Malam-malam gelisah, semoga cepat berlalu.

祝日 / Permanent Vacation
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni
Stranger Things
occasionally subtle

Discoholic 🪩
Show & Tell
DEAR READER

JBB: An Artblog!
dirt enthusiast
No title available
Cosimo Galluzzi
styofa doing anything
almost home
Peter Solarz

★
Xuebing Du
RMH
YOU ARE THE REASON
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from France
seen from Germany
seen from Poland

seen from Mexico
seen from United Kingdom
seen from Portugal
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Denmark
seen from Maldives
seen from T1
@rewinnita
Malam-malam gelisah, semoga cepat berlalu.
Canggung? Tidak banyak teman perempuan dalam kehidupan saya. Satu-dua orang cukup. Mungkin, ini yang terbanyak dan bisa menerima saya apa adanya. Tidak canggung. Alhamdulillah.
Mimpi yang satu ini, saya benar-benar tidak tahu bagaimana untuk menggapainya.
Masih mencari jawaban
Akan tiba saat ini, dimana orang akan datang dan pergi. Bukan perubahan ini yang aku cari. Ada begitu banyak yang kuterima, tanpa menghitung berapa yang sudah kuberi. Disini, dimana orang menyebutnya rumah kedua.
Ketika jiwa sudah terpaut membangun rumah menjadi istana bagi rakyatnya. Namun yang kuanggap Tuan, ternyata tidak tinggal untuk selamanya. Karena mengabdi, maka di setiap sudut tidak lagi bisa untuk selamanya. Akan terus berpindah.
Sementara aku tidak tahu dimana harus berdiri.
Namun jangan kuatir, Tuan.
Aku baik-baik saja.
Akan kucari jalanku sendiri.
aku akan menghilang sebentar saja. bukan untuk apa dan siapa, namun untuk ku (sendiri).
Karena sebelum menguatkan yang lain, aku harus menjadi kuat lebih dulu. Dan saat ini, aku masih jauh dari itu.
bukankah lebih menyakitkan ketika perpisahan itu terjadi bukan karena kemauan kita sendiri?
Untungnya bumi masih berputar Untungnya ku tak pilih menyerah Untungnya ku bisa rasa hal-hal baik yang datangnya belakangan....
memberikan yang terbaik, dan mengusahakan yang terbaik. Karena hanya itu yang bisa dilakukan.
Meskipun ini menyenangkan, namun sepertinya harus berakhir. Menghitung hari menuju saat-saat perpisahan. Abaikan perasaan yang tidak perlu. :)
Akan tiba saat ini, dimana orang akan datang dan pergi. Walau bukan perubahan ini yang aku cari, aku tahu dimana harus berdiri.
Alhamdulillah, keluarga baru. Semoga untuk selamanya.
Pagi ini, telur nya dikocok dan dicampur dengan sayur bayam. Dikasih kaldu jamur dan lada sedikit. Daun bawang dan bawang putih, tentunya nggak ketinggalan. Dipanggang diatas teflon anti lengket, dengan 1 sdm olive oil. Surprise, enak rasanya.
Susu low fat masih jadi andalan di penutup sarapan. Serius, Kenyang banget! Alhamdulillah.
Hari ini, saya mulai hidup sehat lagi. Kali ini bukan untuk kurus, tapi demi bugar, mengurangi vertigo, dan bisa lari lebih kencang. Soal BB turun atau engga, itu bonus belakangan deh. Yang penting pace lari bisa menembus angka 7. Semangaaaaatt!
Yuk, bugar lagi yuk!
Coming soon-
Jiwa militan tanpa harus jadi militer.
Kereta dan Perjalanan.
Menjadi kegiatan paling menyenangkan. Ada masa kecil yang seru untuk dikenang, walau tidak untuk diulang.
Ketika tiket ekonomi yang kami beli, tidak menjadi satu-satunya untuk kami. Ada orang lain lebih dulu, duduk di kursi dengan nomor yang sama seperti kami.
Kami tidak heran, karena dari rumah bapak sudah persiapan membawa beberapa koran. Untuk menjadi alas di sepanjang koridor jalan, karena sudah tidak ada lagi kursi untuk kami duduki. Sudah untung, tidak selonjoran di dekat toilet. Apalagi, kalau bukan aromanya yang luar biasa, dengan cenderamata yang ditinggalkan orang-orang di dalam sana. Tidak ada air, katanya.
Maklum, kereta ekonomi, ujar bapak saya menghibur.
"Nanti di stasiun Bangil, kita beli nasi bungkus. Nasi ramesnya, enak. Cuman di kereta ekonomi, kita bisa beli nasi rames di luar jendela.", kata ibu saya, yang membangkitkan semangat saya.
Tidak lama, banyak penjaja menawarkan dagangannya dari jendela, hingga masuk ke dalam gerbong kereta. Berdesak-desakan dengan kami yang selonjoran di koridor, berbagi jalan. "Kasih jalan,ada rezeki yang harus dibagi.", kata bapak saya sambil ngipasin kami, dengan peluh di badan karena kepanasan.
Perjalanan kami seharusnya tidak lama, Surabaya - Nganjuk yang bisa ditempuh 1.5 jam - 2 jam saja. Tapi karena kereta datang terlambat, kami baru sampai stasiun Nganjuk sekitar 4 - 5 jam kemudian.
Lain waktu, saya bersama sepupu-sepupu berangkat ke stasiun menjemput pak dhe & budhe dari Jakarta. Stasiun yang sama, tapi dengan jenis kereta yang berbeda. Sembrani, kereta eksekutif yang nampak berkilau di mata saya karena budhe keluar gerbong seperti baru keluar dari kulkas. "Iya, AC nya dingin di dalem kereta." Fasilitas istimewa yang tidak saya temui di kereta ekonomi.
Kereta datang terlambat, 15 menit karena ada perbaikan di stasiun Cirebon. Sama-sama tidak on time. Setidaknya, keterlambatan Sembrani tidak selama kereta ekonomi.
"Kenapa nggak beli tiket eksekutif aja?", sempat saya tanya ke bapak sesaat setelah saya tahu bahwa kereta sembrani yang dinaiki pak dhe dan budhe dari Jakarta adalah kereta eksekutif. Ada AC nya, dapat makanan & minuman, dan toiletnya istimewa.
"Nanggung, Surabaya Nganjuk itu nggak terlalu jauh. Lagian, Tiket eksekutif itu mahal. Nanti, kalau kamu sudah kaya, beli tiket eksekutif ya.", jawab bapak saya.
Sebuah perjalanan yang tidak mudah, tapi ternyata bisa teringat dengan indah.
Sekarang, KAI tidak seperti dulu. Semua masyarakat bisa menikmati kereta tepat waktu, dengan harga ramah tanpa harus nunggu kaya dulu. Dari Ekonomi, Eksekutif, bahkan kereta Luxury bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, tinggal disesuaikan dengan kantong budget masing-masing.
Setiap gerbong sudah dilengkapi pendingin, yang benar-benar dingin tanpa memandang kamu penumpang ekonomi atau penumpang eksekutif. Satu tiket, untuk satu penumpang dan dijamin tidak ada duplikasi. Kalau tempat dudukmu ada yang menempati, tinggal diskusi atau panggil kondektur dengan nomor what's app yang tertera dengan sangat jelas di masing-masing gerbong.
Bersih, tidak ada sampah. Sudah disiapkan kantong plastik di masing-masing kursi dan, petugas akan berkeliling mengangkut sampah-sampahmu di setiap pemberhentian stasiun.
Kereta restorasi sudah berfungsi sebagaimana mestinya, menyajikan cemilan, makanan dan minuman yang rasanya juga nggak kalah enaknya. Harganya masih rata-rata, tidak semahal yang dulu saya kira. Sekaligus dengan gerbongnya yang sudah dibentuk ala-ala restoran, lengkap dengan wastafel, tissue, dan waitress nya.
Selalu ada perbaikan, dan gebrakan. Apalagi ditemani pramugari dan pramugara yang ramah serta wangi sepanjang hari.
Beli tiketnya tidak perlu antri di loket, cukup dari mobile apps KAI, urusan pembelian, reschedule hingga pembatalan tiket bisa diatasi. Jangan kuatir, uang pembatalan akan kembali 75% ke rekening kita, sebelum 45 hari.
Saya semakin cinta dengan kereta, menjadi andalan saya untuk traveling kemana saja. Jakarta, Surabaya, Cepu, Jogja, Bandung, Klaten, Banyuwangi, Malang, dan Nganjuk menjadi stasiun yang pernah saya singgahi.
Eksekutif tetap menjadi pilihan saya, tapi naik kereta ekonomi dan bisnis pun juga tidak masalah. Karena, apapun jenis kereta nya setiap masyarakat sudah mendapatkan hak yang sama.
Hak untuk tiba tepat waktu.
Hak untuk mendapat fasilitas yang bersih.
Hak untuk saling menjaga ketertiban.
Terima kasih KAI, kamu selalu di hati.
New Assignment. Let's get the things done, 1 project more. Go!!