“Dear, jika kamu tidak bisa memenuhi komitmenmu yang telah kamu buat sendiri terhadap Quran, jangan harap kamu bisa memenuhi komitmen apapun dalam hidupmu dengan baik”
— apalagi menuntut komitmen dari orang lain

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
occasionally subtle
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear

gracie abrams
Cosimo Galluzzi

Jimmy Eat World

Love Begins

PR's Tumblrdome
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
★
official daine visual archive

bliss lane

Kiana Khansmith
Mike Driver

blake kathryn
almost home
macklin celebrini has autism
Game of Thrones Daily

seen from Greece
seen from Saudi Arabia

seen from Saudi Arabia
seen from Iraq

seen from United States
seen from Ukraine
seen from Bolivia
seen from Ukraine

seen from Venezuela

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Germany
seen from Colombia

seen from Saudi Arabia
seen from Vietnam
seen from Malaysia
seen from Iraq
seen from Vietnam

seen from Türkiye
seen from Ukraine
@rasyidridho3
“Dear, jika kamu tidak bisa memenuhi komitmenmu yang telah kamu buat sendiri terhadap Quran, jangan harap kamu bisa memenuhi komitmen apapun dalam hidupmu dengan baik”
— apalagi menuntut komitmen dari orang lain
Catatan si Bungsu
Kadang, menjadi bungsu itu menyebalkan
Usia yang dihabiskan tidak dipungkiri lebih sedikit, begitu pula dengan usia yang dihabiskan dengan orangtua. Maka memori-memori itu juga lebih sedikit. Cerita-cerita bersejarah itu hanya terdengar, minim disaksikan secara langsung.
Saya lahir, bapak sudah menjadi anggota dewan, rumah sudah berada di komplek dinas. Belum selesai sekolah dasar, bapak sudah pensiun. Berselang dua tahun, ketika bapak lebih sering berada di rumah, saya masuk pondok. Hingga melanjutkan ke sekolah berasrama selanjutnya, bapak masih menyempatkan sesekali menjenguk sebentar. Sekitar kelas sebelas, bapak sudah tidak pernah menjenguk. Penyakit sudah memaksanya untuk menghabiskan sebagian besar waktu beristirahat. Ketika bapak sudah tinggal berbaring, saya justru masih penuh dengan mimpi, menggebu mengejar pendidikan di tempat lain. Namun dalam beberapa keputusan penting, bapak masih memainkan peranan dalam perjalanan saya, SMP, SMA hingga kuliah.
Kadang menjadi bungsu itu menyebalkan,
Apalagi ketika kamu berasal dari keluarga dengan saudara yang banyak, atau jarak usia yang terpaut jauh
Orangtua semakin menua, kakak-kakak mulai mapan, dan kamu masih belajar.
Kesempatanmu untuk membanggakan orangtua lebih sedikit, jika kesempatan itu sebanding dengan rentang usia. Kamu yang paling belum dewasa, ketika kedewasaan dijelaskan dengan pengalaman yang seiring dengan waktu.
Maka ketika dibutuhkan, kamu yang paling belum bisa melakukan apa-apa. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan hanyalah belajar sebaik mungkin, karena itu masamu, dan kamu tahu itulah yang kemudian akan membanggakan semua orang.
Bertemu dan mengambil pelajaran dari generasi tua menjadi sangat berharga. Kadang,bungsu bahkan berpotensi tidak bertemu dengan kakek dan nenek, warisan nilai itu didapatkan secara tidak langsung. Jarak generasi yang paling jauh, kadangkala menyebabkan jarak yang lain; bahasa, komunikasi, zaman, pendekatan.
Untuk kalian, anak-anak dengan rentang usia yang lebih dekat,
Bersyukurlah, kalian punya cerita lebih banyak untuk diwariskan.
Jika merasa tidak demikian akibat kondisi dan situasi, maka manfaatkanlah dengan baik kesempatan yang ada
Untuk kalian para bungsu,
Maksimalkanlah sebaik mungkin kesempatan yang lebih sedikit itu
Jika merasa sudah cukup maksimal, bersyukurlah dan jangan bosan
Iya, memang semua hal ini kondisional, tidak bisa digeneralisir, kondisi setiap keluarga berbeda, kondisi setiap anak berbeda.
Tapi izinkan untuk sekarang kami (saya dan siapapun yang mungkin merasa senasib) mengasihani diri. Akan ada masa kami bersyukur dengan sangat
Pada akhirnya, penghiburan terbaik bagi seorang anak yang ditinggal orangtuanya Tidak lain adalah amal baik dari dirinya sendiri
*****
Banyak cerita beredar tentang keluarga kami, bagaimana bapak dikenang sebagai ayah dari 10 bersaudara
Tapi itu hanya sekelumit cerita tentang bapak,
Bapak punya puluhan tahun cerita penuh teladan dibaliknya, yang mungkin minim orangtahu. Apalagi generasi muda seperti saya, yang jauh dari sejarah perjuangan masa lalu.
Banyak yang baru terungkap setelah bapak pergi; kezuhudannya, kesederhanaannya, ketegasannya, pemikiranny dan segudang teladan lain. Kisah-kisah penuh nasihat untuk generasi muda seperti saya; yang sering terlalaikan oleh ambisi dunia, penuh idealisme dan cita-cita namun sedang duduk diam karena realita, mahasiswa yang masih berada di anak tangga awal perjuangan kehidupan.
Semoga kita bisa sama-sama mempelajari dan meneruskan semangat kebaikannya
*****
“Kalo Himmah pindah sekolah, komitmen sama Qurannya gimana?” yang mengantarkan saya untuk giat mengikuti rumah tahfidz ketika liburan pada masa SMA. Padahal sekolah tujuan merupakan sekolah dambaan banyak orangtua, namun ia masih enggan karena khawatir hafalan Quran saya kurang terjamin. Hingga saya berhasil menyelesaikan hafalan quran sebelum lulus. Harapannya untuk anak-anaknya, karena ia tahu memasuki masa kuliah akan sangat sulit untuk fokus kepada Quran.
“Duduknya yang tegak, biar badannya ga bongkok”
“makannya dijaga, biar kesehatannya terjaga pas tua”
“Jangan baca komik terus! Udah murojaah belum?” ketika masa kecil saya dihabiskan untuk membaca novel. Teringat ada novel saya yang dirobeknya karena ketahuan membaca sehabis maghrib, waktu yang seharusnya dipakai untuk membaca quran.
“udah, ke Undip aja” jawaban singkatnya ketika beberapa pilihan hadir di depan mata untuk meneruskan pendidikan. Alhasil disinilah saya, satu-satunya anak yang meneruskan jejak di almamaternya dulu. Sayangnya, ia tidak sempat untuk melihat saya lulus darinya
“Bangunlah ketika orang lain masih tidur, berjalan ketika orang lain masih bersiap, dan larilah ketika orang lain masih berjalan”
Dan selanjutnya, yang membantu untuk kembali berdiri lagi adalah warisan dan kenangan terbesar bersama bapak, Quran.
*foto-foto kenangan bapak kurang lebih; lagi ngemong anak, ngaji, silaturahim
Allahummarhamhu
Allahummagfirlahu war hamhu wa’afihii wa’fu’anhu
Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shagiira
Teruslah tersenyum. Karena barangkali, senyummu yang cerah itu menjadi alasan banyak orang untuk tetap berjuang kembali. Barangkali senyummu yang tanpa paksa itu bisa membuat banyak orang sadar bahwa di bumi, banyak sekali kebahagiaan.
Teruslah tersenyum walau hatimu retak. Teruslah tersenyum walau jiwamu hampir hancur. Teruslah tersenyum walau tubuhmu lelah.
Senyumlah yang bisa membuat semuanya tetap baik-baik saja. Bukan hanya 'terasa' baik-baik saja, tapi 'benar-benar' baik-baik saja.
Senyumlah, karena itu adalah kekuatan. Senyumlah, karena itu adalah ibadah yang paling mudah. Senyumlah, sekitarmu butuh itu.
Senyumlah :)
Kairo, 4 Februari 2020 || 20.17 clt
Sesiap hatimu mencintai dan menerima dia yang datang, maka seharusnya sudah lebih siap jika harus berpisah dengannya. Ikhlas itu tidak akan terpisah dari menerima kehadiran dan menerima kehilangan, bukan salah satunya. Bahagia itu terletak pada syukur, entah kedatangan atau kehilangan, karena kamu pun dahulu berawal dari kehadiran, dan akan berakhir dengan kepergian, sebuah kepastian. Mari meluaskan hati untuk setiap kebahagiaan dan kesedihan yang datang silih berganti. Aku, yang berharap surgaMu, namun syukurku yang masih sering terkubur. Wahai hati, melembutlah.
@jndmmsyhd
Cinta Itu Tanpa "Tapi"
Jika cinta berada dalam koridor kebenaran dan kepatuhan kepada Allah, maka cinta menjadi mutlak tanpa “tapi”. Sebab prinsip cinta dalam mencintai Allah—dan segalanya yang berhubungan dengan Allah—adalah “kami dengar dan kami taat”. Itu loyalitas cinta.
Jika cinta yang dimaksud adalah selain dari itu, maka “tapi” menjadi mungkin. “Tapi” harus digunakan untuk merujuk kepada standar kebenaran dan kepatuhan kepada Allah.
Jika mencintai manusia, tapi maksiat kepada-Nya. Jika mencintai manusia, tapi melupakan-Nya. Jika mencintai manusia, tapi menduakan-Nya. Jika mencintai manusia, tapi tidak bertambah ilmu-Nya. Jika mencintai manusia, tapi tidak menurut terhadap syariat-Nya.
Tak ada cinta yang berjalan di atas titian rabbaniyah dengan “tapi”. Cinta kepada-Nya itu akan selalu tanpa “tapi”. Itulah mengapa cinta yang hakiki itu akan selalu tanpa “tapi”, termasuk cinta kepada manusia.
Cari orang yang mencintaimu tanpa “tapi” dan jadilah orang yang mencintai tanpa “tapi”.
Hukum Relatifitas
Cantik relatif,
Ganteng relatif
Pintar relatif,
Kaya relatif,
Putih relatif,
Hitam relatif,
Ya, didunia ini semuanya relatif
Karena kita mengukurnya dengan ukuran ukuran akal dan teori ilmu manusia yang rendahan .
Kita tak akan pernah puas untuk menggapai kesempurnaan sekalipun ia adalah hal yang mustahil .
Tapi apalah daya, itulah tabiat manusia
Memang benar nyatanya, penilaian mutlak itu hanya dari Allah adanya .
Yang sayangnya tak pilih kasih
Yang ampunanya luas tak bertepi
Yang meberi rizki tanpa harus berbalas budi
Teringat sebait dua bait perkataan salafus shalih terdahulu :
رضا الناس غاية لا تدرك
و رضا الله غاية لا تترك
فاترك ما لا يدرك
و أدرك ما لا يترك
“Ridho manusia merupakan tujuan yang tidak bisa diraih, sedangkan ridho Allah merupakan tujuan yang tidak boleh ditinggalkan, maka tinggalkanlah apa yang tidak bisa diraih, dan raihlah apa yang tidak boleh ditinggalkan.”
Layaknya sebuah lukisan, biarlah kekurangan dan kelebihan yang kita miliki menjadi sebuah gradasi warna dalam kanvas kehidupan fana ini .
yang tanpanya, warna warni indah itu akan nampak datar dan terlihat membosankan .
Maka bersyukur pada-Nya atas apa yang telah Ia beri adalah cara terbaik untuk menikmati lukisan kehidupan tadi .
Semoga aku, kamu dan yang lain
Dapat terus berbuat baik tanpa harus merasa paling baik .
kawanmu,
Rasyid Ridho .
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُون
Artinya: “Dan jika kamu mngikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan mnyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.” (QS. al-An’aam : 116)
CINTA pastinya membutuhkan banyak pengorbanan dalam setiap langkahnya.
Lalu, berapa manusia yg mengaku mencintai Al Quran dan berapa manusia yg berkorban, membuktikan cintanya pada Al Quran?
Terkadang hati ini malu, bahkan ngilu ketika terlalu terpaku bahkan tenggelam dengan pekatnya dunia.
Barangkali bukan kita yang tidak punya waktu untuk membersamai. Tapi mungkin Al-Qur'an sudah tidak ingin kita membersamainya. Sehingga hati kita dibuat lalai untuk membacanya
Jika hatimu bersih, tentu kau tidak akan lelah untuk membaca Al-Qur'an (Usman Bin Affan radhiyallahu ‘anhu)
Selfrimender:“
Tulisan : Orang yang Tepat
Kalau kamu merasa kamu pendiam, mungkin itu hanya karena kamu belum bertemu dengan orang yang tepat untuk kamu ajak bicara. Kalau kamu sangat pemalu, mungkin itu hanya karena kamu belum menemukan lingkungan yang tepat untuk menjadi ruang yang nyaman bagimu agar kamu bisa menjadi dirimu sendiri. Kalau kamu merasa kamu kurang dalam segala hal, mungkin kamu belum bertemu dengan orang yang lebih kurang darimu, atau bisa juga orang yang mengagumimu pada hal-hal yang selama ini kamu keluhkan.
Seringkali, segala kekhawatiran kita terjadi kita hanya belum bertemu dengan orang yang tepat. Segala persepsi kita tentang diri sendiri itu hanya lahir dari pikiran kita, bukan orang lain. Sehingga, bertemu dengan orang yang tepat memang sebuah hadiah yang tak ternilai.
Orang yang tidak hanya bisa membuat kita menjadi diri sendiri, melainkan orang yang sekaligus bisa menjadi lingkungan yang kita bisa tinggali. Hidup dalam lingkungan tersebut, nyaman memang. Tapi, zona nyaman yang membuat kita terus tumbuh tentu lebih baik daripada kita harus keluar darinya kan?
Kalau kita tidak atau belum juga menemukan orang yang tepat tersebut, bukankah tidak ada salahnya kita berusaha untuk membuat diri kita menjadi orang yang tepat untuk orang lain?
:)
©kurniawangunadi | yogyakarta, 21 september 2017
Memulai, menjalani, dan mengakhiri sama-sama tidak ada yang mudah. Untuk itu, berdoalah lebih banyak untuk meminta kekuatan, kesabaran, dan segala hal yang berguna untuk menghadapinya. Sebab, perjalanan ke depan tidak pernah dijanjikan akan semakin mudah.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Aku sama sekali tidak merasa lebih baik dari kalian, sungguh. . Aku pula tidak merasa lebih pintar dari kalian, bahkan mungkin jauh lebih bodoh. . Aku tak bermaksud mengguruimu, ilmu ku tak begitu cukup untuk hal itu. . Aku hanya ingin kalian menganggapku sebagai SAHABAT. . Sahabat yang saling mengingatkan satu sama lain tanpa merasa lebih hebat dari yang lain. . Maaf jika aku terlalu cerewet mengingatkan mu tentang agama. . Aku hanya ingin ada yang mengingatkan ku ketika aku jauh dari agama. . Bila aku mulai jauh dari-Nya. . Ingat kan dan bawa aku kembali pada-Nya. . Kontribusi oleh @dinarizd . Buat dapetin dakwah islami dalam bentuk video tausiyah dan film pendek dari dije, silakan subscribe channel youtube: duniajilbab + tap link : https://youtube.com/duniajilbabindonesia ya, ukhti. ^^
Dije telah aktif sharing berdakwah via youtube. :) #duniajilbab #remajaislami
Mentari yang kita lihat adalah mentari yang memantapkan pandangan pasukan Badar, dan mengaburkan mata pasukan Quraish. Mentari yang menghangatkan madinah, dan memenatkan benteng-benteng khaibar. Langit yang menanungi kita, ialah langit yang mengabadikan kisah-kisah heroik para ksatria muslim membuka timur jua barat bumi, dan pula langit yang sama yang menyaksikan gagak-gagak turun memakan mayat busuk pasukan salib di Hittin. Kita masih hidup di bumi yang sama, bumi yang mengabarkan pada kita bahwa kezaliman takkan bertahan lama. Bumi yang jadi saksi bahwa kebenaran akan selalu jadi pemenang di akhir cerita. Maka, masihkah engkau berburuk sangka pada Allah?
@edgarhamas (via edgarhamas)
Ketika kamu silau dengan begitu hebatnya orang-orang meninggalkan shalat malah bisa kaya raya mengumpul harta, bacalah Qur'an; disana kamu akan tahu betapa Qarun pemilik harta bergudang-gudang itu bisa sekejap lenyap ditelan bumi. Kalau kamu takjub melihat orang lalai dari tuhan tapi bisa punya kendaraan mewah, bacalah Qur'an; disana kisah Firaun terbentang, mengejar Musa dengan kereta emas, lalu sedetik kemudian ditelan air samudera, bersama kendara kebanggaannya. Dunia hanya tempat menumpang. Carilah akhirat jangan lupa dunia, bukan sebaliknya. Membaca Al Quran akan menetralkan tujuan itu, ketika silau megah alam fana ini mengaburkan pandangan kita, Kitab suci itu kembali menggiring kita pada titik nol kesadaran sebagai hamba.
@edgarhamas (via edgarhamas)
Mungkin ada beribu alasan agar kau bisa mengobrol dengan si dia, yang diam-diam kau suka. Berbagai sosial media si dia, kau ikuti agar selalu bisa memantau apa yang sedang dia lakukan. Meski tak berkomentar, tapi hati sudah bahagia rasanya, bisa melihatnya. Tapi seringkali hati pun terbakar cemburu ketika kau dapati si dia bersama orang lain, entah dari fotonya atau dalam kesehariannya. Apalah daya, statusmu hanya sebagai secret admirer yang diam-diam menyimpan perasaan. Kau ingin dimengerti, siapalah engkau. Kau ingin disapa, siapalah engkau. Yang bisa kau lakukan hanyalah sebatas stalking. #sedih “Cobalah sedikit memahami bahwa untuk mencoba mengobrol denganmu itu butuh keberanian atau alasan.” Haruskah kau berpikiran seperti itu? Seharusnya, bila posisimu sebagai wanita, kau bersyukur bila si dia cuek, tak terlalu merespons, tak banyak cakap, tak mengajakmu mengobrol terlalu intens. Berbenah dan berbaik sangkalah, dengan dia melakukan itu, berpikirlah Allah sayang padamu. Allah tidak ingin kau terbawa bujuk rayu setan yang menyesatkan perasaan. Lalu saat kau bisa mengobrol lebih intens, pastinya tak hanya sekali obrolan itu berlangsung, keesokan harinya atau hari selanjutnya hati pun ada keinginan lagi dan lagi karena hati sudah dimabuk kasmaran. Beristigfarlah sahabat, agar hati terlindungi dari godaan setan (zina). Bersyukurlah kau dijauhkan dari rasa sakit yang sebenarnya kau sendiri yang menciptakannya karena diam-diam mencintai dia yang belum halal bagimu. Sahabat, sudah sepatutnya kau kontrol hati itu agar tidak liar, tidak dikuasai nafsu, agar tidak tenggelam dalam bujuk semu. Sabarkanlah hatimu sahabat. Isi hati dengan hal-hal yang bermanfaat.
__ “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain DIA. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” (Imam Syafi'i)
Yuk, saling berbagi kebaikan. Tag sahabatmu. Semoga bermanfaat. 😊
Jangan lupa ➡ #selangkahpadamu Gabung yuk di Line ➡ Cek bio @SelangkahpadaMu
Menempuh pendidikan 3 - 6 tahun itu bukan waktu yang lama dan tak terasa, yang terasa itu ketika kita lulus dan tak mendapat apa apa
karena mata air keluar dari tanah yg bergolak. tak semudah itu menjadi mata air yg menyebarkan kebaikan. disitu ada perjuangan. juga ada kekuatan besar bernama kesabaran.
Dibalik film Rudy Habibie (via muhammad--adil)
Hafal 30 juz itu bukan barometer keshalihan seseorang. Karena sesungguhnya keindahan Al Qur'an tidak terletak dalam hafalannya melainkan dalam keindahan sikapnya
Dia yang sejati Diam diam tetap slelalu menanti
Dia yg sejati Tetap merayu kpda Sang Ilahi walau pujaan hati tak mngehetahui maksd diri.
Dia yang sejati Tetap diam-diam mendoakan kebaikan sang pujaan hati Meski dari kejauhan namum dalam senyap tampa henti slalu bersyair lirih❤
Dia yang sejati Tak pernah berhenti menata diri menyambut datangnya sang pujaan hati.
Dia yang sejati Tetap diam-diam mengikuti mencari kabar kesana kemari meski hasil akhir slalu mengkhianati
Dia yang sejati Tak pernah kenal lelah walau keadaan memksa untuk berpasrah
Krn yg Dia yg sejati tidak akan dtng dgn sendiri tmpa sebuah perjuangan diri dan doa kpd Sang Ilahi 😊 . . Contributor by @fatimahdarmarizkii | #islamiQpedia . . . kontribusi oleh @islamiqpedia #duniajilbab