Tidak ada alasan khusus kenapa saya membuat sebuah pesan maupun surat berjudulkan karena. Selain karena ingin di dengar, saya juga ingin bersuara. Tapi ini bukan hanya tentang saya, melainkan setiap orang yang membaca tulisan ini.
Iya, kali ini saya akan mengusung tema tentang karena setiap orang pernah gagal. Gagal tidak berarti condong menuju hubungan, maupun sebuah ikatan abstrak antara kamu dengan dirinya yang mungkin sering sekali membahas perihal masa depan. Namun yang semesta hadapkan adalah kegagalan.
Gagal. Bagi beberapa orang kegagalan adalah momok, aib yang seharusnya disembunyikan rapat-rapat. Tidak perlu diketahui banyak orang, juga sebenarnya tidak perlu dipahami kenapa bisa gagal. Karena takut akan kepedulian yang khawatir bermetamorfosis layaknya bentuk keingintahuan. Benar, aku pernah merasakannya. Kamu juga pasti pernah. Kita semua pernah.
Kegagalan pengaruh terbesar dari alasan seseorang ingin menyerah begitu saja. Tidak percaya kembali akan mimpinya yang begitu nyalang di dalam doa. Tidak menutup kemungkinan, dari gagal seseorang bersua dengan Tuhan. Bukan pilihan, melainkan keterpaksaan.
Seandainya kamu yang sedang gagal, kemudian tulisan ini sampai ke tanganmu, aku hanya ingin memberitahu bahwa gagal itu perlu. Gagal itu hak, meskipun tidak berhak. Gagal itu bagian dari hidup kita. Gagal yang menyebalkan, gagal juga yang menyebabkan. Gagal adalah sumber kita merasa ingin memporak porandakan planning kedepan. Gagal kekejaman paling abadi dalam mata banyak orang.
Gagal juga adalah guru. Gagal yang mengajarkan kita bangkit, gagal yang mendorong kita menangis, gagal yang mematahkan ketidakbenaran, gagal punya peran penting. Karena gagal hanya perlu diterima dengan lapang dada. Semoga kegagalan bisa membuatmu begitu hasrat mengejar keberhasilan.
Ditulis oleh : Venushara.