Tahukah kamu bahwa manusia secara natural, kita menyukai transaksi yang cepat, yang dalam Al Quran disebut tijaarathan haadhira. Benar? Transaksi yang cepat. Dengan kata lain, saya membayar sesuatu sekarang, dan saya mendapatkan itu kapan? Sekarang.
Sekalinya kita menyukai menunda transaksi adalah saat kita berkata saya menginginkan produknya sekarang. Saya ingin TV berlayar lebar sekarang, namun saya akan membayarmu selama enam bulan kedepan. With kata lain, kita suka membayar melebihi waktu, namun mendapatkan kapan? Segera! Jadi manusia suka membayar terlambat, namun menerima segera. Itulah sifat dasar kita.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…..
-QS At Taubah(9) ayat 111-
Pada ayat ini Allah berfirman “kamu memberikan kepada-Ku uang, kamu memberikan kepada-Ku hidupmu, dan Aku akan memberikan kepadamu… apa yang akan Allah berikan kepada mu? Ia memberikan kepadamu jannah (surga).
Kita suka menerima segera atau kemudian? Kita suka untuk menerima segera.
Apakah surga datang segera atau kemudian?Surga datang di hari kemudian.
Dan, kapan kamun harus melakukan pembayaran kepada Allah? SEKARANG.
Dan kamu harus melakukan itu satu kali ATAU kamu harus melakukannya berkali-kali? Kamu harus melakukan pembayaran itu terus menerus: dengan waktumu, dengan gaya hidupmu, dengan caramu berpakaian, dengan caramu berbicara, dengan hal-hal yang ingin kamu lakukan tapi tidak dapat dilakukan karena itu haram, dengan uang yang tidak bisa kamu dapatkan karena itu melalui cara yang tidak diizinkan, uang yang ingin kamu belanjakan namun itu bukan jalan yang benar untuk membelanjakan uang tersebut.
Dan kamu secara terus menerus menahan dirimu, karena KAMU sedang BERTRANSAKSI dengan ALLAH. Dan setiap kali kamu menahan dirimu, kamu harus mengingatkan dirimu sendiri, Aku melakukan ini untuk ditukar dengan apa? JANNAH (SURGA)!
Tetapi sifat dasar manusia adalah jika kamu membayar sebuah harga untuk mendapatkan sesuatu, kamu ingin melihatnya. Semua yang kita dapatkan adalah konfirmasi verbal dari Allah. Aku akan memberikan itu kepadamu, percayalah pada-Ku. Hanya itu yang kita dapatkan. Kita tidak mendapatkan apa-apa selain itu. Allah memberitahumu bahwa IA akan memberikan kepadamu surga saat ada tanah yang disiramkan ke wajahmu. Saat kamu di dalam tanah. Itulah saat Aku akan memberikanmu surga. Namun, kapan kita harus membayar kepada-Nya? SEKARANG!
IA berfirman, PERCAYALAH kepada-KU.
Apakah itu memerlukan kepercayaan yang luar biasa? Ya. Bukankah begitu?
Itulah yang dimaksud beriman dan percaya kepada Allah. Itu bukanlah hal yang mudah. Mudah diucapkan, namun tidak mudah dilaksanakan.
Kamu melihat pengabaian perintah Allah, setan, adalah kebalikannya.
Setan berkata, “Dengarkan! Dengarkan! Aku memiliki kemewahan dunia yang begitu mengagumkan untukmu, beberapa kesenangan untukmu.
Kamu bisa mendapatkannya sekarang!
Ketuk saja itu, klik saja itu
Itu di sana, sangat mudah.
Kamu mungkin akan mendapat masalah nanti, tapi tidak akan sekarang
Setidaknya 20-30 tahun mendatang, tidak akan ada masalah apapun, bukan begitu?”
Dan ia (setan) mendatangimu dan menawarkanmu HADIAH dengan SEGERA dan tanpa PEMBAYARAN. Itu jelas lebih menggiurkan, jauh sangat kuat. Untuk mengambil hadiah dengan segera dan meninggalkan apa yang akan datang jauh-jauh hari kemudian. Dan begitu banyak orang, karena kita pembeli yang impulsif. Saat ada produk bagus yang menarik datang di hadapan kita, kita kemudian meletakkannya di keranjang belanja kita. Kita tidak bisa menahan diri.
Maka sekarang, saya telah menjelaskan transaksi ini kepadamu, karena saya ingin mengakhiri ini dengan apa yang Allah firmankan di akhir transaksi ini.
…. Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At Taubah ayat 111)
Bergembiralah atas jual beli yang telah kamu lakukan. Jual beli yang memberikan dirimu dan hartamu untuk ditukar dengan jannah (surga).
Bergembiralah atas jual beli itu. Semua orang di sekitarmu akan berkata,
“Kamu bodoh. Kamu tersesat dalam kehidupan.
Kamu seharusnya dapat melakukan banyak hal dengan masa mudamu.
Bro… kamu adalah pemuda yang cakep,
Kamu adalah perempuan muda,
Kamu seharusnya memiliki apapun yang kamu inginkan
Dan kamu justru menghabiskan semua itu.. Dengan hijaab di kepalamu.
Dan jenggot yang kamu coba tumbuhkan.
Dan kamu berusaha pergi ke masjid , dan sholat, dan ini dan itu.
Bro, kita seharusnya bisa mempunya begitu banyak kesenangan, kamu hidup hanya sekali.
YOLO, You only live once.”
Untuk orang kaafir (non-muslim) iya hidup itu hanya sekali!
Kamu tahu, dan kamu menjawab, “TIDAK! Aku hanya ingin surga.”
“Kamu bodoh banget! Kamu bodoh! Kenapa kamu ga bisa pinter sih?!”
Dan kamu kemudian berkata, “Aku ga tahan lagi dengan tekanan ini
Semua orang mencemooh aku ini bodoh, aku membuat keputusan yang bodoh.
Apakah aku benar-benar tersesat dalam kehidupan? Apakah yang aku lakukan ini benar?”
Dan kemudian kamu membuka kitab Allah, dan Allah berfirman “Selamat! Kamu telah melakukan jual beli yang bagus.”
Satu-satunya yang akan memberikan ucapan selamat dalam skenario ini bukan temanmu.
Terkadang bahkan bukan pula keluargamu.
Satu-satunya yang akan memberikan ucapan selamat adalah ALLAH.
Ucapan selamat tidak akan datang dari manapun. Tidak ada orang yang akan berfikir bahwa kamu membuat keputusan yang bijak.
Satu-satunya yang akan memberikan ucapan selamat adalah ALLAH.