Arti menurut bahasa= berdoa, arti menurut syara’= menghadapkan jiwa dan raga kepada Allah karena taqwa hamba kepada Tuhannya, mengagungkan kebesaranNya dengan khusyu’ dan ikhlas dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan Takbir dan diakhiri dengan Salam, sesuai dengan cara-cara dan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Telah sampai dakwah/seruan agama kepadanya
Dapat melihat dan mendengar
Jaga (tidak sedang tidur)
Mengetahui tentang masuknya waktu sholat
Suci dari hadats besan dan hadats kecil
Suci badan, pakaian dan tempat sholat dari najis
Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika sholat fardhu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit
Membaca surat Al-fatihah pada tiap-tiap roka’at
I’tidal dengan Thuma’ninah
Sujud dua kali dengan Thuma’ninah
Duduk diantara dua Sujud dengan Thuma’ninah
Duduk Tasyahud akhir dengan Thuma’ninah
Membaca Sholawat Nabi pada Tasyahud akhir
Membaca Salam yang pertama
Mengangkat kedua tangan ketika Takbirotul Ihrom sampai bersamaan tinggi ujung jari dengan telinga, dan telapak setinggi bahu
Mengangkat kedua tangan ketika akan ruku’, ketika berdiri dari ruku’ dan berdiri dari Tasyahud Awwal
Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan diletakkan di bawah dada
Melihat ke arah tempat sujud, selain waktu membaca Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallooh. Karena ketika itu hendaklah melihat ke tulunjuknya
Membaca doa Iftitah sesudah Takbirotul Ihrom, sebelum membaca Al-Fatihah
Membaca A’uudzubillaahi Minasy Syaithoonir Rojiim, sebelum membaca Bismillah
Diam sebentar sebelum membaca Al-Fatihah dan sesudahnya
Membaca Aamiin sehabis Al-Fatihah
Membaca Surat atau ayat Al-Quran setelah membaca Al-Fatihah
Mengeraskan bacaan pada sholat Subuh dan pada 2 roka’at pertama pada sholat Maghrib, Isya dan sholat Jumat
Membaca Sami’alloohu liman hamidah ketika bangkit dari ruku’
Takbir tatkala turun dan bangkit, selain ketika bangkit dari ruku’
Membaca Robbanaa Lakalhamdu Mil-ussamaawaati wamil-ul ardli wamil’umaa si’ta min syai-in ba’du, tatkala i’tidal
Meletakkan dua telapak tangan di atas lutut ketika ruku’
Membaca tasbih Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih 3x ketika ruku’
Membaca tasbih Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih 3x ketika sujud
Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud Rabighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’anni
Duduk Iftirasy pada semua duduk dalam sholat kecuali duduk Tasyahud akhir
Duduk Tawarruk pada duduk Tasyahud akhir
Duduk istirahat (sebentar) sesudah sujud kedua sebelum berdiri
Menoleh ke kanan pada salam pertama dan menoleh ke kiri pada salam ke-dua
b). Sunnat Ab’adh (Sunnat Muakad)
Membaca Sholawat Nabi pada Tasyahud Awal
Membaca Sholawat kepada keluarga Nabi pada Tasyahud Akhir
Membaca Qunut pada sholat Subuh dan sholat Witir pada tgl 16 hingga akhir bulan Ramadhan
Melihat ke kanan atau ke kiri
Meludah ke muka, ke kanan atau ke kiri
Menutup mulut rapat-rapat
Mengangkat kepala atau menurunkannya di waktu ruku’
Sholat di kuburan atau gereja
Hal-hal yang membatalkan sholat
Berkata-kata dengan sengaja
Bergerak-gerak dengan sengaja (bergerak berturut-turut 3x seperti melangkah atau berjalan dengan sengaja)
Terkena najis yang tidak dimaafkan. Jika najis ma’fu/dimaafkan seperti darah nyamuk maka sholatnya tidak batal
Terbuka auratnya. Apabila terbuka auratnya karena ada angin kemudian kainnya segera dikembalikan dengan seketika tanpa harus bergerak terlalu banyak, maka sholatnya tidak batal
Makan dengan sengaja. Jika terdapat makanan yang tidak lebih besar dari buah kacang diantara sela-sela gigi (slilit) yang ditelannya, demikian ini tidak membatalkan sholat
Tertawa dengan nyata/jelas sehingga mengeluarkan 2 huruf seperti “HA”. Adapun tersenyum di dalam sholat tidak menjadikan sholatnya batal
Murtad (keluar dari Islam)
Ketinggalan/lupa tasyahud awal
Kelebihan raka’at atau ruku’
Karena ragu bilangan raka’at yang telah dikerjakan
Apabila kurang raka’at sholat karena lupa
Bacaan sujud sahwi dilaksanakan 2x seperti sujud biasa yang waktunya setelah selesai membaca tasyahud akhir dan sebelum mengucapkan salam.
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
Artinya: “Maha suci Allah Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa”
Sumber: Buku Pintar Ibadah