Menyapaku lagi, layaknya pelangi setelah hujan.
Bagai disuguhkan selembar kertas putih dan bersih.
Kembali kusapa kedatanganmu,
Lalu mulai menari diatasnya.
Membentuk diksi dengan membiasakan kehadiranmu lagi disetiap kata demi katanya.
Belum kunjung tintanya habis,
Ternyata kau lebih memilih berhenti pada kalimat yang belum sempat kau akhiri.
Pada cerita yang belum sempat kau sudahi.
Lagi-lagi kau berhenti menari diatas kertasnya.
Meninggalkan sejuta pertanyaan didalamnya.
Lagi-lagi kau biarkan cerita diatas kertas itu menggantung.
Meninggalkan aku yang seolah-olah tak berarti dibandingkan dengan goresan tintamu.
Kepada pena hitam sudah sempat menari diatas kertas putih yang telah kusediakan saat itu.
Terimakasih sudah meninggalkan jejak manis juga perih disana.
Atas cerita non fiksi indah yang tertera diatas kertas putihku itu.
Atas kata "aku sayang padamu" sembari meninggalkanku.
Atas perjuangan menulis cerita itu.
Semoga, aku tak melupakannya.
Hanya saja, aku tak ingin mengingatnya dengan rasa pilu.