Setelah mendengar podcastnya Teh Qoonit tentang insecure, rasanya pengen aku rangkum, buat jadi self reminder.
Perasaan insecure adalah hal wajar yg dirasakan setiap manusia, perbedaannya adalah seberapa besar rasa insecure tsb dan seberapa baik kita mengatasi perasaan insecure tsb.
Seperti yang kita tahu, kehidupan adalah perpindahan dari satu ujian ke ujian berikutnya, yang namanya ujian pasti ada rasa insecure. Yang namanya dunia, Allah buat dengan penuh kerahasiaan dan ketidakpastian, wajar jika kita memiliki perasaan insecure.
Kenali dulu alasan kenapa kamu insecure.
Definisikan rasa yang ada dalam hatimu, supaya bisa tahu solusi nya apa. Sering-sering selftalk kalo lagi ngerasa insecure, badmood, untuk tahu penyebabnya apa.
Biasanya nih penyebab insecure tuh karena
- Keluar dari zona nyaman. Sebenernya, ada sisi baiknya ketika keluar dari zona nyaman. Kita akan belajar hal yang baru, belajar adaptasi. Ada tiga zonasi, pertama, comfort zone (zona nyaman) dimana kita udah terbiasa dengan zona tsb, tau patternnya gimana, skillnya udah kita kuasai. Kalo kita pengen lanjut, maka kita akan masuk ke fear zone , disitu adl tempatnya kita merasa cemas dan takut, kita akan struggling mempelajari hal-hal baru. Setelah kita survive dari fear zone, maka kita akan memasuki learn zone, dimana kita menguasai hal baru, menjadi orang yg memiliki potensi baru dan kita akan terbiasa dengan hal tsb. Setelah itu kita akan masuk kembali ke comfort zone.
Yang salah adalah ketika kita ga mau pindah dari satu zona ke zona berikutnya. Siklus kita adalah nyaman-takut-belajar-nyaman lagi-takut lagi-belajar lagi-daaan seterusnya sampai akhir hayat kita. Itulah esensi kehidupan kalo kita pengen teruus belajar hal yang baru, berarti harus merasakan insecure.
Ketika kita merasa berada insecure, maka itulah pendidikan yg Allah sedang berikan ke kita. Sampai akhirnya Allah mampukan kita melewati hal-hal yang ga pernah terpikirkan oleh kita.
Sahabat Rasul ketika berada dalam ketaatan kemudian berada di zona tidak nyaman dimana Allah beri ujian serta musibah, mereka tidak serta merta bersuudzon pada Allah. Mereka justru memohon ampun pada Allah kalau ternyata tindakan-tindakan mereka berlebihan, kalau ada kelalaian yang tidak mereka sadari, baru kemudian minta diteguhkan pendiriannya dan meminta pertolongan pada Allah. Rabbanaghfirlana dzunuubana wa israfana fii amrina, wa tsabbit aqdaamana, wansurna ‘alal qaumil kaafirin …
Maka, ketika rasa insecure itu datang dan melemahkan kita, yang pertama kali harus kita lakukan adalah meminta ampun sebanyak-banyaknya pada Allah kemudian minta dikuatkan kemudian minta pertolongan Allah.
- Membandingkan diri dengan orang lain. Tiap orang punya kehidupannya masing-masing, punya tracknya masing-masing dan itu ga bisa dibandingin satu sama lain. Jika mau membandingkan, maka seharusnya kita membandingkan diri kita yang sekarang dengan yang lalu. Sebelum tidur, coba kita renungkan apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Ada berapa kebaikan yang bertambah? Ada berapa kebaikan yang berkurang? Hati-hati, jika ternyata kebaikan yang sering kita lakukan itu berkurang, merupakan salah satu tanda ada hidayah-hidayah yang Allah cabut. Maka jemput kembali hidayah-hidayah tsb.
- Berharap pada manusia. Bersiap-siaplah untuk merasa cemas dan insecure, karena manusia tidak bisa dijadikan sandaran. Maka gantungkan segalanya ke Allah, karena Allah yang Maha Mengatur segalanya, dan itulah yang akan membuat tenang. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang beriman dan berbuat baik. Tugas kita adalah berusaha semampunya kemudian berdo’a dan menggantungkan semuanya pada Allah.
- Menghadapi krisis/ujian. Jalankan ujian yang Allah berikan dengan baik serta bersabarlah. Parameter kesuksesan dari ujian adalah ketika kita bisa menjalankannya dengan taat. Berusahalah untuk tetap taat bagaimanapun kondisinya.
- Bisik-bisik syaithan, seringkali membuat hati jadi was-was. Orang-orang yang beriman, bersyukur, bertaqwa tidak bisa diseret syaithan ke dalam kekufuran. Maka, banyak-banyaklah berta’awudz dan beristighfar. Jangan sampai rasa was-was ini membuat kita hilang harapan pada Allah. Ingat do’a Nabi Zakariya? Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, Tuhanku. Rasa husnudzonnya pada Allah luar biasa, ga putus harapan. Jangan sampai, perasaan was-was ini membuat kita lupa pada misi kita di dunia, yaitu beribadah, menjadi khalifah di bumi, menjadi orang yang bermanfaat. Gimana mau kasih manfaat ke dunia, kalau mengatasi insecure saja belum bisa.
1. Seimbang dunia-akhirat.
Inilah yang membuat kita tenang. Ketika goalsnya adalah dunia, bawaannya akan selalu lelah.
2. Biasakan selalu self-talk dan self-awreness
Biasakan untuk bermuhasabah sebelum tidur. Apa yang sedang kita kejar, kita perjuangkan? Coba dijabarkan apa yang membuat kita insecure, jangan sampai ia menjadi ruwet sendiri di kepala.
3. Kaitkan segalanya dengan Allah
Apapun yang kita lakukan, niatkan ibadah. Kembalikan semuanya ke Allah, ketika berharap sama Allah kita ga akan pernah kecewa.
4. Bertaubat dan memaafkan diri sendiri
Percaya bahwa kita bisa membalas seluruh dosa-dosa yang telah kita lakukan dengan kebaikan-kebaikan. Jangan pernah merasa putus asa dengan dirimu sendiri.
5. Sadari diri tidak sempurna
Sadari bahwa diri kita tidak sempurna, sadari bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada kekuatan kita, yaitu kekuatan Allah. Gapapa kok, kalo proyek yang sedang kamu kerjakan tidak sesuai harapan, yang penting adalah bagaimana proses dan niatmu.
Sesungguhnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Selflove terbaik adalah dengan taat pada Allah, disitulah kita percaya bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan jalan keluar pada setiap masalah dan ujian yang sedang kita hadapi. Orang yang jauh dari Allah akan mudah disesatkan oleh syaithan sehingga akan mudah merasa insecure.
Semogaaa, apa-apa yang aku rangkum disini bisa menjadi pengingat buat kita semua -khususnya buat aku-, bahwa sebenarnya insecure itu bermula dari hati yang mulai menjauh dari Allah. Jadii, penting sekali untuk selalu mendekatkan diri pada Allah.