Kenapa? Kaget dunia ini ga seindah bayangan kalian?
Di grup, kalian membicarakan pelecehan seksual seolah-olah itu adalah hal yang baru. Well, itu udah banyak sedari jaman gue bocah. Ya, manusia emang bisa sebejat dan selaknat itu. Lebih jahat dari setan. At least, sekarang mata kalian terbuka bahwa dunia ini gak seindah kisah cinderella.
Oh ya, hanya karena kalian melihat wanita di sekitar kalian nampak baik-baik saja, terlihat bahagia, menjalani kehidupan seperti tidak ada apa-apa, tidak berarti mereka nggak pernah jadi korban.Ā
Mungkin, kalian aja yang nggak pernah tau.
Trus, kalo kalian tau, emang kalian mau apa? Kalian bisa apa? Mengasihani mereka? Terutama Laki-laki, jangan sok jadi pahlawan, kalo saban hari masih bisa ketawa menikmati jokes-jokes seksual :) Gue pernah belajar dan bekerja di tempat yang mayoritas penghuninya laki-laki. I know what kind of jokes you guys are enjoying. Sometimes, even some women enjoy it, too. Forcefully to fit in, or not. Ga percaya?
Korban-korban itu, mungkin aja adalah orang yang kalian kenal. Yang kalian gak tau selama ini ikut bercanda-canda sama kalian. Kenapa Ā sampe gak ada yang tau? Karena menurut mereka, ga ada gunanya ngasi tau. Yah buat apa juga? Palingan kalian cuma anggep itu jokes. Ato lebay. Oh, ato mungkin lagi PMS kali..cari sensasi. ha ha ha.
Boroboro orang lain, kadang keluarga sendiri pun ga percaya. Ah sudahlah.
I know some people who become a victim of sexual abuse. Some of them are pretty close to me.
Mereka tidak meminta belas kasihan. In fact, kalian gak akan pernah menyadari hanya dengan ngeliat hidup mereka dari luar. Kalian ga akan pernah tau, gimana rasanya harus nanggung semua itu sendiri sementara cerita ke orang lain bukanlah opsi. Hidup dengan pikiran āApalagi, cowocowo kan maunya yang masih perawan, bukanĀ ābekas pakaiā.ā meski tau secara teori, mungkin ga semuanya seperti itu. Well, mungkin. Tidak usah sok-sok mengerti.
Pada akhirnya, ada kehidupan yang tetap harus dijalani. Peduli setan, korban apa bukan.
Mungkin kita bisa bertanya sama diri masing-masing.. jangan-jangan, secara tidak langsung, kita semua adalah penyebab semua penyimpangan sosial yang terjadi?