Assalamu'alaikum,
Hai, tempat sembunyi yang tenang, saat tempat lain terlalu bising.
Ijin saya menetap kembali ya, karena isi di kepala sudah terlalu penuh tapi enggan untuk bercerita kepada sesama.
DEAR READER
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
NASA

if i look back, i am lost
wallacepolsom
Sade Olutola

pixel skylines

No title available
$LAYYYTER

@theartofmadeline
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Love Begins

izzy's playlists!

⁂
Jules of Nature
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Lint Roller? I Barely Know Her
will byers stan first human second
Game of Thrones Daily
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Mexico

seen from Uzbekistan
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@riyantii
Assalamu'alaikum,
Hai, tempat sembunyi yang tenang, saat tempat lain terlalu bising.
Ijin saya menetap kembali ya, karena isi di kepala sudah terlalu penuh tapi enggan untuk bercerita kepada sesama.
EKSPETASI TERLALU TINGGI SAMPAI KECEWA YANG HADIR
Hidup tuh gak selamanya mulus aja atau sesuai dengan rencana yang kita buat. Terkadang malah suka ke lewat batas membuat perencanaan matang bahkan sampai mendikte kehidupan di masa depan yang jelas-jelas bukan tugas kita sebagai manusia untuk seperti itu (aku si manusia itu) huhuhu :(
Lantas karena berekspetasi terlalu tinggi sampai lupa bahwa ada Sang Maha Pengatur Hidup dan akhirnya kecewa yang di dapat, lalu muncul pertanyaan “Kenapa begini ?”, “Ada apa ini”, “Apa yang salah dengan ku” (gak pake backsound lagu rossa yang ku menangisssss ya) wkwk.
Seketika teringat bahwa kita sudah jauh dari kuasa Alloh, kenapa begitu ? iya dong, wong kita dengan sombong nya buat rencana dan angan-angan tapi lupa klo Allah yang Maha Mengatur dan Menghendaki segalanya. Klo Alloh bilang “Tidak” atau “Jangan”, kita bisa apa ? (ngomong depan kaca biar sadar). ckckck
Sudahi berekspetasi tinggi tentang rencana yang dibuat tanpa melibatkan dan memasrahkan semuanya ke Alloh, karena yang di dapat rasa kecewa terus menurus kecuali kita bisa bijak untuk belajar dari rasa kecewa tersebut maka kedepannya pun akan lebih berhati hati dan lebih banyak menggantungkan rencana dan harapan ke Gusti Alloh SWT.
Jakarta, 14 Januari 2022 Jum’at Berkah, 14:43 WIB
(Kantor tercinta)
Cerpen : Impas?
Hadirnya sudah seperti mimpi buruk. Kalau tahu endingnya seperti ini, rasanya aku ingin membuka mata cepat-cepat dari awal kita bertemu. Bangun! Bangun!!!!
"Ini foto siapa? Katanya lagi kerja lapangan, banyak proyek, kok sempat-sempatnya foto beginian?" Kataku mengirim sebuah foto pertunangan di WA.
"kita ketemu yuk."
Dan benar saja, di pertemuan itu dia mengakui bahwa dia bertunangan dengan perempuan lain. Edan! Dia kasih dua cincin sekaligus kepada dua orang dalam satu waktu?!
Aku tidak mau bertanya lebih lanjut, tentang kenapa ini terjadi, kenapa dia bisa kepincut perempuan lain, apa alasannya, jadi selama ini kebohongan apa saja yang dia perbuat, dan hal-hal semacam itu meski aku penasaran.
Aku tidak minta dia mengembalikan lamaran ke bapakku seperti saat memintaku dulu, meskipun adabnya seperti itu. Percuma bicara soal adab sama orang yang tidak punya unggah-ungguh. Apa hukumnya melamar di atas lamaran lain? Jelas zalim lah!
Aku menguatkan diriku sendiri yang sebenarnya keringat dingin. Lututku lemas. Kepalaku sakit. Tapi aku butuh mengakhiri ini semua dengan tegas dan (sok) kuat, harga mati. Tidak ada tawar menawar, apalagi menahan-nahannya.
Rasanya aku ingin mengumpat, menyumpah serapahi dia, mengguyurnya dengan minuman yang kupesan, barangkali mencekiknya kalau bisa. Di benakku ini, amarahku sudah meluap seperti orang kesetanan. Tapi bersama hati yang patah semua itu hanya tertahan sampai tenggorokan. Sakit....
Aku utuh dengan segala kebencian dan pengkhianatannya. Memaafkan? Entahlah, mengingat namanya saja aku tak rela. Kasihan tubuhku, kasihan jiwaku...
Dia mengemis maaf di pertemuan itu, nyatanya memang dia lebih memilih perempuan itu dibanding aku. Ah tapi maaf saja, siapa juga yang tetap mau sama anda? Pait, pait, pait...
"Minta maaflah sama calon istrimu, sudah mau mengajaknya membangun rumah tangga dengan merusak hati perempuan lain, menginjak-injak kepercayaan dan harga diri keluarganya pula. Apa enaknya mengawali hidup baru dengan cara seperti itu?" Entah dapat keberanian dari mana, kututup perjumpaan itu dengan sebuah kemenangan.
Allah telah menyelamatkanku dari laki-laki yang tidak berpendirian, tidak punya komitmen, dan licik.
Aku hancur tapi aku bersyukur.
Untuk diriku, terima kasih untuk menjadi berharga, berani, dan begitu tegar. Kamu hebat!
Tidak apa-apa... Tidak apa-apa kita rehat sejenak. Ambil jeda. Tarik nafas. Menangis...
Seminggu tidak keluar kamar barangkali? Tidak apa-apa bukan?
Pulang ke rumah, aku menangis dalam pelukan ibu...
"Nak, ini musibah. Ada dosa-dosa yang Allah ingin hapuskan untukmu. Kita hadapi sama-sama ya..."
:')
Semakin dewasa, rasanya semakin sedikit doa yang ditujukan untuk memiliki sesuatu. Entah harta, tahta, bahkan suatu benda yang spesifik. Sekarang, lebih banyak meminta agar Allah memberikan kekuatan. Kekuatan menjalani semua peran yang melekat. Kekuatan bertanggungjawab atas apa yang telah Allah percayakan.
Dan diatas itu semua, inginku hanya satu. Keridhoan-Mu. (via hanamaulida)
Pernah Kau Alami
Pernah kau alami ?
Saat kau merasa baik-baik saja, namun dalam sujud panjangmu hatimu terasa kosong dan perih. Hanya tangis yang bisa kau lakukan. Mulutmu tidak bisa berbicara apapun, kecuali terus menyebut penciptaMu.
Pernah kau alami ?
Bahwa dalam waktu yang terus berjalan ini, pemikiranmu mulai berubah bukan lagi hanya mengenai hal memperbaiki diri dan memantaskan diri, tapi soal perjuang dan berjuang.
ya, biarkan saat ini aku hanya ingin jadi pejuang dalam tahajudku, agar segala harapanku yang selalu ku sebut dan ku rayu dalam doa untuk segera terwujud.
Sebentar dulu,
Jangan terburu-buru menilai aku riya dalam beribadah. Aku sedang belajar untuk sebaik-baiknya menjadi manusia yang bisa memberikan manfaat untuk sekitar ku.
Bisa saja, beberapa orang sedang mengalami hal yang sama atau bahakan lebih parah dariku.
31 Oktober 2019, 10:09
Saat Perempuan punya mau (tekad) bukan nekat, maka ia akan memanfaatkan peluang yang ada di depan mata, waktu dan kesempatan. Perempuan maju adalah dia yang bekerja keras dan bekerja cerdas, bersedia menyiapkan bekal dan peran untuk menjadi perempuan seutuhnya di kemudian hari. Terima kasih @google untuk kesempatannya. 😊 #womenwill #googlebussines https://www.instagram.com/p/B4FahyaD4fMH4hRm6xcrKUZHAqKY6bXjh51__00/?igshid=fwc8r78wj4ae
2 bulan menuju akhir tahun
Dalam hidup pasti setiap orang memiliki target dalam hidupnya. Tidak terkecuali aku, memiliki banyak target atau resolusi tahun ini tapi kenyataannya hanya beberapa yang terealisasikan.
Tapi dengan begitu membuat aku sadar bahwa manusia hanya bisa berencana dan Allah lah sebaik-baiknya penentu keputasan untuk hambaNya.
Ya, akhir tahun tinggal 2 bulan lagi. Kembali mulai mengecek resolusi tahun ini yang blm tercapai atau mungkin tidak bisa tercapai dalam waktu yang tersisa 2 bulan ini.
Salah satunya, resolusi untuk untuk disegerakan bertemu dan menggenap dengan laki-laki pilihanNya. Sedikit pupus namun tidak kecewa, Sedikit bertanya kenapa tapi tidak membuatku berhenti meminta dalam doa. Aku terus menanam dalam hati dan pikiranku bahwa Allah akan memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan.
Aku yakin waktu ku untuk bertemu dan menggenap dengan laki-laki yang akan jadi pendampingku tidak lama lagi, dengan waktu yang tersisa aku berupaya menunggu dengan terus memperbaiki diri, memantaskan diri untukNya agar kelak aku pantas disandingkan oleh laki-laki pilihanNya.
30 Oktober 2019, 09:40 WIB
Dalam ruang tunggu
Manusia ini suka lucu. Berdoa dan meminta sama Allah, tapi masih menyimpan ragu
Padahal Allah dah bilang, kalau berdoa nanti dikabulkan. Tapi, gimana mau dikabulkan kalau masih menyimpan keraguan sama Allah?
Bukankah cukuplah Allah sebagai tempat diri, sebaik-baik pelindung dan sebaik-baiknya penolong?
Kalau meminta dan berdoa kepada Allah saja masih ada ruang keraguan. Siapa lagi emang yang bisa jawab keraguan?
Mungkin inilah alasan kenapa doa-doa yang kita langitkan tak dikabulkan.
(via creativemuslim)
INGAT
Seorang anak perempuan selama masih sendiri, dia masih menjadi tanggung jawab ayahnya. Ketika ayahnya sudah tidak ada, dia menjadi tanggung jawab Kaka laki-lakinya.
Jika tidak bisa membantu mereka ke surga, minimal jangan jadi jembatan mereka untuk masuk ke neraka. (Self reminder)
Perihal mencari uang yang tak kenal waktu sepertinya memang ada, hidup ini keras dan kota tempat tinggal ini (Jakarta) cukup keras jika hanya mengandalkan pijakan kaki dengan orang lain atau hanya berharap mukjizat datang tanpa ada usaha. Perihal mencari uang yang tak kenal waktu bukan berarti memporsir seluruh tenaga utk bekerja tanpa memikirkan hal yang lain, tapi lebih kepada memanfaatkan waktu terbaik dalam mencari rejeki. Seorang dosen mikro pernah berkata “ lebih baik bekerja tidak dengan meja kerja, komputer, ruang ber AC tp memiliki pemasukan yang lebih, dibanding dengan yang bekerja diruang ber AC, dengan meja kerja dan komputer tapi memiliki pemasukan yang pas.” Mungkin kalimat itu bisa disematkan pada pengusaha kecil seperti pedagang ayam, pedagang sayur, pedagang sembako (bekerja tidak diruang ber AC, tidak dengan meja kerja dan komputer) tp memiliki pemasukan lebih dari pada pekerja dibalik meja kerja.
Dan itu membuat saya berpikir beberapa tahun kemudian, keputusan apa yang harus saya ambil.
Jakarta, 23 Juni 2017 23 : 55
(via wanitaturki)
dan tahun ini saya berani ambil keputusan itu..:)
Sempat Hilang, kemudian kembali
Kadang tentang hal dirasa itu tidak bisa diatur sedemikian rapih seperti skenario dalam film, dimana waktu, kapan dan cerita seperti apa sudah dibuat sebegitu rapih.
Aku yang cuma manusia biasa sama seperti yang lain, sudah mengatur, menyusun bahkan sampai punya khayalan seperti apa perasaan yang ku punya ini ke depannya.
Hingga aku lupa, bahwa manusia hanya bisa berencana namun Alloh juga yang mengatur dan memutuskannya.
Cinta dan rindu itu hampir sama sikapnya. datang tanpa permisi, pulang tanpa pamit bahkan singgahnya pun tak pasti dan tidak tau tempat.
Aku tidak pernah membayangkan bahkan terbesit sedikit pun tidak, bahwa perasaanku yang lama ku tutup bahkan sudah ilang kemudian tiba" datang terbuka kembali.
Semua berbalik 360 derajat, beberapa waktu lalu yang ku inginkan malah yang tidak ku butuhkan. Kini apa yang pernah tidak ku inginkan malah yang ku butuhkan.
Alloh itu memang skenario terbaik, DIA maha membolak-balik hati hambaNya.
Duh Gusti Alloh, bantu aku….
duh lupa aku ini kapan. yang jelas setahun atau 2 thn lalu. wkwk
Ada hal yang belum pantas bahkan tidak perlu di pertontonkan
Kadang dengan ketidaksabaran yang kita miliki membuat pikiran kita dikuasai oleh napsu.
Akal sehat menjadi tak waras, hal yang selayaknya belum bisa di pertontonkan atau bahkan tidak perlu di pertontonkan, semua menjadi seperti hal yang wajar. Padahal diluar sana ¼ orang yang tahu memang peduli dan mendukung, sisanya hanya ingin tahu dan menjadi pro kontra bagi yang melihat. Tak jarang menjadikan kita menjadi konsumsi percakapan hangat mereka di sela jam kosong ditemani secangkir kopi atau teh hangat.
So, ada hal yang memang cukup jadi bahan diskusi kita bersama, menikmati bersama tanpa harus ada pengakuan dari pihak lain. Karena ketika kita merasa sudah cukup menemukan satu sama lain, tidak perlu lagi mencaro orang lain untuk jadi teman diskusi, bukan?
Semester 7
Dulu awal masuk kuliah waktu jadi maba setiap liat kk tingkat yang lagi sibuk ngurus skripsi selalu was-was sendiri. sampe mikir gitu nanti gimana ya jamannya aku waktu ngadepin masa itu.
kata temen-temenku yang sudah dulu ngerasain masa itu, katanya skripsi itu ibarat setan klo gak di usir pake doa ya tetap aja di bakal menghantui. (ya sebelas duabelas lah sama mantan, gitu. wkwk), sama hal nya dengan skripsi klo gak dikerjain cuma dikeluhkan ya gak bakal selesai.
eiitss.. jauh yah beib bahasnya udh kesitu.
Jadi gini, masuk di semester 7 bukan bikin aku sepenuhnya senang krn aktif di kampus bentar lagi (maklum mahasiswa kelas karyawan, yg klo dtg ke kampus dengan sisa-sisa tenaga krn habis untuk kerja), huufftt...
Aku malah kepikiran mau pengajuan judul skripsi di semester 7 atau nanti selesaikan dulu perkulihan semester 7 ini. Klo mau pengajuan judul pun bingung krn blm ada sama sekali judul yang mau di ajukan (sok-sokan mau ngajuin judul, wkwk)
Secara bukannya ingin terlihat lebih dari teman-teman, cuma lebih ke hal biar aku bisa santai aja waktu ngerjain skripsinya.
yaudah lah ya, gak nemu titik keluarnya kan. cuma mau keluarin unek-unek aja krn ngerasa di hantuin terus... wkwk
Lama gak berpenghuni dan gak di sapa.
Assalammualaikum...
Benar seperti itu adanya.
Ada yang rindu namun enggan untuk mengatakan.
Ada yang ingin memulai percakapan karena ingin membayar rindu, tapi malu untuk melakukan.
Ada yang mulai berharap tapi lebih memilih membawanya dalam doa.
Ada yang mulai merasa tertarik tapi lebih memilih memperhatikan dari jauh saja.
Ada yang baik tapi malah memilih yang berisik.
Ada yang siap untuk mengikat atau terikat namun lebih memilih menunggu tanpa ada ikatan.
Ada yang susah payah berjuang namun tidak diperjuangkan sebaliknya.
Ada yang dulunya diabaikan, sekarang mulai diperhatikan.
Ada yang hadirnya dulu hanya dalam bayangan, kini malah yang diharapkan.
Dasarnya manusia selalu berada pada masalah yang sama seperti itu.
*kepada diri (kalian) yang sedang dalam hal seperti itu mulai lah untuk menyadari akan hal itu.*
(Diketik diatas kasur empuk, dengan angin sepoi-sepoi dari kipas angin karena sumuk pada malam Selasa/2 Dzulhijah,22:12)
Ada hal yang belum pantas bahkan tidak perlu di pertontonkan
Kadang dengan ketidaksabaran yang kita miliki membuat pikiran kita dikuasai oleh napsu.
Akal sehat menjadi tak waras, hal yang selayaknya belum bisa di pertontonkan atau bahkan tidak perlu di pertontonkan, semua menjadi seperti hal yang wajar. Padahal diluar sana 1/4 orang yang tahu memang peduli dan mendukung, sisanya hanya ingin tahu dan menjadi pro kontra bagi yang melihat. Tak jarang menjadikan kita menjadi konsumsi percakapan hangat mereka di sela jam kosong ditemani secangkir kopi atau teh hangat.
So, ada hal yang memang cukup jadi bahan diskusi kita bersama, menikmati bersama tanpa harus ada pengakuan dari pihak lain. Karena ketika kita merasa sudah cukup menemukan satu sama lain, tidak perlu lagi mencaro orang lain untuk jadi teman diskusi, bukan?
Teruslah berkarya…
Jika Kamu Tumblr-ers peduli dengan lagu Anak Indonesia mohon dapat di reblog
Salam Komunitas