Tonton "sementara - float [cover]" di YouTube
Sementara, hanya sementara~

roma★
d e v o n

titsay
Cosimo Galluzzi

pixel skylines

bliss lane
Cookie Run:Kingdom Official!
cherry valley forever

izzy's playlists!
Fai_Ryy
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Interview Vampire Daily
ojovivo
Sade Olutola

#extradirty
The Stonewall Inn
Today's Document
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
$LAYYYTER
seen from United States

seen from Canada

seen from Germany
seen from Pakistan

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Greece
seen from Russia
seen from Germany
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Brunei

seen from Germany
seen from Germany
seen from Croatia
seen from United States

seen from Canada
@rachmiannursucipertiwi
Tonton "sementara - float [cover]" di YouTube
Sementara, hanya sementara~
Tulisan : Tolonglah Dirimu Sendiri
Kadang kita berusaha untuk selalu menolak apa yang sedang kita rasakan. Alih-alih mengakuinya jika kita memang sedang bermasalah, sedang perlu bantuan, sedang merasa lemah. Kita terus menerus berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa semuanya tidak apa-apa.
Sementara di saat yang sama, tanpa kita sadari, kita tengah memupuk rasa bersalah, rasa penyesalan, rasa lelah, semua perasaan yang membuat hati kita terpuruk tapi dibungkus seolah tidak terjadi apa-apa karena kita tidak ingin membuat sedih dan kecewa orang-orang yang kita sayangi, tapi mereka tak bersedia menerima keluh kesah kita.
Dan disaat yang sama, kita menyakiti orang-orang di sekitar kita tanpa kita sadari. Tanpa kita sadar, perasaan itu telah muncul melalui perkataan kita, sikap kita, dan semua hal yang yang terjadi sehari-hari.
Mungkin banyak orang yang sebenarnya ingin menolong, tapi kita sendiri tak mau ditolong. Tak mau mendengar nasihat. Tak mau menerima kenyataan bahwa keadaan kita memang tidak baik-baik saja, dan kita harus membuat keputusan yang konsekuensinya begitu besar.
Sering kali, kita tak mau membagi beban. Seolah-olah kuat menanggungnya sendirian. Beban itu mungkin tak seberapa bagi kita saat ini, tapi kalau kita menggenggamnya seumur hidup. Apa kita sanggup? Ibarat memegang sebuah gelas, semenit dua menit mungkin kita bisa. Tapi sehari, sebulan, setahun, atau seumur hidup? Tangan kita mungkin takkan sanggup. Suatu saat gelas itu akan jatuh, pecah, berserakan. Karena kita tak lagi kuat menahannya.
Ini bukan tentang seberapa besar beban yang sedang kita hadapi, melainkan seberapa lama kita telah membawanya dalam kehidupan kita. Dan tak pernah kita selesaikan, tapi justru bertambah setiap waktu. ©kurniawangunadi
Dua Amalan untuk Mengatasi Berbagai Masalah dan Mewujudkan Hajat
7 Quick Tips for Changing a Negative Mood
1. Change your environment, or leave the room.
2. Switch your thinking, or redirect your thoughts.
3. Go outside and get some exercise.
4. Listen to the music that usually lifts your mood.
5. Look at those old photographs that always make you laugh.
6. Text or call a friend who’s really going through tough times.
7. Be nice to a stranger – play it forward – and be kind.
Tutorial Jatuh Cinta
Jatuh cintalah pada seseorang yang perasaan cintanya lebih besar darimu. Karena ia akan membuatmu menjadi sangat berharga. Bersedia untuk melakukan hal-hal kecil untukmu, menggendong anakmu saat kelelahan, membiarkanmu tetidur dan ia membereskan rumah, membelamu jika ada orang lain yang menyerangmu, menyediakan makanan-makanan kecil saat kamu malas memasak, dan tidak marah-marah saat kamu menghabiskan uang yang digunakan untuk kebutuhan kalian berdua. Jatuh cintalah pada seseorang yang memiliki cara berpikir yang baik, yang luas, yang terbuka. Karena di dalam pikirannya nanti kamu akan tinggal. Karena cara berpikirnya itulah yang akan kamu hadapi selama kalian bersama. Tentu merepotkan tinggal bersama orang yang ternyata cara berpikirnya mudah menerima hoax, tidak bisa mencerna informasi dengan baik, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, tidak ada keinginan untuk berkembang, tidak punya pendirian yang kuat. Lelah sekali tinggal di pikiran yang seperti itu, bukan? Jatuh cintalah pada seseorang yang mudah diajak berbicara. Kamu tak perlu merasa takut untuk mengutarakan segala isi hatimu, mengutarakan segala penatmu, mengajaknya berdiskusi untuk keluargamu. Tentu tidak enak jika selama bersama, kalian tidak bisa membicarakan hal-hal penting untuk keluargamu. Bahkan, untuk sekedar mengatakan bahwa kamu lelah dan memintanya untuk mengasuh anak sebentar saja, kamu takut. Tak leluasa untuk berbicara. Padahal, memiliki teman bicara seumur hidup yang nyaman itu benar-benar anugrah yang tak ternilai.
Kalau kamu ingin jatuh cinta, tutup sejenak matamu dari hal-hal yang kamu lihat darinya. Rasakan dari hatimu, berpikirkan sejauh mungkin. Seberapa bisa kamu hidup dengan sosok sepertinya. Karena apa yang kamu lihat dari matamu, seperti kecantikan/ketampanan itu akan usang dimakan usia, harta bisa hilang, jabatan bisa lepas. Kalau nanti kamu jatuh cinta, kamu tak lagi takut jatuh ditempat yang menyakitkan karena kamu bisa memilih di tempat seperti apa cintamu jatuh. Hati-hatilah memilihnya. Kalaupun harus menempuh jalan yang panjang dan berliku, tidak apa-apa. Kalau harus menempuh waktu yang lama, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
©kurniawangunadi
““Leave your front & back door open. Allow your thoughts to come & go”.”
—
Overthink can overkill you from inside. Benih pikiran remeh yang awalnya sepele, tumbuh lebat dan besar karena tanpa sadar kita sendiri yang memeliharanya terus menerus.
Kita harus berupaya untuk menjadi “tuan rumah” yang lebih berdaulat atas benak kita sendiri. Menentukan pikiran yang layak dijamu hangat atau harus diusir.
Coba bedakan antara “thinking” dan “having thought”. Memakai akal secara konstruktif atau destruktif? Sedang merancang guna atau marabahaya?
Perlahan, bersikaplah lebih cermat memilih hal-hal yang akan diizinkan untuk mengisi ruang pikiran. Tentukan. Jangan masukkan semua hal. Sesak.
Kenapa? Karena ruang pikiran kita ada batasnya. Terlalu penuh, sering berakhir lumpuh. Berhentilah sejenak. Tak apa. Upayakan purposeful quietness. Pilah hal yang memang penting & bermakna :)
Bismillah, upayakan purposeful quietness !
How to Avoid Over-Thinking
1. When you feel bogged down and you can’t clear your mind, do something physical or get some exercise.
2. Set a time limit for your “thinking time” then make yourself move on to doing something else.
3. Interrupt the thinking process or distract yourself by diverting your attention onto something very different.
4. Stop discussing what concerns you with everyone you meet as you’ll just end up confused, and you won’t know what to do.
5. Accept that uncertainty is part of this life, and we don’t have all the facts, or know what’s further down the road.
6. Throw yourself into a project, a hobby or some work. That will force you to refocus on something else instead.
7. Let your mind go blank and just relax for a while. It will help you see more clearly when you start to think, next time.
[MFA2020] Janji Kemudahan - Achmad Shafiq Bafadhal
[MFA2020] Janji Kemudahan – Achmad Shafiq Bafadhal
Semua orang pasti suka segala urusannya mudah, cepat dan murah. Siapapun itu, untuk keperluan apapun itu. Dan itu tidak hanya terbatas untuk urusan dunia, bahkan untuk urusan akhirat juga kita pasti berharap untuk mendapatkan perhitungan yang mudah. Kita ingin agar Allah SWT menutupi catatan kelam kita sehingga kita dapat masuk ke surga. Tapi mari kita kembali ke dunia kita, pasti semua orang…
View On WordPress
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA?
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Dulu, ketika saya kuliah, saya punya seorang teman wanita. Ia selalu bercerita, bahwa ia sangat mengagumi seorang pria di lingkungan kami.
Ya, pria itu memang tampan, baik hati, murah senyum. Perawakannya tegap, pandai bergaul, dan selalu membantu orang. Pria ini, merupakan idola para wanita, wajar saja jika teman saya terpincut, karena tidak hanya dia, tapi hampir banyak wanita lain juga yang mengidolakannya.
Teman wanita saya, hampir setiap kami ketemu, pasti menceritakan kekagumannya pada pria ini. Jujur saja, saya pribadi, ketika melihat teman saya ini, saya agak pesimis. Berapa besar kemungkinannya, sesorang yang diidolakan banyak orang, menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak terlalu kenal dengannya? Bak seorang artis, dengan seorang fans.
Namun, apa yang terjadi? Beberapa tahun berselang, mereka menjalin sebuah hubungan.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Beberapa bulan berselang, saya kaget mendengar kabar tersebut. Tidak hanya saya, semua orang. Semua sangat yakin, bahwa hubungan mereka akan berjalan baik dan lancar. Bagaimana tidak? Seorang wanita, berhasil mendapatkan orang yang benar-benar ia kagumi, benar-benar ia harapkan, benar-benar ia cintai. Bukankah indah?
Beberapa bulan berikutnya berselang, saya kaget mendengar kabar lainnya. Tidak hanya saya, semua orang. Wanita itu, putus hubungan dengan sang pria yang ia cintai. Bagaimana mungkin? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang ia harapkan? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang sangat ia inginkan?
Singkat cerita, selepas menjalin hubungan. Sang pria sangat senang, mengetahui bahwa ada wanita yang sangat mencintainya sepenuh hati. Karenanya, pria ini ingin membalas perasaan cinta sang wanita sepenuhnya, lebih bahkan kalau bisa. Sang pria, melakukan hal apapun untuk membahagiakan teman saya ini. Menurutmu, ini membahagiakan?
Beberapa bulan berselang, sang pria lebih sering menghabiskan waktu dengan sang perempan, lebih sering mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi sang wanita. Hingga akhirnya, urusan akademik sang pria terbengkalai, kehidupan sosialnya pun mulai terganggu. Tapi, bagi sang pria, tak masalah, selama wanita yang kini menjadi pujaannya ini, merasa bahagia. Padahal, tahukah kamu? Teman saya, ia kehilangan respek pada sang pria.
Bukan, bukan pria seperti ini yang ia harapkan. Bukan pria yang meninggalkan kewajibannya, bukan pria yang meninggalkan teman-temannya, bukan pria yang melupakan urusan akademiknya, bukan. Pria yang ia kagumi, berubah menjadi pria yang tak ia harapkan. Pria yang ia cintai, berubah menjadi pria yang ia benci. Pria yang dulu ia sukai, kini telah berubah. Perubahan pria itu pulalah yang merubah perasaan sang wanita.
Kini, sang pria keluar dari kuliahnya, entahlah menjadi apa, saya tak ingat. Teman wanita saya, tetap bahagia dengan status singlenya, ia tetap menjadi ia yang biasanya. Namun, kisah mereka, menjadi pelajaran yang besar bagi saya.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Bagi saya? Belum tentu. Pasangan yang benar-benar bahagia, bukanlah pasangan yang kita inginkan, melainkan ia, yang kita butuhkan.
Maka, jangan bersedih, jika hari ini, kamu tidak mendapatkan seseorang yang sangat kau impi-impikan. Karena, yang benar-benar tahu bahwa ia adalah yang terbaik, hanyalah Tuhan.
Bukankah yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan?
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA? Bandung, 23 Januari 2018
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA? 😊👍
How can I Achieve Success?
1. Recognise that there are few true overnight successes. Most people get there slowly, over time, through perseverance and hard work.
2. Most (if not all) people grapple with self doubt and insecurity. It’s what you do with those feelings that matters. You either push through them, and ignore your feelings, or you let them rule you and compromise success.
3. Always keep the bigger picture in mind. One or two slips ups – or even one or two disasters – doesn’t mean the game is over. Just get up – and push ahead.
4. Kick yourself out of your comfort zone. It’s natural to feel frightened when you’re faced with the unknown. What if we are rejected? What if we try and fail? These are normal questions that everyone must cope with. But you’ll feel so much better when you try – and then succeed!
5. Start small, be consistent, and keep taking the next step. It takes time to learn the ropes, and to make progress, at the start. Be patient – it’s a journey – and you’ll get there in the end.
6. Seek out role models who have trodden the same path. Closely follow their example, and watch, and learn from them.
For more posts like these, go to @mypsychology
If you like more psychology related infographic, check out @mypsychology.
For more posts like these, go to @mypsychology
TEMA ESAI: INILAH SAYA BAGI KELUARGA DAN KONTRIBUSI YANG TELAH, SEDANG DAN AKAN SAYA BERIKAN UNTUK INDONESIA
Saya mengambil studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dikarenakan sekolah dasar merupakan tingkatan satuan pendidikan paling dasar untuk setiap generasi yang akan melanjutkan masa depan bangsa. Dimana saya dapat mengembangkan pendidikan Indonesia agar lebih baik dengan mempelajari bagaimana perkembangan peserta didik di tingkat sekolah dasar. Karena pada dasarnya, konsep pendidikan itu adalah pedagogik. Pedagogik merupakan usaha pembentukan generasi muda agar menjadi manusia berbudaya yang mampu mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.
Saya aktif dalam organisasi Pembinaan Anak-Anak Salman sebagai anggota divisi Mentoring Sekolah Dasar dimana saya berperan sebagai mentor relawan bagi anak-anak usia sekolah dasar yang memiliki tujuan menciptakan generasi yang dekat dengan Allah SWT juga berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadits (As-Sunnah). Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun ide-ide untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan yang terjadi di masyarakat kini khususnya anak-anak usia sekolah dasar dan pendidikan dasar di tingkat regional, provinsi, dan nasional. Selain organisasi tersebut, saya aktif dalam organisasi kampus UKM Belajar Al-Qur’an Intensif sebagai anggota Departemen Informasi dan Komunikasi dimana saya mengasah kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik juga diiringi dengan belajar Al-Qur’an secara Intensif.
Dalam mewujudkan kontribusi untuk memberikan pendidikan, saya telah sempat berkontribusi dengan cara terlibat langsung di masyarakat khususnya mengajar di sebuah panti di kota Bandung. Dalam kegiatan mengajar ini, saya dituntut untuk terus menggali berbagai macam ilmu agar pembelajaran yang saya berikan bisa diterima dengan baik oleh anak-anak panti.
Berkat ilmu dan pengalaman yang didapatkan, saya menyadari bahwa menjadi guru itu tidak mudah. Banyak sekali hal yang perlu saya lakukan lebih dari sebelumnya serta mendorong saya untuk lebih banyak belajar berbagai hal. Dengan begitu, perlu diadakannya pelatihan-pelatihan untuk guru maupun calon guru yang profesional. Diharapkan juga setelah dilakukannya pengembangan sumber daya manusia tersebut, pengelolaan pendidikan di Indonesia bisa dikelola dengan baik juga sistem pendidikan ke depannya akan lebih baik.
Oleh sebab itu di masa mendatang selain ingin menjadi seorang guru yang dapat memfasilitasi juga membimbing peserta didik dengan baik, saya berharap bisa membangun suatu sekolah yang memiliki sistem pendidikan yang mengedepankan kecerdasan majemuk siswa, sekolah yang menyenangkan bagi siswa dengan pembelajaran yang bermakna serta penanaman tauhid bagi siswa. Karena kecerdasan setiap individu itu berbeda-beda, sekolah yang menyenangkan pun akan lebih bermakna bagi siswa dan tauhid merupakan hal yang paling mendasar bagi pribadi anak.
Kalaupun memang nantinya takdir tersebut tidak berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Maka saya ingin mengikuti program Indonesia Mengajar untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dalam hal mengajar juga mengetahui bagaimana keadaan perkembangan pendidikan di Indonesia khususnya di daerah pelosok Indonesia. Setelah mendapatkan pengalaman tersebut, maka saya akan mencoba membantu lingkungan sekitar saya dan membagikan ilmu yang saya miliki untuk masyarakat sekitar. Visi ini sedang dalam masa pematangan konsep, saya nantinya ingin bekerja sama dengan rekan yang juga memiliki visi yang sama demi terciptanya generasi yang ideal dan berakhlak. Apabila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan berkomitmen untuk menjadi mahasiswi berprestasi yang berwawasan global.
#BEASISWABAZMAPERTAMINA