explanation of a reason why I say love you. Also an establishment until now I could say this as a true love. No no no…mean really love the real.
Tersayang dalam perspektif pemikiran orang demi orang itu sangat berbeda ;
-Sayang yang berupa hanya relatif
-sayang yang berlebihan
-otoritas kasih sayang yang liar
-sayang yang berupa ‘Tulus’
Entah bagaimana aku bisa mengatakan ini sebagai ‘True Love’, may be due to your charm? or because your behavior?
Wait…, maksudku, aku tidak pernah berbicara secara resmi denganmu, bahkan bercandapun tidak. Hanya beberapa percakapan ringan yang kau utarakan, itupun karena sebuah alasan yang memang sangat logis untuk dapat di sebut sebagai ‘basa-basi’. Tapi aku hanya ingin kau tahu, aku memang menjauh, dan bersikeras untuk tak mendekat denganmu, semua terlihat rapi. Tapi di dalam dari semua itu, ada sebuah rasa, yang selama ini ku sebut sebagai ‘Cinta’.
Cinta, itu mungkin adalah kata-kata yang paling menjijikan untukku katakan bahkan ku tuliskan di sini. Tapi satu hal dari itu, aku tidak bisa munafik untuk tidak mengatakan ‘Cinta itu begitu kuat, sehingga bisa mengendalikan secara mudah semua bagian yang meliputi rasa dan asa di dalam diriku.’
Aku ingin bercerita ribuan kata, tentang betapa senangnya aku hari ini….
Aku ingin bercerita jutaan kalimat, tentang batapa bahagianya aku hari ini….
Aku juga ingin mengatakan ratusan juta kalimat yang terbesit dalam otakku saat ini, saat membayangkanmu. Kalimat itu sangat rumit dan panjang, susah untuk di tulis, di ungkapkan, bahkan di jelaskan. Tetapi semua ratusan juta kalimat itu sangat mudah untuk di ringkas, dengan kalimat pendek ; ‘Aku akan selalu sayang padamu.’
Sayang, aku belajar betapa pentingnya ketenanganmu, dengan cara menjauh agar kau Lebih nyaman dengan mereka…
Sayang, aku belajar betapa berharganya dirimu, dengan cara mengalihkan semua suasana saat ada di dekatmu…
Sayang, aku belajar betapa pentingnya dirimu, dengan cara memperhatikanmu dari kejauhan, memberi senyum. Lalu setelah kau menoleh, senyumku akan hilang, mataku akan kualihkan untu memandang sesuatu yang tidak Lebih penting dari dirimu….
Sayang, aku belajar betapa bahagianya aku saat melihatmu bahagia, dengan cara mendekatkan mu pada orang yang kau suka….
Aku juga belajar dari tatapan bening di matamu, mencoba bercermin. Untuk mengetahui, betapa menjijikannya aku saat di dekatmu. Betapa buruknya aku.
I never thought to ask for more explanation about how the destruction of me without obvious reasons why you do not want, perhaps little to try to make friendship with me.
Aku hanya ingin, kau tahu kelak nanti jika kau merasa terpuruk ; “Ada seseorang yang mencintaimu disini, bersedia menjadi tong sampah untuk semua masalahmu, tenda sebagai perlindunganmu, tameng dari rasa sakitmu, bahkan sepatu yang akan menerpa kerasnya setiap langkah perjalanmu.”
Seperti sebuah kutipan yang pernah aku baca “Cinta itu bukan bagaimana kau menunjukannya, tetapi bagaimana kau merasa ini akan membuatnya nyaman, tanpa harus merugikan orang lain. Meski itu akan menyakitkan untukmu.”