Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia.
Nurun Ala, dalam Tuhan Maha Romantis
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
h

Janaina Medeiros
Stranger Things
Monterey Bay Aquarium

ellievsbear
Cosmic Funnies
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER
No title available
Mike Driver
No title available
styofa doing anything
tumblr dot com
Peter Solarz
wallacepolsom

izzy's playlists!
Today's Document

Product Placement
Jules of Nature

seen from United Kingdom

seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from United Arab Emirates

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Ukraine

seen from Finland
@rina-snb
Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia.
Nurun Ala, dalam Tuhan Maha Romantis
Teruntuk Juni
.
Juni ini terlalu indah, bukan?
layaknya anomali, hujan kerap turun di bulan ini
jatuh ke bumi membawa rahmat-Nya
melarutkan apapun yang dilaluinya,
menghanyutkan sesiapa yang ditemuinya,
tak terkecuali aku
.
Maka dipenghujung Juni ini izinkan aku
melangitkan semua harap dan do'a
agar keindahan mu tak sementara
agar selalu ada untuk selamanya
.
Aamiin, Ya Rabb.
Karawang,
di penghujung Juni bersama hujan
300621
salihanoor
Hujan Bulan Juni
(Puisi Karya Sapardi Djoko Damono, 1989)
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
“Seperti hujan yang datang tiba-tiba, seketika kau hadir dihidupku, mewarnai hari-hari yang mulai sunyi. Tak ada kata yang kau ucap, tak ada bait yang kau tulis, tapi pesan itu sampai padaku: berlarilah bersamaku, merintik di dedaunan, terserap ke dalam tumbuh tumbuhan, atau mengalir ke samudra. Kau rayu aku dengan kelembutan, dan aku menyerah. Aku ingin hanyut denganmu tapi tak bisa. Maka biarkan saja aku menjadi bunga, yang turut menyicipi segarnya tetesanmu meski barangkali tak ikut ke laut”
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
“Seperti hujan yang turun tanpa kompromi, pesona lugumu menghapus semua kenangan hingga yang tersisa hanyalah saat ini dan dirimu. Jadi, boleh aku mengucap terima kasih? Sebab keraguan itu luruh bersama jatuhnya dirimu yang semakin deras. Tapi tetap saja aku dan kau bukan siapa-siapa. Keraguan boleh tiada, tapi kepastian juga harus segera. Maka maafkan aku yang disini saja karena tak bisa apa-apa.
Tak ada yang lebih arif
dari Hujan Bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu.
“seperti gerimis,kau hadir hampir tanpa suara. Kau masuk tanpa mengetuk. Adakah kau merasakan ketakberdayaan ini? bahwa aku hanya bisa duduk disini menunggu dan tak punya daya untuk berbuat sesuatu. jadi akankah kini kau pergi tanpa permisi?
*dari Annisa Larasati kepada Rijal Rafsanjani dalam Novel Tuhan Maha Romantis - Karya Nurun Ala
Senin Bersamamu
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat hari senin, semangat Pagi 😊
Alhamdulillah, Puji Syukur kehadirat Allah yang masih mempertemukan kita dengan hari yang istimewa, hari senin.
Senin, awal dimana semua aktivitas dalam satu pekan dimulai. Hari penentu bagi hari-hari selanjutnya dalam sepekan. Karena hari senin adalah awal untuk segala kebaikan dan kesuksesan yang akan kita jalani seminggu kedepan.
Namun, seringkali sebagian dari kita merasa enggan bahkan malas dalam menyambut awal pekan. Terlalu terbuai dengan kenyamanan diakhir pekan dan belum siap memulai segudang aktivitas pada hari ini.
Padahal senin adalah istimewa.
I love Monday, kalau kata Yoris Sebastian, yang pernah mendapatkan predikat creative junkies, karena ide kreatif nya yang luar biasa.
Bagi pebisnis, Monday is Moneyday. Hari dimana mereka memulai pekan dan mendapatkan uang.
Mindset demikian tidaklah salah, hanya masih belum sempurna.
Bagi muslim, hari senin sangatlah istimewa. Hari senin menjadi hari yang ditunggu-tunggu, hari kelahiran kekasih-Nya. Hari kelahiran manusia terbaik, Rasulullah SAW.
Suatu hari Rasul pernah ditanya perihal puasa pada hari senin, amalan yang dicintainya. Maka sabda beliau, “Hari tersebut adalah hari dimana aku dilahirkan, hari dimana aku diutus atau diturunkan wahyu untukku” (HR Muslim)
Hari senin adalah hari dimana amalan manusia dalam sepekan dihadapkan pada Allah. sebagaimana sabda Rasulullah, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedang aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi)
Maka sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita mencintai hari senin, mencintai hari lahir kekasih-Nya, sebagai tanda cinta kepada Rasulullah.
Maka izinkan aku memohon kepadamu, ya Rabb. Duhai Allah, senin ini izinkanlah kami bersama kekasih-Mu, secara fisik mungkin mustahil, namun secara amalan, akan kami usahakan untuk semirip mungkin dengannya. Tenggelam dalam jejak hidupnya. Sebagimana ia cinta pada hari senin, dan cinta puasa pada hari tersebut, maka kami pun akan belajar mencintainya.
Semoga sholawat dan salam selalu dilimpahkan pada kekasih-Mu, Rasulullah SAW.
Last but not least, Selamat mengawali pekan, semoga keberkahan selalu meliputi kita semua. Aamiin
ps: gapapa lelah, yang penting Lillah tetap membersamai. 😊
Wassalaamu'alaikum. :)
Karawang,
210621
Salihanoor
Teruntuk Diriku..
Allah tak pernah menjanjikan langit selalu biru, matahari selalu bersinar, atau hidup tanpa ujian.
Namun Allah menjanjikan kemudahan seusai kesulitan, tawa disetiap air mata, dan bahagia setelah semua duka.
Percayalah semua akan baik baik saja saat ada kata Lillah dalam setiap kisahmu.
Yakinlah bahwa Allah sedang mempersiapkan takdir terbaikmu, yang tengah menanti untuk saling menemukan, di waktu terbaik, dengan cara terbaik.
😊
Karawang, 050621
salihanoor
MENGENAL SOSOK MIMAR SINAN PASHA, ARSITEK TERNAMA PADA KESULTANAN USTMANIYAH
Kesultanan Utsmani mewariskan begitu banyak karya arsitektur bersejarah. Masjid, gedung, sekolah hingga jembatan yang dibangun pada era kejayaan Usmani pada abad ke-16 M menjadi saksi bahwa Islam menguasai bidang arsitektur dan sudah memiliki arsitek-arsitek hebat.
Sederet bangunan bersejarah warisan turki ustmani itu tercatat sebagai karya hebat seorang arsitek ternama yaitu Mimar Sinan, yang separuh hidupnya didedikasikan untuk dunia arsitektur islam . Selama masa hidupnya, karya-karya mimar sinan tercatat lebih dari 360 bangunan yang meliputi 84 mesjid besar, 51 mesjid kecil, 57 sekolah agama, 7 seminari, 22 makam, 17 fasilitas perawatan, 3 rumah sakit jiwa, 46 penginapan, 35 istana dan rumah mewah, serta 42 pemandian umum.
Karena kiprah yang luar biasa tersebut, maka tak heran jika sejarawan arsitektur terkemuka dari Washington State University, Henry Matthews, mengagumi kehebatan Sinan. Menurutnya, arsitek Muslim dari Turki itu sebanding kehebatannya dengan arsitek terkemuka asal Italia mulai dari Brunelleschi hingga Michelangelo. Sinan merupakan arsitek terhebat pada periode klasik.
Siapa Mimar Sinan?
Mimar Sinan merupakan arsitek kepala dan insinyur teknik sipil pada kesultanan Usmani mulai dari 1538 M - 1588 M. Dia mendedikasikan dirinya untuk membangun kota Istanbul di bawah empat era kepemimpinan sultan, yakni: Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III.
Selama empat periode kepemimpinan sultan, Sinan bertanggung jawab untuk membangun dan mengawasi setiap pembangunan di Kesultanan Ottoman. Masjid Salim/ Selemiye di Edirne serta Masjid Sulaiman di Istanbul merupakan masterpeice sang arsitek ulung. Sinan juga banyak mendidik dan membina arsitek terkemuka, salah satunya Sedefhar Mehmet Aga - arsitek Masjid Sultan Ahmad.
Masterpiece
Dua karya Mimar Sinan yang paling terkenal adalah Masjid Süleymaniye di Istanbul dan Masjid Selimiye di Edirne. Masjid Süleymaniye dibangun pada tahun 1550–1557 dan dianggap oleh banyak sarjana sebagai karya terbaiknya.
Foto: Mesjid Suleymaniye - Istanbul
Masjid Suleymaniye dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suleyman I yang dikenal sebagai Suleyman the Magnificent. Pembangunan dimulai sekitar tahun 1550 dan selesai tahun 1557. Letak masjid berada di pinggir Laut Marmara yang merupakan pintu gerbang menuju Selat Bosphorus. Dengan luas total kawasan mesjid ini sekitar 70 ribu meter persegi. Komplek masjid ini memang tak hanya dibangun untuk tempat beribadah tapi juga di sekitarnya ada bangunan fasilitas umum seperti madrasah, rumah sakit, sekolah, perpustakaan, pemandian hammam hingga jejeran toko. Mesjid Ini adalah salah satu masjid terbesar yang pernah dibangun di Kekaisaran Ottoman.
Foto: Mesjid Selemiye, Edirne
Karya Mimar Sinan yang tak kalah hebat adalah Mesjid Selemiye di Edirne. Masjid Selimiye merupakan sebuah mahakarya dalam sejarah arsitektur Islam. Masjid ini dirancang dan dibangun oleh Mimar Sinan pada usianya yang ke-80 pada tahun 1569 dan rampung pada tahun 1575. Saat ini Masjid Selimiye telah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Mesjid Selemiye berdiri di tengah kompleks külliye yang merupakan suatu kompleks yang terdiri dari sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan pemandian umum di sekitar masjid. Terdapat juga sebuah madrasah, sekolah hadis, kamar penjaga waktu dan sebuah arasta atau deretan toko di area komples masjid ini.
Mesjid ini dikenal dengan ukuran kubahnya yang sangat besar, Diameter kubah utama masjid yang mencapai 31,25 meter. Selain itu Menara yang terdapat di masjid megah ini merupakan menara tertinggi kedua didunia setelah Quth Minar di India. Masjid Selimiye juga memiliki jendela sebanyak 999 buah yang menurut Sinan merupakan simbol kesempurnaan Allah.
Wafat
Mimar Sinan wafat pada tahun 1588 pada usia 98 tahun dan dimakamkan di sebuah makam sederhana, yang ia rancang untuk dirinya sendiri di belakang tamannya dekat Masjid Suleymaniye di Istanbul.
Muridnya kemudian melanjutkan jejaknya dengan membangun landmark utama lainnya di seluruh dunia, termasuk Masjid Sultanahmet (Masjid Biru) di Istanbul dan Taj Mahal di Agra, India. Sinan dianggap sebagai arsitek muslim terbesar sepanjang masa, dan karya-karyanya adalah beberapa simbol Islam terbesar saat ini, 432 tahun setelah wafat.
Sumber:
http://www.visitingistanbul.com/the-great-architech-sinan-koca-mimar-sinan.html
http://www.lodgertravel.com/the-symbol-of-the-ottoman-empire-selimiye-mosque/
https://turkisharchaeonews.net/object/selimiye-mosque-edirne
https://whc.unesco.org/en/list/1366/
Karawang, 03102020
Tentang Pertemuan
Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu tersebut. Lakukan dengan tulus. Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.
الحمدالله على كل حال
For everything. Every situation, every happiness & every hardship. For every person that comes in to your life, and every person that leaves.
Allaah has a plan for you and there is wisdom in everything He, الحكيم does.
Stay true to Allaah and know that He does not fail in His promise. What you seek will reach you, trust Allaah. ❤️
India - Agra
menempatkan kepercayaanmu.
©kurniawangunadi
Seseorang begitu tenang dalam menunggu, sebab dalam hatinya ada rasa percaya. Mengapa ada keresahan, kekhawatiran, kegelisahan? Karena tiadanya percaya. Tidak ada satu hal yang pasti memang, tapi rasa percaya mampu meredakan ketidakpastian.
Kau menunggunya, itu ketidakpastian. Kau mau percaya? Tidak ada satupun darinya yang bisa membuatmu percaya bahwa kau harus menunggu sekian lama. Jadi, meletakkan kepercayaan itu harus pada tempatnya.
Allah masih menjadi yang pertama, kan?
it's okay. life doesn't have to be perfect. it just has to be lived. لا بأس، الحياة لا يجب ان تكون مثالية، بل يجب أن تحيا وحسب
- Dextrer Morgan
And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about
Haruki Murakami (via perrfectly)
Do not carry the worries of this life… because this is for Allah…and do not carry the worries of sustenance because it is from Allah…and do not carry the anxiety for the future because it is in the Hands of Allah…
Carry one thing: How to Please Allah. Because if you please Him, He Pleases you, fulfils you and enriches you. Do not weep from a life that made your heart weep…just say “oh Allah…compensate me with good in this life and the hereafter.
Sadness departs with a sajdah…happiness comes with a sincere du'a…Allah Does Not forget the good you do…nor Does He Forget the good you did to others and the pain you relieved them from…Nor Will He Forget the eye which was about to cry but you made it laugh.
Live your life with this principle: Be good even if you don’t receive good…not because of other’s sake but because Allah Loves the good doers. (bij Netherlands)
Taqwā has three levels:
📌 The First: Protecting the heart and limbs from sins and all forbidden matters.
📌 The Second: Protecting the heart and limbs from disliked matters.
📌 The Third: Protecting oneself from fudool (curiosity) and what does not concern him.
The First gives the Servant his life, The Second gives him health & strength, & the Third enables him to gain happiness, contentment & light.
[Ibn al Qayyim ra]
This world offers you a lot of emptiness. God offers you a lot of purpose.
Katherine Henson // a w a k e (via katherinehenson)
Never stop praying. Never stop believing. Never stop trying. Never lose hope because we never know what’s in store for us. :)
Muna Waseem (via themooninyourskies)
Aku tenang karena kini setelah begitu jauh perjalanan yang ditempuh, aku menjadi paham setelah begitu banyak kekhawatiran terjadi, segala bentuk ketakutan pernah kualami. Semuanya mengantarkanku pada apa yang aku miliki saat ini. Pada apa yang begitu disyukuri.
Adalah Allah yang menggerakan langkah ini sedemikian rupa. Melalui penolakan, melalui keterlambatan, melalui ketidakyakinan, melalui penghakiman, semua itu terasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang aku perolah saat ini.
Yogyakarta, 4 November 2017 | ©kurniawangunadi