Puisi by me..Puisi buat ALM. Serda Ade Irawan. Lelaki ku yang beberapa tahun yang lalu mengisi hatiku dan kemudian Tuhan lebih duluh mengambilnya sebelum aku bisa benar-benar memilikinya.
hello vonnie
RMH
Mike Driver

Love Begins

pixel skylines

Andulka

@theartofmadeline
Today's Document
he wasn't even looking at me and he found me
KIROKAZE
Keni

Kiana Khansmith
Sade Olutola
Claire Keane
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
Sweet Seals For You, Always

Discoholic 🪩
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
will byers stan first human second
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
@putrirenata
Puisi by me..Puisi buat ALM. Serda Ade Irawan. Lelaki ku yang beberapa tahun yang lalu mengisi hatiku dan kemudian Tuhan lebih duluh mengambilnya sebelum aku bisa benar-benar memilikinya.
Hai lelakiku yang dalam beberapa minggu ini akan genap 29 tahun. Aku tak pernah bisa menebak apa-apa dalam pikiranmu. Beberapa hari ini aku sibuk menerka-nerka semua tentangmu. Aku lelah....Namun hatiku tetap selalu berkata ingin bertahan,namun kegundahan dan keresahan yang selalu datang setiap detiknya seakan memberikan isyarat agar aku menyerah saja.
Sebulan yang lalu aku sempat berfikir,hadiah apa yang akan aku berikan untukmu. Kamu sudah sering mendengarkan rekaman lagu yang aku pilih,walau mungkin tak ada yang kamu simpan di play list henpon atau laptopmu. Tadinya aku ingin memberikan mu sebuah ucapan terimakasih lengkap dengan sebuah lagu yang akan aku nyanyikan khusus untukmu.Namun entah kenapa aku malah berubah pikiran untuk itu. Apa lebih baik aku kirim kamu paket isi kepalaku yang aku pitai kemudian aku tulis sesuatu disitu
“Buat kamu kak Adit...ini buat kamu...”
Namun sepertinya kamu takkan pernah menyadari si pemilik isi otak yang berisi kamu itu adalah aku.Aku perempuan yang setiap malamnya berdoa untuk kamu,agar Tuhan selalu menjaga hati dan pikiranmu. Aku perempuan yang setelah sehabis dua salam saat sholat wajib menyempatkan menyelipkan namamu di tiap doa sebelum kata AMIEN diucapkan. Aku perempuan yang rela bersujud dengan lama sambil merintih ketakutan dan meminta Tuhan agar memberikan aku kesabaran yang cukup untuk meluluhkan hati kamu.
Kamu tahu saat kamu terlelap,aku tak pernah berhenti mengucap dzikir kemudian meminta Tuhan menjaga lelapmu,dan menjagamu dalam ketenangan saat kamu terjaga dan kembali di pagi hari. Kamu tahu,,tak mudah menjadi aku dan betapa beruntungnya kamu didoakan oleh perempuan yang tak pernah meminta kamu balik mendoakan nya,aku hanya meminta sedikit saja kamu belajar untuk membaca hati setiap perempuan.
Aku tak menyalahkan semua yang telah terjadi setahun ini. Mungkin aku yang teramat bodoh..menaruhkan harapan melebihi tinggi tubuhmu. Mungkin aku yang terlalu percaya pada kata hati yang terkadang malah menyesatkan diri sendiri.
Kak....Aku bingung harus berjalan ke arah mana lagi.Aku tak ingin mundur,aku ragu untuk menyerah dan apakah saat aku melambaikan tangan melebihi tinggi kepalaku kamu akan menyadarinya,atau kamu malah balik ke arah yang tak pernah aku mengerti tujuan nya. Aku bingung jika harus maju,sementara kakiku mulai rapuh dan kamu tak sedikitpun mengangkat tubuhku atau memberikan sedikit obat luka maupun perban untuk sekedar menolongku.
Kak....Aku tak mungkin hanya berdiam diri disini dan terus memandangmu dari kejauhan.Sementara kamu sibuk bercumbu rayu,mencari tambatan hati yang bebas kamu pilih tanpa memasukkan aku ke dalam pilihanmu.
Aku sedang terluka kak sekarang.Luka yang tak pernah kamu sengaja.Aku tak pernah menyalahkan ini adalah salahmu.Namun kak sedikit saja tolong beri aku kesempatan untuk mencoba memperlihatkan apa yang sedang aku perjuangkan.Tolehlah aku sedikit.Bantu aku untuk melangkah dan jangan biarkan aku dalam pesakitan sendrian.
Kurang-kurangilah menerka mpuudh.. Tuhan punya cara yang tepat untuk memberitahumu. Tak perlu sibuk mencari tahu dan memaksa melepaskan sesuatu yang sedang diperjuangkan..Bertahan Bismillah semoga ini pilihan dari istikharah nya :-))
Ada sebuah cerita.. Si perempuan selalu terbangun ditengah malam dan merapal doa baik untuk pujaan hatinya,Sementara lelakinya selalu pulang ditengah malam sehabis bercumbu dengan kekasih dambaannya.. *Semesta selalu bekerja dengan caranya*
Pura-pura lupa daripada mengacaukan isi kepala.. Tak perlu tau terlalu banyak tentang hal yang selalu saya cari tau mungkin membuat pikiran saya lebih bermutu.
Kesalahan ku adalah Menaruh harapan sejengkal lebih tinggi dr tubuhmu,Sementara kamu tak pernah mencoba menggapai ny,,malah hanya bisa menundukkan kepalaku dan menaruhnya di dadamu.
Ingin rasanya kubungkus rapi isi kepalaku,ku beri pita merah dan kuhadiahkan kepadamu saat ulang tahun mu nanti
SURAT HUJAN DI BULAN DESEMBER
Dear sayang..
Ini sudah desember yah,sudah bulan terakhir di tahun 2014. Bulan ini juga kamu akan mengulang hari lahir mu bersamaan dengan orang yang aku cintai juga dibulan yang sama.
Sayang,,kalian dua capricorn aku yang selalu aku selipkan namanya di tiap doaku. Aku selalu meminta kamu dan orang yang aku cinta itu bahagia,karena kebahagiaan kalian itu adalah kebahagiaan aku juga.
Sayang...jujur beberapa hari ini aku mulai nangis lagi,padahal aku sudah janji kan gak mau nangis lagi untuk apapun.Aku janji sama kamu akan bahagia in diri aku,tapi nyatanya aku masih aja nangis dan kepikiran sesuatu yang mestinya tak perlu aku pikirin. Aku tahu setiap orang punya masalah,maka dari itu pun aku mengambil hikmah dari masalah ini sayang,aku ambil hikmah mungkin masalah ini adalah sesuatu yang mengajarkan aku agar lebih kuat,tegar,dewasa,dan ikhlas dalam melakukan atau menjalankan apapun.
Sayang aku tak pernah tahu kenapa bisa berada diposisi ini.Aku seperti bersalah memaksakan perasaan kepada dia.Entahlah,,aku seperti nya memang keras kepala. Aku terlalu naif dan terlalu memaksakan perasaan aku sendiri. Jujur..aku pengen menjerit,pengen teriak,pengen marah..Bukan kepada dia tapi kepada diriku sendiri.
Sebelum aku tahu semuanya,aku merasa tuhan tak adil kepadaku,mengapa dia selalu saja tak pernah mengabulkan setiap doaku,tak pernah mengabulkan apa yang aku pinta.Padahal kamu tahu disepanjang malam aku bersujud agar bisa memiliki dia dengan utuh,agar bisa dicintai dia dengan utuh,agar apapun yang aku pinta terkabul.Yang aku pinta Cuma dia,hanya dia,hanya dia.Itu yang selalu aku sebut disepanjang doa malamku.
Hingga akhirnya aku sampai ke kota kelahiranku dan berharap bisa memeluk dia secara utuh dan memiliki dia tanpa alih-alih apapun,yang aku dapat Cuma seperempat bahagia,bukan penuh seperti yang aku ingin. Kamu tahu aku kembali meminta tanpa henti,dengan marah,dengan kesal dan mengumpat dengan doa.Tanpa kamu tahu aku menutupi semua tentang dia dihadapan siapapun.Aku memang sempat memeluk dia namun tak seperti yang aku harapkan,dia juga mencium bibirku namun sepertinya hanya mengeluarkan sedikit nafsunya bukan rindunya. Aku tahu itu,namun aku mencoba menutupi itu dengan bilang “Semua akan kembali membaik dan mungkin ini hanya perasaan ku saja”.
Sampai akhirnya aku kembali ke kotaku dan menjalani rutinitas harianku.Aku berharap dia berubah,setidaknya lebih dari kemarin-kemarin.Namun kenyataan kembali pahit.Aku kembali menelan pil pahit ini dan mencoba menikmati reaksi pil ini. Jujur aku sempat membenci tuhan.Aku kembali mempertanyakan “Apakah aku bukan umatnya?kemanakah doa yang aku pinta...”
Aku membenci Tuhan kemarin,aku sempat ogah-ogahan melakukan rutinitas agama.Aku melakukan yang wajib tanpa melakukan sunnah sekalipun.Aku merasa tuhan gak adil,tuhan gak sayang sama aku.Doa yang aku pinta tak pernah dia kabulkan.
Jujur aku merasa berdosa sayang,melupakan nikmat yang tuhan kasih. Aku kembali dikasih kejutan 2 buket bunga.Mestinya aku tersenyum.Aku memang tersenyum saat memandang buket itu,namun saat aku ingat betapa dingin nya dan tak ada cinta ditatapan matanya,aku ingin melempar wajahnya dengan bunga itu.Bagiku dia amat kejam.
Beberapa hari yang lalu.Saat aku sedikit melupakan masalah itu dan kembali menjalani rutinitas ku untuk mencoba tak mengingat apapun dan menganggap apa yang aku dan dia jalani memang harusnya dijalani dan mencoba untuk ikhlas dengan yang terjadi nantinya.Aku seperti ditampar sangat kuat oleh sesuatu hal. Aku diperlihatkan oleh sesuatu yang mestinya tak aku lihat. Aku membaca sesuatu yang semestinya tak perlu aku baca. Aku mengetahui sesuatu yang tadinya tak pernah aku tahu bahkan terpikirkan sedikitpun.
Ya TUHAN kemana aku selama ini? Lelaki ku yang setahun lebih aku sayangi ternyata pernah memaksa diri nya untuk menyayangi aku. Aku tak pernah tahu itu sedikitpun.Dia mencoba untuk membuat ku bahagia,sementara hatinya lah yang tidak bahagia. Dia tutupi semua tentang dirinya hanya untuk membuat aku bahagia. Tadinya aku pikir cinta itu gak serumit ini.Aku pernah dikecewakan,aku pernah dibohongin,aku pernah disakitin oleh orang yang berbeda.Namun rasanya tidak seperti ini. Duluh saat aku tahu aku disakiti,dikecewakan,dibohongin.Hal pertama yang aku lakukan adalah menyalahkan dia yang telah melakukan itu dan menyalahkan diriku yang segitu bodohnya mau dipermainkan perasaan berkali-kali. Namun kali ini aku merasa aku yang salah,aku yang tak pernah membuka mata dan membaca apa yang dirasa oleh dia yang setahun lebih aku cintai ini. Mungkin benar,kalau cinta akan berujung pada yang namanya keegoisan untuk memiliki.Yah aku egois ingin memiliki dia secara utuh tanpa pernah membaca dan mengetahu situasi hati dia yang aku cintai.Yang aku pikirin Cuma diriku,perasaan ku,kebahagian ku,dan pengharapan ku padanya yang berlebihan. Disini aku benar-benar terlihat jahat.
Jujur ada rasa sakit saat aku mengetahui ada seseorang yang pernah mengisi hatinya bersamaan dengan aku yang mengisi hatiku untuk dia. Jujur ada perasaan sedih saat membaca kata “Sayang” yang tertuju untuk lelaiku dan saat yang sama, aku juga mengatakan “Sayang”Kepada nya. Jujur aku benar-benar kecewa,namun rasa kecewa itu mungkin lebih seandainya aku tahu bukan sekarang.
Aku mengetahui semuanya baru-baru ini.Tuhan sepertinya begitu sayang sama aku.Sampai dia dengan tidak relanya melihat aku sedih dan kecewa disaat sedang bahagia-bahagianya. Aku tahu semuanya saat lelaki ku merasa perasaan sakit yang amat lebih. Aku tahu semuanya saat lelaki ku merasa amat bersalah. Aku tahu semuanya saat aku sudah benar-benar bisa menerima kenyataan ini.
Sayang...kamu tahu? Kamu dan aku sama-sama perempuan.Kamu pasti sedih melihat lelaki mu sakit karena orang yang dia cintai menyakitinya kan? Sejahat-jahatnya dia kepadamu,kamu mungkin takkan pernah rela lelaki mu dipermainkan perasaan nya oleh perempuan mana pun.Sekalipun kamu merasa sakit juga. Aku pun merasakan hal yang sama.
Aku tak tahu yang terjadi ini apa karma untuk nya,apa balasan tuhan atas semua doa baikku. Aku tak tahu apa mungkin ini memang sudah jalan nya.Aku dan dia sama-sama terluka dengan kondisi yang berbeda.
Hal yang pertama aku lakuin untuk dia adalah memeluknya. Untuk pertama kali nya aku benar-benar bisa memeluk dia secara utuh tanpa embel-embel perempuan lain dihatinya. Aku gak bisa berbuat banyak saat itu.Hal yang aku katakan sama dia hanya “Aku ikhlas,aku gak marah sama kakak...” Cuma itu.Dan memang itu yang aku rasain.
Aku benar-benar bisa memaafkan dia dengan ikhlas dan aku pun sama sekali tidak merasa dia menyakitiku.
Sayang...mungkin kamu marah saat membaca surat ini. Namun aku mohon kamu gak perlu marah dan memikirkan apapun tentang ku. Aku ikhlas,aku ikhlas apapun yang terjadi memang sudah direncanakan Tuhan. Setidaknya dia tak pernah dengan sengaja menyakitiku,dia menutupi semuanya,dia menutupi perasaan nya,dia berusaha membahagiakan ku dengan caranya. Mungkin inilah yang mesti aku terima.Kadar bahagia yang tuhan berikan kepadaku sesuai dengan porsiku.
Aku memaafkan dia,aku mencoba untuk mengulang semuanya dari awal.Aku sudah melupakan semuanya.Seperti dia yang mencoba untuk mulai belajar menganggap aku ada,mencintai ku dari awal,dan membuka lembaran dan cerita baru bersama ku.
Sayang...Apapun yang terjadi dengan aku saat ini.Bagiku adalah sebuah sentilan agar aku lebih membaca pikiran pasangan ku bukan hanya pikiran ku. Apapun yang terjadi dengan ku sekarang tidak lebih sakit dibanding dengan duluh.
Aku bahagia sekarang,,selengkapya lebih terlihat bahagia. Tak aku pungkiri rasa sakit itu ada,namun sedikit terobati karena dia yang membuat aku kuat. Dia memang pernah mematahkan angan ku,namun tak salah kan jika dia kembali memberi angan baru.
Sayang.....Aku gak boleh nangis lagi katamu Aku akan mencoba itu,aku akan berusaha gak nangis lagi untuk sesuatu yang disebut cinta. Mungkin desember in
ini adalah awal aku dan dia memulai cerita lagi. Aku anggap setahun yang lalu adalah masa pendekatan dengan dia,dan sekarang adalah masa aku dan dia merajut cerita yang sesungguhnya. Terimakasih sayangku....Putri widyasari.Aku tahu kamu juga sedang bahagia-bahagia nya bersama pasangan mu.Karena itu aku tak ingin mengacaukan kabahagian mu dengan cerita sedihku.
Cilegon,desember 2014-12-05
Untuk mu adikku putri widyasari Dari kakak mu yang sedang belajar menjadi dewasa :*
Kamu akan lihat, siapa pun kelak perempuan yang kamu temui. Tidak akan ada yang bisa mengerti dan memeluk kekuranganmu sebaik yang aku bisa. — fa
Sungguh, ini bukan tentang peperangan gengsi yang harus terus dimenangkan.. ini bukan tentang rahasia yang harus terus dirahasikan.. Cinta perlu diungkapkan, sebab jika cintamu hanya terus menerus kau simpan dalam ruang hatimu, maka cepat atau lambat perasaan itu akan semakin rumit.
- Satria Utama | Dating Coach Indonesia
Web | Twitter | Info Konsultasi
Visit my path: fasihradiana
Malam ini
by Author
Malam ini aku ingin menangis, sebab aku mencintaimu besar sekali, hingga dadaku tak sanggup menampung kasih. Apa pun yang berhubungan denganmu, menjadikan aku perempuan kecil yang tak mau berbagi, aku tak rela tawamu dilahirkan orang lain, sebab itu aku mencuri hatimu agar hanya aku yang sanggup merawatnya.
Kepadamu, aku jadi seorang pesakitan yang siap membelah nadi siapa pun yang hendak mendekatimu, sebab itu ku paku tubuhku jadi tumitmu. Aku mencintaimu sebesar itu, sayang. Sebesar aku siap jadi pesakitan, dan kau dokter kejiwaan.
http://soloistdanseuse.wordpress.com/2014/08/24/malam-ini/
Dari meja kerja sederhana inilah aku melahirkan banyak hal, diantaranya menulis rencana hidup. Termasuk merencanakanmu berada dalam rencana yang sedang aku tulis.
Bandung, 12 November 2014
AROMA BANDARA DAN SEGALA DEBAR,CEMAS JUGA HARU
Semeja kita berdua sambil saling berpandang. Bersama aroma kopi yang kita pesan. Aku memandangmu haru,ada rasa rindu yang terselip dalam rongga hatiku. Kamu tahu,hari ini adalah hari yang selalu aku tunggu. Tempat ini mengisyaratkan segala rasa.Kamu,haru,debar yang bergemuruh,bahkan gelisah yang mulai jemu.
Sepagi tadi sengaja aku tak mencicipi apa-apa untuk mengganjal perutku. Bahkan air putih hanya sekadar mengisi kekosongan rongga tenggorokan ku. Aku tersenyum memandangmu yang setengah sibuk dengan henponmu. Sesekali kau tersenyum kepadaku,sesekali kamu mengusap punggung tangan ku.
Aku tak pernah berani mengatakan keluh kesah padamu. Karena 2 jam mahal yang kupinta darimu. 2 jam mahal yang kudapat dari sebulan kesibukan mu.
Tak ada yang lebih bahagia selain kecupan yang mendadak mendarat dikeningku. Saat kita jumpa maupun saat kita akan berpisah. Tak ada yang lebih haru dari pelukan yang hanya beberapa detik. Tak ada yang lebih mahal dari 2 jam pertemuan yang menghasilkan berjuta rasa.
Bandara tempat kita bertemu adalah tempat aku melepaskan rasa,peluh,kesah dan segala yang aku rasa. Bandara adalah tempat kita jumpa dan juga pisah. Terimakasih karena sejenak memberikan aku sedikit rasa lega dari beban rindu yang selalu menggelayut disetiap hariku. Terimakasih untuk pelukan yang seperkian detik dan kecupan kening yang selalu mendarat. Terimakasih karena selalu menenangkan perasaan ku dengan mencoba mengingatku bahwa “Kamu ada..kamu disini untuk menemaniku walau hanya 2 jam”
Soeta-November 2014
TERUNTUK WANITA DIBALIK SELIMUT ORANG LAIN
Teruntuk;
Wanita Di Balik Selimut Orang Lain,
Surat ini kutunjukkan kepada wanita-wanita di luar sana yang berada di selimut orang lain. Yang mengagung-agungkan cinta tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain yang telah lama memilikinya. Bagaimana kabarmu? Masihkah bersembunyi menutup rapat rahasia nistamu di balik senyuman yang kau tebarkan?
Masihkah bahagia saat wanita lain di luar sana menangis saat kekasihnya tak lagi mencintainya seperti dulu? Sudah puaskah dengan permainan kelamin yang kau rekam dalam ingatan-ingatan tembok yang menjadi singasana kebahagiaan orang lain? Bahagiakah kau ketika seseorang yang kau cintai teramat tak mengakuimu karena tidak ingin hubungan terdahulunya kandas?
Entahlah apa yang merasukimu. Pembenaran atas apapun yang kau lakukan nampaknya menjadi kitab suci perjalanan cintamu. Kau selalu menganggap, bahwa cinta tidak pernah salah. Kaupun menganggap kau bukanlah satu-satunya pendosa dalam kisah ini. Ya, kau mungkin benar. Ada lelaki di sana. Lelaki yang membuatmu hilang akal, membuatmu buta hingga tak lagi mengenali mana hitam mana putih. Kau dan lelaki itu, memiliki kesempatan untuk memilih. Apakah ini yang menjadi pilihanmu? Jika kau bisa putar-balikan waktu untuk memilih tidak, memilih untuk pergi dan mencari kebahagiaanmu sendiri, bukankah lelaki itu pun tak kan sanggup memaksamu untuk menjalani semua ini?
Mencintai seseorang tidak akan pernah salah, itu hakmu. Tapi untuk memiliki seutuhnya padahal kau tahu kenyataannya ada wanita lain di luar sana yang melingkarkan cincin masa depan dengan lelaki yang kau cintai itu, apakah bisa dibenarkan?
Harga diri nampaknya sudah kau jual murah atas nama cinta. Etika tak ayal seperti dongeng orang tua yang tak lagi kau percaya. Ego nampaknya menjadi pondasimu tuk berjalan. Dosa pun nampaknya hanya sekedar prasasti atas gudang-gudang tua di pelosok desa. Keserakahan adalah sarapan yang harus kau habiskan untuk memulai pagi tiap harinya.
Sudakah puas kau wahai wanita pemilik mahkota kejayaan?
Ketika kau tidak hanya mendapatkan permainan-permainan kelamin dari orang yang kau cintai, tapi juga keseluruhan hati dan hartanya. Puaskah kau ketika ia lebih memilihmu daripada cintanya yang telah usang dengan cintanya yang pertama? Puaskah kau ketika wanita lain menangis dan tersiksa hebat ketika cintanya telah kandas oleh permainanmu yang mungkin tidak diketahuinya?
Sadarkah, kau telah menyakiti sesama wanita?
Wanita, iya wanita. Seperti kau. Sadarkah, kau menyakiti sesamamu? Sadarkah, kau menyakiti hati yang tidak pernah bersalah terhadapmu? Sadarkah, kau telah menghancurkan mimpi-mimpi wanita lain yang ia rangkai satu persatu tiap detiknya dan dalam sedetik pula kau hancurkan itu semua? Detik awal saat kau iya-kan untuk memulai ini semua.
Hargailah dirimu sendiri, wahai wanita. Merusak kebahagiaan orang lain tidak akan membawamu dalam berkahNya. Kau memiliki hak untuk dicintai sepenuhnya, menjadi satu-satunya, diakui, dan dijadikan cinta terakhir. Kau berhak bahagia, ya seperti wanita itu. Ia pun berhak bahagia tanpa terkhianati oleh kejamnya permainan nista dalam selimutnya sendiri.
Pernahkah terpikirkan olehmu, bahwa apa yang terjadi di wanita itu bisa saja terjadi padamu jua?
Tertanda,
Seorang Wanita.
http://iitsibarani.wordpress.com/2013/01/24/teruntuk-wanita-dibalik-selimut-orang-lain/
Semakin banyak aku tahu masalah orang lain, semakin aku bersyukur. Ternyata hidupku itu tergolong bahagia, dan ukuran bahagia itu ternyata bukan materi, status pernikahan, atau fisik. Bahagia itu ya bahagia, tanpa rumusan yang pasti atau kriteria tertentu.
Pelajaran hari ini. (via poeticonnie)