntu hati ku mati suri Mata terbelalak tapi tidak bisa mengerti apa yang tengah di lihat plora ploro tak mengerti kata Yang ada di kepala hanya kata " ingin berhenti".
- @puputr
Begitu mudah aku meneteskan air mata untuk mu! Dan begitu mudah kau mengucapkan maaf kepada ku tapi hati tidak merasa sakit hanya saja pilu menyeruak kejam. Aku selalu percaya dan memegang janji mu tapi apa?
-@puputr
Surga Ku tak jelas
Malam itu aku duduk mematung di atas sajadah yang terjulur memanjang tanganku mulai membelai lembut dada sebelah kiri sambil mengucap sepatah kata kata mencekik nafasku Padahal hanya mengulang-ulangnya saja!!! ( Astaghfirullahaladzim ) ucapku, Tiga ratus detik kemudian bulir-bulir air mata pun jatuh mulutku terkunci rapat lidahku pun Kelu tak mampu berbicara semakin sesak dadaku kembang kempis paru-paru ku betapa dahsyatnya istighfar bagiku laksana ribuan jarum menghujaniku perih menghujam Sukma ku Menjerit aku , Tuhan kau Telah mendengar raungan ku tak pantas rasanya aku menyebut namamu apalagi menghadapkan diri kepadamu Malu benar aku terhadapmu berulang-ulang kali aku melakukan kesalahan diatas kesadaranku munafik memang Namun satu hal yang paling aku takutkan selain siksamu jangan pernah kau cabut keimanan ku Aku tak tahu harus berbuat apa? Aku tak tahu harus berbicara dengan siapa? Tak ada yang dapat dipercaya Salah kah kiranya aku mengadu kepadamu lalu aku hanya menghambakan diri kepadamu setelah aku jujur kepadamu lalu aku berserah diri kepadamu tanpa harus ada orang lain berada diantara kita? Tunjukkan lah kebijakanmu wahai Rabb ku hanya padamu aku menaruh tali pengharapan!
Wahai kau ikhwan yang berniat untuk menjadikanku belahan jiwamu, Bolehkah aku kupertanyakan keseriusanmu padaku?
Sudah seberapa yakinkah hatimu untuk memilihku? Apakah kau benar-benar sudah memikirkan perkara ini? Tak takutkah aku yang kau cintai, kelak akan berpaling darimu atau bahkan menghianati dan meninggalkanmu? Tak takutkah aku yang kau sayangi ini, bila ternyata tak juga memiliki kesungguhan hati yang sama sepertimu? Tak takutkah aku yang ingin kau jadikan sebagai istri ini, ternyata tak mampu menjadi istri seperti apa yang kau inginni? Maka apakah keputusanmu itu? Sudah siapkah bila semua itu kelak benar kulakukan dan ternyata terjadi padamu? Fikirkanlah lebih dulu sebelum kau menyesali hal itu
Bila memang kau merasa sudah yakin akan pilihan dan keputusanmu, walau hal apapu kelak terjadi padamu Bolehkah kutanyakan kembali, sudah sejauh manakah usahamu untuk menghalalkanku? Mengapa sampai saat ini kau tidak juga datang menemui ayahku? Perkara apakah yang membuatmu tak juga mewujudkan keinginanmu itu? Apakah mungkin belum tumbuh niat dalam hatimu?
Jangan terlalu lama membuatku menunggu, Karena yang kubutuhkan hanyalah kepastian darimu Bukan hanya sekedar janji manis, atau rayuan yang belum juga kau wujudkan Bukan hanya sekedar ucapan yang kubutuhkan, tetapi bukti kenyataanlah yang kuinginkan Jangan memberiku harapan bila tak juga kau buktikan
Jika memang benar sudah yakin untuk memilihku, Jika memang sudah tumbuh niat untuk menghalalkanku, Lekaslah datang untuk meminta restu pada ayahku Dan segeralah kau halalkan aku untuk kau jadikan istrimu Jangan kau fikirkan resepsi pernikahan Yang terpenting, aku lekas kau halalkan Jangan kau fikirkan mahar seperti apa dan sebesar apa Sebab aku takkan memberatkanmu dengan meminta kilauan berlian dan permata Dan karena yang kudamba hanyalah sebuah kata “sah” saat kau ucapkan janji suci kepada Allah SWT, Serta kita berdua mampu membangun bahtera cinta dalam sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan wa rahmah Bukan karena perkara nafsu yang ingin membuatku segera menikah Namun aku tak ingin menjadikan dosa diantara kita . . Kontribusi oleh@remajabangkit
#duniajilbab
Insyaallah
Roar
Melawan itu susah ya? Karena emosi tidak mau kalah dengan Amarah Meradang ketika mereka beradu tak mau jadi satu, kata memecah keheningan pikiran kacau balau seperti halau-halau namun hati sejenak menarik hasrat egoisme diriku meredam amarah dan emosi berkecamuk dalam diri .
Bahagia itu sederhana❤
Terkadang aku lupa caranya menangis,bersedih,bahkan menyepi karena hadir nya kamu selalu menemaniku juga memberikan bahagia yang amat penuh aku yang dulunya murung tak tau caranya tersenyum tertawa lepas bahagia layaknya orang-orang diluar sana setelah bersamamu aku pun merasakan nya setelah dilalui semua terasa indah tapi tak jarang aku meneteskan air mata ketika sang ego menganga menelan kepingan kata Sering kali aku bingung harus bagaimana? harus bersikap seperti apa? Aku hanya bisa mematung lalu menangis Dalam sebuah hubungan pasti ada pertengkaran entah aku /dia yang memulai nya . Dia benci melihat ku yang selalu diam ketika marah dan seperti itu lah aku Aku pun benci ketika dia marah di membentak dengan kata dan nada yang keras dan seperti itu dia. Kita sama-sama memiliki ketidaksukaan dan itu terjadi ketika emosi menguasai kita . tolong bicara sebab kemarahan Anda ? Jangan langsung merubah mood dan sikap Anda . Ini terjadi berulang kali Ketika marah Anda selalu mematikan telpon dan tidak menjawab pertanyaan saya. Anda kesal dengan saya? Tidak sama rasanya dengan sakit yang saya rasakan ketika Anda mengabaikan saya saat Anda sedang marah.