Hiduplah dengan bahagia, torehkan dalam tulisan. Dan kembalilah bersama kenangan.
Bismillah.
Tangsel, 21/feb/2025.
Stranger Things
NASA
untitled
art blog(derogatory)
No title available
Noah Kahan

Discoholic đȘ©
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
trying on a metaphor
No title available
I'd rather be in outer space đž

Kiana Khansmith
tumblr dot com

No title available

â
ojovivo

gracie abrams
No title available

izzy's playlists!
EXPECTATIONS

seen from New Zealand

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Belgium
seen from United States

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Greece
seen from Canada
seen from China
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Colombia

seen from Singapore

seen from Sri Lanka

seen from United States
@refresty
Hiduplah dengan bahagia, torehkan dalam tulisan. Dan kembalilah bersama kenangan.
Bismillah.
Tangsel, 21/feb/2025.
My stress relief - Gabin kacang hijau & Tape keju.
Masih ingat tentang kisah anak kecil yg nangis saat diminta buka kerudung untuk diperiksa dokter? đ Nah, sebenarnya penekanan pendidikan seks dalam Islam kepada anak dimulai dari pemahaman konsep aurat dan rasa malu, mahram dg bukan mahram, sehingga ke depannya terbentuk perilaku interaksi dg lawan jenis yg sesuai syariat, dan mampu mengelola gharizah nau/naluri seksual agar sesuai dg syariat Allah . Bukan seperti konsep pendidikan seks ala barat yg justru malah membangkitkan gharizah nau/naluri seksual lebih awal dan membiarkan penyaluran-penyaluran yg bertentangan dg syariat serta tidak memuliakan wanita đ« . Begitulah Islam turun sebagai petunjuk untuk menjaga kehidupan manusia. Mengikuti syariat maka maslahat yg akan kita dapat, mengingkari syariat maka kebinasaan dan mudharat yg pasti akan kita dapat
âHe will give you [something] better than what was taken from you, and He will forgive you; and Allah is Forgiving and Merciful.â- Surah Al-Anfal, verse 70
Empat Hal Penghambat Rezeki
Pertama, Tidur Pagi.
Kedua, Sedikit shalat.
Ketiga, Malas-malasan.
Keempat, Sifat Khianat.
(Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma'ad, 4:378)
Rasa-rasanya kayak headshoot gtu :â
:âââ
Selamat pagi. Semoga hari ini âakuâ menjadi diriku sendiri, âcintaâ kita semakin bermakna, dan âkamuâ tetap yang teristimewa.
Terima kasih
Terima kasih sudah mengajakku pergi jauh,
meski kamu sempat ragu dengan dirimu sendiri
tapi kamu percaya padaku.
Terima kasih sudah berbagi meski kamu khawatir
sebab tidak merasa memiliki apa-apa untuk dibagi denganku
selain kekhawatiranmu.
Terima kasih telah membaginya
sehingga aku bisa melihatmu tersenyum lega
dan melangkah ringan sambil tak lupa menggenggam tanganku.
Yogyakarta, 14 Februari 2017 | ©kurniawangunadi
đ
SALAH LIHAT
Jangan lihat mobilnya semewah apa, tapi lihat kemana mobil itu membawanya.
Jangan lihat sebanyak apa hartanya, tapi lihat seberapa banyak yang dia bagikan kepada orang-orang.
Jangan lihat sebanyak apa uangnya, tapi lihat seberapa bersih dia mendapatkannya.
Jangan lihat seberapa cantik atau tampan rupanya, tapi lihat seberapa kuat dia menutup auratnya.
Jangan lihat tinggi jabatannya, tapi lihat sebermanfaat apa dirinya.
Jangan lihat seberapa panjang gelarnya, tapi lihat seberapa banyak ilmu yang dibagikannya.
Jangan lihat nilai ujiannya sebesar apa, tapi lihat proses pengerjaannya.
Jangan lihat seberapa banyak followernya, tapi lihat seberapa bermanfaatkah info yang disebarkannya.
Jangan lihat seberapa banyak rumahnya, tapi lihat bagaimana cara dia membeli rumahnya.
â
Seringkali kita melihat sesuatu, namun kita begitu tergiur atas kenikmatan dunia.
Seringkali kita melihat sesuatu, namun kita menginginkannya, karena gengsi semata.
Hati-hati, manusia ini kadang salah lihat, melihat dunianya, bukan manfaatnya.
Karena sesungguhnya, dunia ini hanya sementara.
SALAH LIHAT Bandung, 26 Februari 2017
What a morning mood breaker. You!
(via melisalalalaa)
Cantik
*Persiapan makan malam*
Istri memasak, dibantu suami menata makanan di atas meja.
Suami: "Yaang.. Ada taplak meja gak?"
Istri: "Belum punya. Tar deh beli. Eh ada kerudung bekas. Mau?"
Suami: "Boleh."
(istri membuka bungkusan pakaian bekas, mengambil kerudung phasmina, dan memberinya pada sang suami)
Suami: "Ini gak kepake? Gede loh ini.. Kenapa gak pake lagi aja?"
Istri: "Gak ah. Kan gak boleh sama suamiku. Katanya, cantiknya gak Indonesia banget!"
Suami: "Iya lah. Lagian saya gak mau Istri saya pake phasmina."
Istri: "Kan cantik tauuuk..."
Suami: "Cantik apanya... Cantik itu bukan penampilan. Cantik itu ketika kamu ikhlas menutup sempurna auratmu dengan hijab. Itu cantik!"
Istri: (speechless)
Orang tua jarang melepaskan anak-anak mereka, jadi anak-anaklah yang melepas orang tua mereka. Mereka pergi. Mereka pindah. Mereka merantau. Pengakuan-pengakuan yang dulu terasa penting untuk mengukur keberhasilan mereka seperti anggukan ayah atau pujian ibu, lambat laun tertutup oleh saat-saat pencapaian mereka sendiri. Baru lama setelahnya, ketika mereka menyadari orang tua mereka telah keriput, jantungnya telah melemah. Anak-anak baru mengerti; kisah hidup mereka, seluruh pencapaian mereka, bertumpu di atas kisah-kisah kehidupan orang tua. Pijakan demi pijakan yang disusun dibawah permukaan air kehidupan mereka. Anak-anak selalu terlihat begitu cemerlang dan orang tua selalu bersedia menjadi pijakan anak-anaknya. Semoga kita termasuk anak-anak yang tidak terlambat untuk mengerti semua itu. (Cuplikan dan tambahan dari buku Meniti Bianglala-Mitch Albom)
Siapakah pasangan (suami istri) yang pantas kita jadikan contoh? Mereka bukanlah selebriti yang diulas di media massa, bukan artis instagram yang kemesraannya di unggah ke mana-mana, bukan pula cerita dongeng yang hanya menjadi angan-angan belaka. Sebab mereka adalah orang tuamu sendiri. Belajarlah dari pernikahan mereka. Sebab itulah yang paling dekat dan nyata denganmu. Tentu tidak semua rumah tangga orang tua kita selamanya harmonis, tapi satu hal yang pasti. Kita bisa belajar dari pernikahan mereka. Hal-hal terbaik darinya bisa kita ambil, yang buruk bisa kita ganti dengan lebih baik di keluarga yang nantinya kita bina. Tidak pernah ada pemberitaan, tidak juga ada caption panjang yang melenakan. Sebab pernikahan mereka adalah kenyataan yang kita saksikan. Kenyataan yang kita temui dan kita menjadi saksi atas perjalanannya hari demi hari. Jangan keliru mengambil pelajaran, jangan terlalu banyak berangan-angan. Sebab hidup kedepan itu penuh ujian, semuanya perlu di hadapi, bukan cuma diimpikan.
Terima kasih
Terima kasih sudah mengajakku pergi jauh,
meski kamu sempat ragu dengan dirimu sendiri
tapi kamu percaya padaku.
Terima kasih sudah berbagi meski kamu khawatir
sebab tidak merasa memiliki apa-apa untuk dibagi denganku
selain kekhawatiranmu.
Terima kasih telah membaginya
sehingga aku bisa melihatmu tersenyum lega
dan melangkah ringan sambil tak lupa menggenggam tanganku.
Yogyakarta, 14 Februari 2017 | ©kurniawangunadi
Tak terasa gelap pun jatuh Diujung malam menuju pagi yang dingin Hanya ada sedikit bintang malam ini Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya
Lalu mataku merasa malu Semakin dalam ia malu kali ini Kadang juga ia takut Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya
Di malam hari Menuju pagi Sedikit cemas Banyak rindunya
Book Dinosaurs
Posting on Tumblr my art in the past few months.
Salon
Suatu hari, melewati sebuah salon hewan terjadi sebuah percakapan..
Istri : "suamiku... tuh hewan aja ke salon."
Suami : "hmm.. terus?
Istri : "hehe.. ya tau maksud aku kan?"
Suami : "kamu mau ke salon? biar sama kayak hewan?
Istri : -_____-" (gagal nyalon)
15-feb-2017
Please donât expect me to always be good and kind and loving. There are times when I will be cold and thoughtless and hard to understand.
Sylvia Plath (via perrfectly)