Bukan malu di lihat manusia tapi malu di lihat Allah
Bagaimana bisa bersikap bodo amat terhadap orang tua sendiri hanya karena jika di ingatkan l, khawatir di anggap menggurui. jika di diam kan, terasa sedih melihatnya.
Mengerti namun tak paham.
Suatu malam dimana menangis dan berpikir “ternyata aku sekosong itu, aku belum mengerti apapun, masih sangat jauh”. Semua berawal dari percakapan biasa di siang hari dengan seorang teman di kamar kos dimana aku hendak menjemur handuk basah.
Di: di depan gak ada orang kali ya, gpp gak pake kerudung juga
Da: harusnya bukan takut/ malu dilihat orang tapi takut/malu sama Allah dan malaikat yang selalu mendampingi kita.
Rasanya seperti di tampar, ternyata aku gak tau dan mengerti apa apa selama ini. Malu 😳
Dan sekarang aku berhadapan dengan orang tua yang menganggap tidak apa-apa terbuka toh tidak ada orang, tidak ada yang lihat, kalupun ada yang lihat gak ada yang nafsu. Astagfirullah, berkali-kali diingatkan tapi jawabannya sama yang akhirnya debat kusir
Aku lelah tapi aku juga sedih. Kadang malu, bukan hanya karena sebagai orang tuaku tapi karena beliau seorang pendidik dan juga memberi kan pendidikan agama kepada anak anaknya. Terkadang bisa dimengerti jika beliau sebagai orang tua. Dan tidak bisa mengerti karena beliau seorang pendidik. 🤷🏻♀️












