Sebuah catatan terakhir perjalanan..
Ingin kembali ku ceritakan padamu, tentang perjalanan panjang yang telah kita susuri
Sebelum kau turun dari sampan kayu rapuh yang telah membawa perjalanan ini melewati segala badai yang kita temui
Tentang september dengan rintik hujannya yang mengenalkan pada kita, tentang dinginnya sepi, hangatnya kebersamaan, dan sejuknya jatuh cinta
Tentang sederhananya ucapan selamat di pagi dan malam, yang menjadi awal dan akhir pada hari ke hari
Tentang pertemuan yang selalu kita harap dan wujudkan pada setiap pekan untuk saling mendekatkan hati
Tentang kalimat cinta yang tak henti kita ucapkan sebagai validasi atas hati yang saling memiliki
Tentang kalimat panjang yang selalu ku tulis tiap malam untuk memberikan rasa cinta kala menjelang pagi
Tentang kalimat-kalimat tak pantas yang sering kita lontarkan sebagai kelucuan yang menjadikan kita berbeda
Tentang kau yang selalu menceritakan hari-harimu yang menjengkelkan, dan aku yang menggodamu hingga membuatmu kesal
Tentang ku yang selalu bernyanyi untukmu dan menenggelamkanmu dalam candu
Tentang kau yang tak henti mencubit perutku saat kau takut kala kita dalam perjalanan
Tentang kau yang selalu menghabiskan jatah jajanan yang seharusnya untukku
Tentang ku selalu mengejarmu hanya untuk sedikit memelukmu, dan kau benci akan itu
Tentang ku yang selalu lupa mengabadikan setiap pertemuan dan kesal dengan hal itu
Tentang ku yang menyukai hal-hal aneh yang tak pernah kau mengerti tentang itu
Tentang rasa lelah yang kita lupakan kala kita beradu dalam temu
Tentang kalimat yang paling membuatku bahagia, bahwa 'ku kan selalu jadi milikmu'
Terimakasih telah melibatkanku dalam setiap perjalananmu, sedihmu, perjuangan, dan harapanmu
Mungkin ku gagal mendayung sampan kita lebih jauh, tapi ku berhasil mengantarmu, menghapus sedihmu, menggapai cita-citamu, dan ku berhasil mencintaimu
Segala perjalanan panjang yang telah kita lewati, kini sampai pada tempat di mana kau harus berhenti
Maaf jika perjalanan ini harus mengahadapi ombak yang tiada henti, namun kau adalah badai yang tak kusesali
Kini kau telah sampai pada tempat dimana kau harus belabuh, meninggalkan sampan kayu, berganti pada kapal besar yang membawamu mengarungi samudera dengan nyaman
Selamat jalan untuk menempuh arah yang berbeda
Liv, aku mencintaimu . . .