Bila Ia Bukan Kamu
Berandai-andai, berkhayal, bermimpi, merupakan cara yang paling indah dan mudah untuk membuat perubahan emosi dalam hati. Kadang tersenyum simpul, kadang cemberut kecut. Semua terjadi sekejap, tak terencana. Banyak alasan kenapa imaji itu muncul. Salah satunya perihal perasaan.
Hampir setiap individu dibuat risau, galau, resah, gundah, ‘hanya’ karena memikirkan sesosok pasangan masa depan. Sampai ada satu titik dimana kita bertemu seseorang yg entah mengapa membuat degup jantung berpacu lebih cepat. Mencoba mengontrol emosi di hati tak bisa, berimbas pada raut wajah yang tetiba sumringah. Hampir setiap jam, setiap menit, setiap detik, berpikir keras bagaimana cara mendapatkan perhatian lebih darinya. Membayangkan hal-hal indah kalau yang diimpikan menjadi kenyataan, membawa kesenangan yang sementara. Namun, ada suatu hal yang mengganjal. Satu pertanyaan yang belum sempat terjawab. Pertanyaan yang membuat diri terdiam, seperti tamu yang tak diharapkan datang. "Bagaimana bila sosok yang didamba untuk menjadi pasangan 'ideal' ku bukanlah dia ?"

















