karyaku dibangunkan oleh kegelisahan!!
kenalkan kawanku yang bernama noercahyadi dia adalah teman seperjuangan di kampus unikom di kala itu. suatu hari dia menawarkan sebuah ambisi untuk membangun media online maupun cetak memang dari dulu tujuan kita itu sama, ingin mempunyai media sendiri, tanpa basa basi dia mengajak dan mengenalkan aku ke orang orang yang ada di dalam media tersebut , tak butuh waktu lama aku untuk mengenal mereka semua dari pimpinan redaksi maupun awal berdirinya media tersebut . mungkin dengan sifat sederhana ini aku bisa gampang masuk ke dalam lingkungan mereka. memang sebuah perjalanan tidak ada yang mulus, banyak terjadi prasangka yang buruk maupun baik ketika aku dibawa masuk kedalam rumah itu. namun dengan kepercayaan dan kejujuran yang kupunya aku bisa menyadarkan mereka bahwa kehadiranku bukan untuk merusak melainkan ingin bekerja sama untuk membangun mimpi bersama, hari itu di bulan agustus terasa sangat beda pertama kalinya aku berprofesi sebagai warta dimana sebuah kejujuran dalam tulisan di pertaruhkan , karya demi karya telah kubuat demi sebuah mimpi bersama, meski tak ada materi namun itu bukan sebuah alasanku menginjakan kaki disini, suka ataupun duka memang telah kurasakan ketika aku berjuang di lapangan, kata orang menjadi warta itu tidak menyenangkan namun sangat beda yang kurasakan bagiku hal itu sangat menyenangkan disana aku banyak mendaptkan pelajaran yang memang sebelumnya tak pernah aku pikirkan, belum banyak karya yang kubuat di dalam media itu namun ada kesepakatan yang membuat karya ini tertahan, yah kesepakatan itu adalah ikut masuk kedalam lubang pencalonan indepent seseorang yang mempunyai keinginan sangat besar untuk bisa masuk ke jalur persaingan pilwakot 2018. seluruh awak media itu sejenak melupakan semua rutnintas yang biasa di lakukan semua nya disibukan dengan konteks pencalonan. bukan tidak mau namun aku masih punya sifat menghargai pemimpin perusahaan, jika memang ini untuk kebaikan perusahaan mau tidak mau aku harus ikut berjuang, awalnya aku berpikir bahwa pilihan ini akan membuat media ku lebih kokoh dalam struktur maupun infrastruktur. secara akan ada orang yang ingin membantu dalam kemajuan mediaku, namun dugaanku salah dimana mediaku masuk kedalam jurang yang salah aku melihat dengan jelas bahwa ada orang yang ingin memanfaatkan mediaku untuk pencalonannya. bukan berarti menolak namum disini aku berpikir tentang nasib mediaku, karna kesibukan dikala itu efeknya membuat media itu bisu untuk sementara, namun kawanku kawanku terus mengingatkan bahwa "apa yang sudah dimulai maka harus di selsaikan" itulah salah satu mengapa aku masih tetap bertahan dalam lubang pencalonan seseorang, terimakasih kupas setidaknya kau berhasil membangunkan jiwa ini untuk berkarya kembali.
yogyakarta 7 november 2017 (aditya permana/kupas)
-Aditya Permana-















