Tepat hari ini adalah hari pendidikan nasional. Hari dimana banyak postingan, pada sosial media, banyak doa-doa yang dipanjatkan agar pendidikan di indonesia menjadi lebih baik. Saya mengucapkan selamat hari lahir untuk bapak pendidikan indonesia bapak Ki Hajar Dewantara dimana hari lahirnya selalu kita peringati sebagai hari pendidikan nasional.
“Setiap orang menjadi Guru, setiap rumah menajdi sekolah” -Ki Hajar Dewantara
Guru yang sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa hanya menjadi gelar yang sepertinya sering kita dengar terucap dari kalimat pejabat maupun masyarakt. Tapi sebgai seorang pahlawan, guru sering kali mendapat tekanan. Mungkin kalian juga mengetahui banyak media yang memberitakan kasus guru dengan siswanya. Bahkan ada yang sampai dipenjarakan. Saya pribadi jadi mempertanyakan makna pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Saya juga menemui guru guru yang direpotkan masalah administrasi seperti RPP, Program tahunan, Program Semester, pembuatan soal ujian, Akreditasi sekolah dll. Akibatnya, guru sudah cape dan stress duluan sehingga ketika mengajar di kelas dengan mood yang tidak baik. Pertanyaan selanjutnya muncul adalah bagaimana proses pembelajaran bisa menjadi menyenangkan jika guru nya saja tidak senang karena sudah cape duluan dengan urusan administrasi?
Itulah mengapa menurut saya GURU PERLU MERDEKA. Yah, merdeka dalam belajar ataupun mengajar.
Guru perlu diberi keleluasaan dalam belajar. Guru perlu diberikan kesempatan belajar dimanapun. tidak terpatok pada program atau pelatihan yang diadakan dari pemerintah yang pada akhirnya latihan administrasi lagi. Sedangkan dalam metode belajar mereka tidak diberi kesempatan atau bingung harus belajar dimana.
ini sih poin yang pengen saya fokuskan mah. Alih alih RPP adalah perencanaan pembelajaran tapi lembaran lembaran itu hanya bentuk formalitas yang wajib dikumpulkan oleh guru. Guru sendiri sering direpotkan dengan format RPP yang berbeda, dan berubah-ubah, sehingga guru fokus pada penyesuaian dengan format bukan isi/konten perencanaan pembelajaran itu sendiri. Ketika guru menjalanakan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan RPP guru pun ditegur. Belum lagi kalo guru berinovasi dan menerapkan metode pembelajaran yang berbeda malah dipertanyakan keefektifan dari metode yang diterapkan. Pada akhirnya, menggunakan ceramah lagi ceramah lagi huft.
Sebenarnya konsep dari GURU MERDEKA BELAJAR ini disampakan oleh perintis Komunitas Guru Belajar yaitu Ibu Najelaa Shihab Beliau menyampaikan ada 3 hal yang diperlukan Guru agar bisa merdeka belajar yaitu
Komitmen dengan tujuan belajar. Tujuan belajar yang telah disepakati dengan pelajar. Namun pada praktiknya ini sangan sulit dilakukan karena komitmen terhadap tujuan ini akhirnya bergeser kepada komitmen terhadap cara. Alih-alih bertujuan membelajarkan suatu materi untuk bisa diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari berubah menjadi siswa bisa mengerjakan ujian dengan benar. Karena ujian itulah cara yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan di kita. Jadi guru perlu membedakan mana cara mana tujuan.
Guru harus bisa mandiri. Guru harus mempunyai kendali penuh atas pembelajaran yang hendak dilaksanakan. Kemandirian ini juga membuat guru fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Guru bisa memetakan kondisi kelas, menerapkan metode sesuai kebutuhan siswa di kelas tersebut. Semua itu dilakukan untuk mencapai tujuan belajar yang telah disepakati bersama dnegan siswanya.
Hal yang menurut saya penting tapi jarang dilakukan dalam praktiknya. Biasanya yang saya temui adalah orang orang yang mengeluh karena kondisi kelas yang sulit diatur atau bahkan terlalu diam. Menurut saya gur perlu evaluasi setelah pembelajaran selesai. Pertanyaan pertanyaan sederhana seperti “apakah metode/cara belajar yang diterapkan sudah membuat anak senang belajar?” atau “apakah metode yang kita pakai membuat siswa mudah memahami suatu mater?” dll. Proses refleksi inilah yang membuat guru melakuan perbaikan berkelanjutan dalam pembelajarannya setiap waktu.
Dalam hari pendidikan nasional ini saya ingin mengenalkan suatu konsep yang saya sendiri masih belajar untuk menerapkannya dan mengajak teman teman semua untuk jadi GURU YANG MERDEKA BELAJAR. Saya ingin tutup dengan kalimat yang disampaikan oleh bu Najelaa Shihab
“Dunia sebagian besar anak Indonesia hanya sebatas ruang kelas. Mimpi mereka sebatas tinggi tangan untuk menjawab pertanyaan gurunya. yang kita inginkan adalah anak anak memiliki aspirasi tinggi, mimpinya melampaui langit, melampaui batas ruang kelas. Hanya terjadi saat anak anak merdeka belajar”
Sumber : bit.ly/VideoNobarMB