Mengapa Harus Baca "Laskar Pelangi"?
Author: Andrea Hirata Genre: Drama, Realistic Fiction Publisher: Bentang Pustaka ISBN: 978-602-291-662-8
Rating: ⭐⭐⭐⭐⭐
“Dari Sahara, yang paling pedih dari kemiskinan adalah ketika anak-anak miskin merasa sesuatu yang bagus, hebat, terpelajar, berprestasi akan selalu menjadi milik anak-anak lain, bukan milik anak-anak miskin. Itu tidak benar. Sesuatu yang bagus, hebat, terpelajar, berprestasi adalah milik setiap anak yang tekun belajar, tak mudah mengeluh, pantang menyerah, dan berani bermimpi, tak peduli semiskin apa pun anak itu.”
Introduction
Kutipan di atas adalah salah satu kutipan favoritku yang berasal dari novel Laskar Pelangi. Laskar pelangi merupakan salah satu novel populer yang ditulis oleh Andrea Hirata dan telah diadaptasi ke dalam film dengan judul yang sama, yaitu Laskar Pelangi. Buku ini mengisahkan tentang anak miskin di pinggiran PN Timah Belitung yang ingin bersekolah.
Meskipun dihadapi dengan kenyataan bahwa mereka miskin, 10 anak yang disebut sebagai Laskar Pelangi ini tidak putus semangat dalam menuntut ilmu. Mereka belajar, tidak hanya tentang mata pelajaran eksak yang diajarkan oleh Guru Mus, tapi juga belajar agama dan akhlak bersama Pak Guru Harfan.
Laskar pelangi adalah buku ketiga Pak Cik yang sudah aku baca. Buku lainnya adalah Sirkus Pohon, Ayah, Orang-orang Biasa, dan Guru Aini. Dalam karyanya, penulis yang lahir di Belitung Timur ini mempunya ciri khas, antara lain menampilkan budaya khas Belitung maupun kontemporer yang sedang hype di Belitung, penggunaan bahasa daerah Belitung, dan ada juga unsur komedi yang membuat buku-buku karya beliau tidak bosan dibaca.
Sebelum mengetahui lebih jauh mengapa kamu harus membaca novel Laskar Pelangi, mari kita simak perbedaan antara buku dan adaptasi filmnya.
Buku vs. Film
Banyak penikmat buku yang berpendapat bahwa biasanya, film adaptasi novel tidak sebagus novel aslinya. Apakah benar film Laskar Pelangi tidak sebagus novelnya? Di bawah ini, aku telah menuliskan beberapa hal yang menjadi perhatianku ketika membaca novel dan menonton filmnya.
Berbeda dari novelnya, film Laskar pelangi dimulai dengan langsung menampilkan gambar ketimpangan kelas sosial di Belitung, yaitu saat PN Timah berdiri di daerah tersebut. Film tersebut menampilkan berbagai kegiatan masyarakat di pinggiran PN Timah seperti berdagang, bekerja sebagai kuli kopra, anak-anak bermain, dan masih banyak lagi. Bahkan stigma negatif, seperti keraguan masyarakat setempat bahwa anak-anak miskin bisa bersekolah juga ditampilkan dalam film tersebut.
Film tentu saja menjadi media yang tepat dalam memvisualisasikan keadaan sesungguhnya, dalam hal ini memvisualisasikan keadaan di Belitung saat itu. Dengan film Laskar Pelangi, penonton jadi tahu dan menyadari seperti apa kehidupan Belitung yang “jauh” dan bisa jadi jarang dijangkau oleh masyarakat pulau Jawa.
Selain itu, film Laskar Pelangi juga berusaha menampilkan setiap detail yang ada dalam buku, misalnya poster Rhoma Irama dan kehadiran buaya.
Namun, satu hal yang kurang mengena dalam film dan terasa berbeda dari bukunya adalah tiap karakter dalam cerita. Andrea Hirata berhasil membuat tiap karakter dalam buku Lasakar Pelangi begitu kuat dan detail, mulai dari tampilan, sifat, hingga tindak tanduknya. Hal tersebut kurang ditampilkan dalam filmnya sehingga penokohan dalam film jadi kurang berasa.
Selain itu, perubahan point of view yang besar-besaran membuat film ini kalah menarik dengan novelnya. Tentu saja film Laskar Pelangi tetap bagus karena masih membawa nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam bukunya.
Kini, kamu akan tahu alasan mengapa kamu harus membaca buku Laskar Pelangi.
Mengapa Harus Baca Laskar Pelangi?
Sulit sebenarnya untuk menyusun alasan mengapa kamu harus baca buku Laskar Pelangi mengingat buku ini adalah buku populer dan buatku, memang sangat bagus. Namun, aku coba berikan alasannya sehingga kamu menjadi lebih yakin untuk segera membaca buku ini.
1. Menampilkan Kenyataan Ketimpangan Sosial di Indonesia
Dalam film, ketimpangan sosial yang terjadi di Belitung digambarkan begitu agresif. Berbeda dari bukunya yang membangun gambaran sosial di Belitung dengan perlahan, tapi pasti. Dengan membaca bukunya, kamu akan lebih merasakan dan menyadari ketidakadilan yang terjadi di Indonesia, utamanya dalam hal kesempatan mendapatkan pendidikan. Dengan membaca buku ini, tentu kamu akan termotivasi untuk kembali berjuang, belajar dengan giat, mencapai mimpi yang kamu harapkan, hingga mendorongmu untuk membuat perubahan.
2. Terasa Begitu Nyata
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Pak Cik menulis tiap karakter dengan kuat, juga menulis detail yang ada di sekeliling tokoh-tokohnya dengan apik sehingga membuatku bertanya-tanya. Apakah buku ini berdasarkan dari kisah nyata? Mungkin sebagian dalam buku ini terinspirasi dari kisah nyata, mengingat penokohan “aku” yang sangat mirip dengan Pak Cik dan rasanya, hanya buku ini yang mengambil sudut pandang orang pertama. Jika kamu penasaran, apakah benar buku ini diambil dari kisah nyata, sila cek di mbah Google, ya! Hehehe…
3. Adegan-adegan Seru dan Tak Terduga
Yang juga kusukai dalam tulisan Andrea Hirata adalah adegan-adegan seru dan tak terduga, misalnya cerdas cermat, karnaval, hal-hal mistis yang ada di daerah Belitung, dan masih banyak lagi. Apalagi, setiap situasi yang seru dan berbeda dari buku-buku lain digambarkan secara detail, membuat buku ini bukannya membosankan, tapi jauh lebih menarik.
4. Ending yang Ditulis dengan Indah
Terakhir dan bagian yang membuat aku menangis tersedu-sedu serta tak akan pernah aku lupakan adalah bagian ending yang ditulis dengan indah dan cemerlang. Aku tahu, mungkin ending seperti dalam buku Laskar Pelangi akan sulit tercapai di dunia nyata. Tapi, hal tersebut bukannya tidak mungkin.
Ending buku tersebut memberikan semua orang harapan. Orang yang tak memiliki kesempatan belajar karena terhalang keadaan ekonomi diberikan harapan bahwa tak ada yang tak mungkin dalam mencapai mimpi yang diidam-idamkan. Bahwa dengan terus berusaha dan berdo’a kamu bisa mendapatkan yang kamu mau. Andrea Hirata juga memberikan harapan pada semua orang yang memiliki privilege bahwa mereka punya kesempatan untuk membantu saudara-saudara kita yang ingin meraih impiannya.
Baca Buku Ini Jika Kamu…
Buku ini banyak mengubah hidupku dan bisa mengubah hidupmu juga. Baca buku ini jika kamu:
Ingin terinspirasi
Ingin termotivasi
Tidak puas dengan apa yang dimiliki sekarang
Ingin membuat perubahan
Itulah sedikit ulasan mengenai buku Laskar Pelangi. Semoga kamu suka dan menjadi tergugah untuk membacanya. Kutunggu komentar kamu setelah membaca bukunya dan nantikan ulasan buku lainnya, ya!













