Hai Nona, apa kabarmu? Sudah lama sekali tidak melihat kedua matamu menyipit ketika tersenyum, rasanya sudah bertahun-tahun aku kehilangan hal itu. Bagaimana kotamu? Sudahkah turun hujan di penghujung tahun ini?
Aroma tubuhmu masih melekat dengan pekat, masih ku ingat aroma napasmu yang seringkali membuatku ingin segera bergelung bersamamu. Ruang ini penuh dengan kamu, Nona. Pandanganku tetap tertuju padamu bahkan imajiku tak mampu menghapus atau sekedar melupakanmu dalam sehari. Aku masih limbung, masih bertahan sekuat tenaga untuk tetap berdiri, menyiapkan raga untuk menyambut kepulanganmu.
Tetapi... persiapanku akan sia-sia, bukan? Sepengetahuanku, kamu sudah tidak ingin kembali pulang dan seingatku kamu sudah menemukan rumah baru. Tidak apa ya, aku masih menunggumu di beranda rumah ini. Barangkali kamu rindu dan ingin kembali menetap. Oh Nona, aku beritahu sesuatu... halaman depan kita sudah dipenuhi tumbuhan layu, cangkir-cangkir yang biasa kita gunakan untuk menyeduh teh atau kopi semakin usang tetapi masih baik jika digunakan lagi. Anak-anak kucing kita sudah tumbuh dewasa, bahkan sudah melahirkan lalu cucunya (anaknya kucing kita) sudah ku berikan kepada orang lain. Sayangnya kamu tidak sempat melihat dan bersenda gurau dengan mereka, ya.
Nona... Aku tahu seberapapun aku mengatakan rindu, kamu akan tetap berpaling dan bersikap seolah aku tak pernah mengatakannya. Tetapi biarkanlah aku menyimpan kenangan ini di amigdala terdalam agar suatu saat akan dengan mudah kupanggil kenangan-kenangan ini, jika disimpan dalam kotak pandora tentu saja yang pertama menyemburku adalah kenangan tidak menyenangkan.
Nona... Aku tahu maafku tidak lagi menembus dinding pertahananmu, tetapi biarkanlah aku memelihara rasa ini sampai aku tak mampu. Janjiku tetap sama, menunggumu di beranda rumah ini. Jika nantinya kamu kembali, kamu akan menemukanku duduk di kursi itu seraya memberikan senyum terbaik milikku. Semoga keinginanku untuk mati terlambat datang dan kamu tiba lebih cepat. Sampaikan salamku pada perempuan yang menggengammu saat ini, jaga dia baik-baik agar kamupun mendapatkan karma yang baik.
Nona... Kamu perlu tahu bahwa aku masih mencintaimu, masih mendoakan kebaikan untukmu dan masih menjaga namamu dari coretan buruk yang berkata semaunya. Jaga diri baik-baik karena suatu saat kamu akan bertemu lagi denganku tetapi tidak dengan perempuan yang bersamamu. Aku bahagia untukmu, tetapi maaf... aku tak mampu melihatmu bersamanya.
Jakarta, 24 Desember 2019.