Review: Yanti, Sang Cahaya (Post-rock icelan paling d'bezt) gubahan Heima
Saya mengikuti karir @Ijalpostrock dan Heima yang dipimpinnya entah sejak kapan, yang saya tau saya suka musiknya. saya suka musik heima seperti saya suka masturbasi, well.. saya tidak mendengarkan musik Heima sesering saya melakukan kegiatan Masturbasi. Mendengarkan musik Heima sebenernya cukup sekali karena itu sudah masuk kategori "once in a lifetime experience" seperti misalnya jika anda beruntung bisa merasakan Cohiba, cerutu legendaris milik Fidel Castro, anda cukup merasakannya sekali saja. bukan karena cohiba itu sangat langka tapi karena merokok itu berbahaya buat kesehatan. sama halnya dengan mendengarkan musik Heima, jika anda terlalu mendalaminya, kejeniusan Ijal akan merasuk ke dalam diri anda dan itu berbahaya buat kesehatan. Anda akan merasa inferior seketika dan tersadar seumur hidup anda tak akan bisa membuat musik semacam apa yang Heima lakukan. Setelahnya anda mulai bertanya-tanya apa maksudnya dilahirkan ke dunia... Heima is Powerful, Heima is dark. Just like Taye Diggs Gelap dan kuat.
Sudah cukup lama saya tidak mendengarkan musik Heima lagi. karena kesehatan itu maha penting dan lebih baik mencegah daripada menyembuhkan. Tapi kemudian dari linimasa twitter @Ijalpostrock mengumumkan akan merilis single terbarunya dan bahkan menyertakan videoklipnya sekaligus! Ijal juga konon mengirim presskit ke media seperti Pitchfork, well, saya yakin Pitchfork belum siap menerima karya visioner Heima dari Karawang City, karena terlalu sibuk memuja karya murahan band emo medioker bernama Vampire Weekend dari New York City. Ijal kemudian juga menjanjikan karya yang lebih progresif di rilisan terbarunya nanti. saya pun tercekat dan menenangkan diri sebentar dengan masturbasi. Ketika jiwa dan raga sudah stabil saya beranikan diri untuk mencatat di secarik kertas.
"tanggal 20 bulan 2 tahun 2014... kamu harus berani Rhesa, kamu harus berani mendengarkan rilisan terbaru Heima dan serius menyimaknya dan menuliskan tentang video musik mereka di tumblr yang hanya diupdate jika ada event bersejarah setiap 4 bulan sekali"
Dan kemudian hari itu pun tiba, saya memulai pagi dengan baik, siang pun berjalan dengan baik, sampai sore tadi secarik kertas itu mendatangi saya. kali ini saya siap. saya buka Twitter sebentar dan mencari-cari link rilisan terbaru Heima. untungnya mudah saja mencari link tersebut karena sejuta hipster followers @ijalpostrock sudah memuja-muja karya itu. Dan kemudian momen eureka merekah. Yanti, Sang Cahaya adalah judul yang dipilih Ijal untuk masterpece mereka kali ini. Judul ini kemudian membuat senyum saya tersungging, kejeniusan Ijal tampak jelas lagi disini. Yanti adalah nama pembantu di rumah waktu saya masih kelas 4 SD. di jaman itu kota Samarinda masih sering mati lampu, dan setiap kali mati Lampu Yanti biasa membawa senter dan menjadi pusat cahaya di rumah kami. Pastinya Ijal punya Intrepetasi pribadi akan judul ini, namun bagi saya judulnya sangat relevan. Luar Biasa Ijal, Yanti, Sang Cahaya... sungguh judul yang cantik dan bisa diterima banyak orang.
Rupanya kali ini Ijal berkolaborasi dengan seorang video director handal yang mungkin juga teman sepermainan Ijal bernama Mardy. scene pembuka adalah riak air di kolam renang yang tenang dengan efek hitam-putih. dengan efek hitam putih itu kemudian Mardy memasukan font-font kalimat berwarna putih yang sudah jelas akan tampak saru dan tidak dapat dibaca dengan jelas. disini saya gelisah, betapa bodohnya Mardy ini memadukan efek hitam putih dengan font putih sehingga tidak dapat dibaca. Tapi kemudian saya tersadar, ini bagian dari kejniusan Mardy, ia sengaja melakukannya sebagai pemaknaan bahwa tidak semua yang tidak dapat dibaca itu layak dibaca. Mardy You're a genius!
"Enjoy Youselves" kemudian menjadi acuan bahwa lagunya akan segera dimulai. kemudian seiring dengan dentungan lembut gitar Ijal yang penuh efek kita dibawa-bawa melihat berbagai objek yang jelas punya makna simbolis dan ambisi hebat untuk menjadi transistor setiap bunyi nada dan pemaknaan di layar. berbagai objek itu diantaranya ada keran yang airnya terbuang percuma, dedaunan, kursi (yang ditampilkan cukup lama, rasanya untuk menekankan aura galau dan sepi yang tersaji di setiap karya Heima) dan tangga (jelas ini sindiran ijal pada para selebtwat social-climber yang sering membuatnya resah di twitter, subtil). kemudian Emosi saya cukup luber ketika melihat Mardy memasukan adegan selang air yang digoyang-goyang. entah ini karena masa kecil saya terlalu bahagia atau bagaimana. Jika jeli mungkin pemirsa bisa melihat bahwa banyak adegan yang seperti diulang-ulang di video ini, Namun ternyata asumsi itu salah, jika diperhatikan lebih jelas lagi itu semua adalah adegan berbeda yang terlihat seperti berulang-ulang. Mungkin ini cara mardy menunjukan bahwa ia menggemari karya Alfonso Cuaron dan ia mengerti banyak tentang seni. Bravo
Seperti halnya musik Post-Rock yang bagus lainnya, temo lagu ini juga memakai skema main Quiet-Loud-Quiet. dan di bagan 'Loud' itu anda kemudian bisa merasakan semburan rasa frustasi yang segar dari musisi-musisi jenius di Heima, Skema 'Loud' disini sudah dikomposisikan matang-matang, ditambah lagi dengan keberanian Mardy memasukan adegan Kucing kaget, Tali tambang dan lagi-lagi Tangga (Sekali lagi, ini adalah sindiran Ijal pada selebtwat yang meresahkan hatinya. Super Subtil)
Di bagian penutup alias kembali ke skema 'quiet' tampak Ijal memainkan nada-nada yang retrospektif dan jenial. seperti mengajak kita semua berpulang pasrah pada yang maha kuasa. seperti misalnya kamu naik motor tanpa helm dan kemudian di ujung jalan ada razia. pasrah saja tak usah melawan, mau menyogok pun duit di dompet tinggal 30rb, yak kira-kira gambarannya seperti itu. pasrah dan berserah saja. kemudian Credit Roll Mengalir dan Heima mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa. termasuk kepada inspirasyennya si Jonsy dari Band Post-Rock Papan Atas Siguros. Sungguh tidak perlu, saya pikir Jonsy sendiri akan berterima kasih pada Ijal atas kontribusinya memajukan musik Post-Rock di Blantika Musik Indonesia. Dengan dirilisnya single Yanti... ini Karawang maju selangkah lagi menjadi Eslandianya Indonesia.
Saya kemudian berjanji tidak akan mendengarkan komposisi serebral ini lagi, saya cinta Heima tapi saya lebih cinta lagi kesehatan saya sendiri. Yang jelas ini adalah sebuah karya yang tidak bisa dianggap remeh, Ini adalah komposisi yang sempurna ketika hati, emosi dan otak yang terserak, kemudian bersatu padu pada waktu yang tepat, It's Cool, Calm and Confident.
@rhesaarisy









