Sendiri dan menyalahkan diri sendiri
Menangis, menangisi apa yang harusnya tak perlu ditangisi
Kebingungan ketika jawaban itu ada dan mudah untuk ditemukan
Sepi ketika terlalu banyak orang disekeliling
Memusingkan ketika terlalu ramai
Marah padahal begitu jelas itu hanya lelucon,dia ingin aku tertawa
Menjauh ketika tangan itu nyaris sampai digenggaman
Tetap acuh ketika sebenarnya harus sudah akrab
Mengeluh ketika sebenarnya tidak melakukan apapun
Diam ketika sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang harus ditanyakan
Tidak ada apapun yang harus dipaksa
Tidak ada yang harus digugat
Tidak ada yang harus disesali
Tidak ada yang pernah tahu apa itu dan harus apa setelah ini
Seperti gunungan es yang tak ingin kenal matahari
Terlalu egois, bahkan dalam urusan kebahagiaan
Terlalu naif, padahal tak serumit yang dipikirkan
Dalam teori sepi itu sendiri tapi bukan itu yang dimaksudkan
Memahami diri sendiri dan mengerti apa maunya hati akan membuat kita tak
perlu mengenal apa itu sepi