Perempuan yang senang mengumpulkan cincin, gelang dan asesoris yang lain meskipun jarang mengenakan. Gegara Drama Korea Master's Sun.
Sade Olutola
AnasAbdin
Mike Driver
YOU ARE THE REASON
styofa doing anything

JVL

Janaina Medeiros
wallacepolsom
sheepfilms

tannertan36
Peter Solarz
Alisa U Zemlji Chuda
Cosmic Funnies
RMH
Today's Document
dirt enthusiast

blake kathryn
Cosimo Galluzzi
i don't do bad sauce passes
Keni
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Canada

seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Italy

seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Italy

seen from South Korea

seen from United Kingdom

seen from Russia
@rintikcerita
Perempuan yang senang mengumpulkan cincin, gelang dan asesoris yang lain meskipun jarang mengenakan. Gegara Drama Korea Master's Sun.
Dia membaca komik kesukaannya. Aku membaca ekspresi senangnya, rambutnya yang memesona. Kusisir keritingnya yang menakjubkan itu. Aku suka. Pada mulanya dirinya, lalu kepribadiannya, matanya, rambutnya dan kini semua tentangnya. Sehat-sehat dan bahagia selalu ya Mas.
Perempuan tak cuh
Seorang kawan bertanya apakah dulu saya pencemburu? Saya tidak tahu. Jika saya yang sekarang berusaha mengingat, saya dulu adalah seorang yang tidak acuh. Cuek. Tapi ingatan saya bisa saja salah, karena saya yang sekarang tidak peduli bagaimana saya dulu. Kisah yang dulu memang saya syukuri, karena kisah-kisah itulah yang membawa saya melangkah hingga saya menjadi saya yang sekarang, tapi tidak lantas membuat saya merasa yang dulu penting. Tak lagi. Yang penting adalah kini dan nanti. Jika pun kini saya pencemburu berat dan sedang berusaha mengendalikan, akan saya anggap sebagai bayaran atas apa yang saya beli dulu, perempuan tak acuh.
"Rencana Besar" ~ Padi Ungaran, 24 November 2015 Hestek saya tadi pagi #selasaberbahagia, setelah berusaha menekan hormon sentimentil yang menggelora. Dan semesta mengamini hestek saya itu. Dua kabar bahagia saya dengar di penghujung hari. Subhanallah sekali mereka, kengkawan saya itu. Menikah. Sebuah Rencana Besar. Kok yao lagu yang saya dengarkan ki ngepasi lagu ini. Heuheuheu. Kedua kabar itu tidak berbarengan saya dengar. Alhamdulillah. Jika bareng, mungkin tadi beneran saya ditabrak, karena hampir tertabrak saja tidak akan cukup mengembalikan fokus saya pada lalu lintas padat. Hapiye, saya mikir jeru. Teman saya meminta saya menyiapkan kado. Di kepala saya, kado nikahan kalau bukan buku ya sprei, atau seperangkat alat minum. Ndak jauh dari hobi saya sendiri, baca, tidur dan ngopi. Buku yang dia pesan pasti yang mahal itu. Di antara lamunan itu seorang mbak-mbak nlunyur begitu saja di depan saya, untungnya saya reflek berkelit. Bahkan saya sempat mbak itu mlongo tanpa berusaha mengerem kendaraannya. Goblok. Saya maksudnya. Seolah Gusti sedang berpesan, "Sante saja nduk, fokus saja dulu pada jalanmu saat ini." Kabar kedua saya terima beberapa jam kemudian. Hakok mereka ki subhanallah sekali nikah di bulan yang sama. Yang satu di utara, yang satu di selatan. Barakallah...teriring doa semoga lancar. Besok insyaallah saya datang pas akad, sekalian nunut doa. #selasabahagia #simplehappiness
"Jangan mengharapkan akhir pekan." Ungaran, 23 Nopember 2015 #morning #goodmorning #accept #nature #goodseason #brightsun #bluesky
"Fighter" Semarang, 22 Nopember 2015 #mandala #ink #artfortherapy #selfhealing #blackandwhite #simplehappiness #movember #artmandala
"Feeling useless" Semarang, 20 Nopember 2015 #mandala #ink #blackandwhite #selfhealing #movember #arthealing #selo #diseloke #plongsithik
"Feeling blue" Semarang, 20 Nopember 2015 #ootd #ngerok #simpleHappiness
Mengendarai motor tidak matic. Doa saya siang ini adalah lalu lintas lancar sehingga kaki kiri saya tidak perlu turun. Hehehe. Semarang, 19 Nopember 2015 #ootd #simpleHappiness
"Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar, bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi menyinari dunia..." Ungaran, 19 Nopember 2015 #mandala #drawmandala #blackandwhite #ink #movember #lovember #arthealing #selfhealing #simplehappiness #selo #diseloke
Disebut anggrek merpati karena yaa... mirip gini kok. 😆 Ungaran, 17 Nopember 2015 #labelduatujuh #orchid #orchidiversitas #Dendrobium #Dendrobiumcrumenatum #kuncup #anggrekmerpati #pigeonorchid #nature #whiteorchid #goodmorning #simpleHappiness
Menuju (akhir) dua tujuh
Rasanya ingin membenturkan kepala di dinding. Kamu sudah ngapain saja selama dua puluh tujuh tahun ini??
pandangan
"sarajyeoganeun neoreul jikyeojwo himgyeowojimyeon nareul gieokhaejwo ganjeolhi wonhaesseo jamsi meomchwoseo nal barabwajugireul meomchul su eopseo naneun duryeowo ganul su eopsneun nan eotteohge haeyahae nal barabwajwo nal gieokhaejwo" ost. I Remember You tiap dengar lagu ini, saya ingat Mas Pemuda yang sejenak menyelam dalam ingatannya ketika pandangan kami bertemu. Satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik jarum jam berpacu dengan detak jantung saya. Manis. Dan salah. :)
Merentang Rindu dari Jawa hingga Kaimana
Aku menemukanmu di hutan, pada gemerisknya serasah daun kering Aku menemukanmu di gunung, pada desau angin malam Aku menemukanmu di pameran buku, pada hiruk pikuk para pecinta buku Aku menemukanmu di bus antar kota antar provinsi, pada nikmatnya sebuah perjalanan Aku selalu menemukanmu, sekalipun aku tak sedang bersamamu Aku selalu ingin menemuimu pada waktu waktu ketika jarak dan waktu membatasi pertemuan Oleh karenanya aku melakukan perjalanan Merentang rindu dari Jawa hingga Kaimana
Pagi ini kami bercakap-cakap lagi. Percakapan kemarin mengenai kekaguman pada lawan jenis, pagi ini kami lanjutkan. Kemarin kami sepakat bahwa kekaguman baiknya tidak ditindaklanjuti, karena kagum yang ditindaklanjuti kadang justru bisa memusnahkan kagum itu sendiri. Ya, kagum pada seorang pemuda luar biasa. Dan pagi ini kami juga membicarakan hal-hal kecil di masa lalu. Hal-hal itu yang menuntun kita menjadi 'saat ini'. Kami berdua tersenyum. Di sela percakapan itu saya menemukan sebuah daun asing, daun kecil berwarna kuning. Bukan daun yang biasa gugur di kebun belakang kami. Kami mendongak mencari pohon mana yang menggugurkan daun ini. Oh Tectona grandis rupanya. Sayang sekali daun semuda ini sudah gugur. Ah mungkin itu metodenya untuk tetap bertahan di musim tak jelas begini. Hujan tak jua menyapa. Seperti yang pernah kupelajari, satu musnah untuk menjaga yang lain tetap eksis, keseimbangan. Kami juga menemukan satu lagi daun menarik, berwarna abu. Masih Tectona grandis juga.
Yogya itu kota rindu. Entah siapa yang pernah berkata begitu. Puthut ea kah, Adhe Ma'ruf kah atau Iqbal? Entah. Menyambangi Kampung Buku Jogja, mengurai rindu dari Jawa ke Kaimana.
Titik jenuh sensitif
Titik jenuh adalah suatu titik ketika batas toleransi sudah penuh. Seseorang yang tetiba 'berbicara' padamu, sesungguhnya dia telah melewati segala macam toleransinya untuk beradaptasi dalam diam.