Pengalaman Tes PLN
Itulah akhir dari perjuangan tes PLN untuk angkatan 67, Senin 15 April 2019 dari pagi gak henti-hentinya cek web rekruitmen, tapi masih belum ada berita terbaru. Yaudah lanjutin kerja fokus ngebuat Blueprint untuk proyek CDM berhubung waktu itu aku statusnya masih bekerja di PT Inti Data Utama (IDU) salah satu perusahaan IT dan kebetulan aku ditempatkan pada posisi functional consultant. Pulang kerja sekitar jam 6 sore sampai kos langsung ganti beberes mandi dan sholat magrib. Coba cek lagi eh masih belum ada notifikasi. Yaudah aku nyerah mungkin besok pikirku. Tapi ntah kenapa gabisa tidur, kemudian iseng-iseng buka telegram wah udah rame aja notif di grup PLN langsung deh aku berselancar di web rekrutmen PLN lagi. deg... deg... deg... pas dibuka pengumuman tes loading... loadiing... dan seketika aku melihat warna hijau tanda centang yang bertuliskan Anda Lolos seleksi sebelumnya dan berhak mengikuti seleksi ini. Waaaa Alhamdulillah ya Allah akhirnya berakhir juga jawaban dari usaha selama kurang lebih sebulan ini.
Rekrutmen untuk angkatan 67 ini terbilang rekrutmen yang cepat dan kilat, kurang lebih dalam sebulan semua rangkaian tes dilalui dan tidak perlu menunggu lama-lama pengumuman pun juga sangat cepat. Tidak seperti rekrutmen angkatan sebelumnya temenku yang diangkatan 64 bisa menunggu sampai 5 bulan dan jarak menunggu untuk setiap tes ada yang hampir sebulan, sedangkan saat rekrutmen 67 ini aku menunggu paling lama sekitar 2 minggu dan bahkan paling cepat itu sekitar 3 hari.
Angkatan 67 ini adalah Rekrutmen kedua yang aku ikuti, sebelumnya aku pernah ikut juga untuk rekrutmen angkatan 57 itu sekitar Awal tahun 2017, kalau tidak salah sekitaran Maret 2017. Aku ikut bersama teman-teman angkatan Teknik Industri dan mengikuti seleksi di kota Pekanbaru. Namun rejeki belum ditagan kami yang cewek-cewek semua gugur ditahap ke-3 sehingga yang lanjut dan sampai lolos sekitar 3 orang rekan kami yang laki-laki (Andi, Acit dan Farizan). Entah kenapa setelah tes itu aku merasa pesimis bisa lolos tes PLN, aku berpikir mereka hanya memprioritaskan laki-laki. Aku merasa tidak yakin bisa lolos jika ikut tes lagi, makanya selang beberapa tahun aku hanya membiarkan dan seolah tak peduli saat PLN melakukan rekrutmen lagi.
Yaap perjuangan kami kala itu hanya sampai tes AKDING. Kalau ga salah cewek yang ikut lumayanbanyak dan ga satupun dari kami yang lolos. hmm sedih yaa 😢😅
Kemudian aku mendapatkan pekerjaan sebagai konsultan dan bekerja di Jakarta sekitar 1 tahun lebih. Pada akhir 2018 dibuka rekrutmen untuk angkatan 64 dan aku dengar banyak teman-temanku yang mengikutinya. Ada juga yang mengajakku untuk bergabung tapi ntah kenapa saat itu aku tidak terlalu berminat. Hingga dibuka lagi angkatan 65 tapi tetap saja aku masih belum berminat ikut. Salah satu teman Ratri jg ikut tes tersebut namun sayang sekali dia tidak lanjut dan gagal di tahap akding.
Kemudian awal tahun 2019 PLN kembali membuka rekrutmen untuk angkatan 67, tiba-tiba semangatku untuk mengikuti seleksi dan tes-tes kembali membara. Karena perusahaan tempatku bekerja sudah tidak aman, jadi aku harus mencari pijakan baru. Beberapa kali sempat tes-tes dan interview. Dan per februari 2019 aku resmi resign dari kerjaanku waktu itu di PT PII, dan kemudian aku langsung lanjut karena udah dapat kerja di perusahaan lain yaitu PT Inti Data Utama (IDU). Sama-sama bergerak di bidang IT cuma produk yang ditawarkan berbeda.
Kebetulan waktu itu PLN dan BPJS Ketenagakerjaan sedang open rekruitmen, dan aku mendaftar untuk kedua perusahaan tersebut dan alhamdulillah lolos untuk setiap tahap yang aku jalani. Namun pada akhirnya aku harus tetap memilih, dimana aku memilih untuk melanjutkan mengikuti rekrutmen PLN dan merelakan rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan.
Nah proses rekruitmen inilah yang saya ikuti bersama dengan sahabat saya Opii. Awalnya tau ada rekrutmen ini kami tidak ada niat untuk ikut tapi ntah kenapa tiba-tiba saja pengen ikut melakukanpendaftaran H-1 ditutupnya pendaftaran, gak terlalu banyak update profil cuma update pengalaman kerja trus submit. Wah benar-benar ga niat keliatannya tapi tetep pengen coba. Mikirnya sebelum umur gabisa ikut lagi yaudah coba aja.
Beberapa hari setelah penutupan web recruitmen pengumam hasil administrasi keluar dan Alhamdulillah aku lolos untuk tahap ini.Dari info yang saya dengar ada sekitar 8 ribuan peserta yang mendaftar dan hanya 4ribu peserta yang lolos untuk tahap ini. Pengumuman ini ditandai dengan diberikannya jadwal untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya yaitu tes AKDING (Akademik dan Bahasa Inggris). Tes ini dilakukan secara online sesuai jam yang telah ditentukan yang diberitahukan lewat email. kita diberi waktu sekitar 3 jaman untuk menyelesaikan tes tersebut. Bentuk tesnya terdiri dari 2 bagian soal, dimana per bagiannya diberikan waktu untuk menegerjakan masing-masing soal. Misal masing-masing soal diberi waktu 1 menit. Nah setelah waktu habis maka otomatis akan lanjut kepada pertanyaan selanjutnya. Jadi kita tidak bisa balik ke soal sebelumnya ya. Dan selain itu sistem penilaian untuk tes inidengan sistem minus sehingga kita harus hati-hati dalam mengisi jawaban. Cukup isi jawaban yang kamu ketahui dan kamu yakini agar poinmu tidak habis apabila kamu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang salah.
Beberapa hari setelah tes AKDING pengumuman untuk tes selanjutnya kembali keluar. Dan alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk lanjut ke tahapan ini. Peserta yang di cut juga lumayan banyak, sehingga yang tersisa untuk tes psikotesini menjadi 2 ribu peserta saja. Karena Tes Psikotes ini dilaksanakan di kota tempat pendaftaran dan karena saya mendaftar untuk seleksi di bandung jadi saya melakukan tes di Hotel Grand Pasundan Bandung. Saat mengetahui bahwa saya lolos tahap ini, saya langsung menghubungi teman-teman yang lain dan alhamdulillah ternyata opi juga lolos untuk tahapan tes ini. Dan disini saya juga baru tau kalo ternyata sobep saya Fian juga ikut tes dan alhamdulillah dia juga lolos tahpan ini. Saya berencana berangkat hari selasa sore setelah pulang kerja dan janjian ketemuan dengan opi di terminal leuwi panjang primajasa. Malam itu kami menginap dirumah agung pacar si gita temen masa kecil saya. Kami menumpang semalam dan besok paginya pamit untuk pergi ujian sekaligus pamit langsung balik ke jakarta setelah ujian selesai. Sesampainya dilokasi ujian ternyatayang batch 1 banyak yang baru selesai. Batch 1 itu adalah ujian untuk jurusan teknik elektro. Kemudian sekitar pukul 13.30 kami diizinkan masuk dan menduduki kursi sesuai dengan nomor urut ujian kami. Tes psikotes atau tes intelegensi yang dilakukan disebut TAP adalah kepanjangan dari Tes Adaptif PLN. Tes ini menggunakan metode tes yang berbasis komputer yang lebih dikenal dengan istilah Computerized Adaptive Testing (C A T).
Adapun tes adaptif ini mempunyai 4 subtest, yaitu:
a. Subtest General
Subtest general ini perpaduan antara soal subtest spasial, verbal dan numerik.
b. Subtest Spasial
Subtest ini berisi pola-pola gambar dan anak-anak panah. Berikut contoh soalnya :
Pembahasan :
a. Untuk pola gambar, di gambar tersebut sudah ada pembahasannya sendiri ya, kalo kurang jelas bisa di klik saja gambarnya.
b. Dan untuk arah tanda panah, perhatikan gambarnya : warna kuning berputar ke arah kanan sebesar 45 derajat, warna merah berputar ke arah kanan sebesar 180 derajat, warna biru berputar ke arah kanan sebesar 90 derajat dan warna hijau berputar ke arah kiri sebesar 45 derajat. Nah untuk soal yang pertama jawabannya adalah B, dan untuk soal yang kedua jawabannya adalah D.
TIPS DAN TRIK pada Subtest Spasial : Tetap tenang dan fokus sama soal-soal yang keluar terutama di arah tanda panah, karena untuk arah perputaran tanda panah itu sama saja di tiap soalnya, jadi kalo arah putar tersebut sudah mengerti maka akan mudah mengerjakan soal-soalnya.
c. Subtest Numerik
Subtest ini berisi tentang soal-soal cerita matematika dalam suatu paragraf, tabel, diagram dan grafik.
TIPS DAN TRIK pada Subtest Numerik : Langkah pertama adalah hapal perkalian 1-100. Ini syarat mutlak agar bisa mengerjakan test numerik ini. Langkah kedua adalah tenang dalam mengerjakannya. Soal yang diberikan sebenarnya sederhana tetapi panjang di perhitungannya dan angka yang keluar itu jelek. Jelek disini seperti contoh angka 4573, kalo angka cantik kan misalnya 5000 atau 3500.
d. Subtest Verbal
Subtest ini terdiri atas soal-soal cerita bahasa indonesia dimana pilihan jawabannya cuman BENAR, SALAH atau TIDAK DAPAT DITENTUKAN.
Jawaban dari pertanyaan itu adalah A (Benar).
TIPS DAN TRIK pada Subtest Verbal : Kalian harus mengerti maksud dari paragraf tersebut. Santai aja di baca pelan-pelan kalimat per kalimat dan dipahami.
Ada beberapa poin teknis tes TAP ini : 1. Tiap soal waktunya 2 menit untuk semua subtes. 2. Jumlah soal tiap subtes maksimal 20 soal 3. Tiap peserta soalnya beda-beda atau acak nomornya. Jadi saran jgn tengok kiri kanan anda. 4. Tiap peserta ada yg mgkn cuman ngerjain 5,6,11,12 soal dsb udah bisa next subtes. Jd jgn panik kalo ada temen yg udah keluar tes duluan. 5. Poin 4 terjadi karna mungkin peserta ketika diberi soal dgn tingkat yg sulit-sulit mampu menjawab dgn bener.. dan memang itu ciri dari tes TAP. Tapi jgn panik, gw pernah ngerjain ampe maksimal 20 soal tetep lolos.. 6. Pengerjaan soal urut.. tidak bisa back.. atau skip soal
Alhamdulillah jika dipikir-pikir aku termasuk cukup cepat dalam menyelesaikan tahapan tes ini, kalau tidak salah kurleb 2 jam. Awalnya aku pikir sudah banyak yang selesai duluan, ternyata saat aku berdiri meninggalkan kursiku, hanya beberapa kursi saja yang terlihat kosong, yang lainnya ternyata masih diduduki oleh masing-masing peserta yang masih mengerjakan tes. Pas aku sampai diluar ruangan belum kutemukan satupun temanku diluar ruangan, sehigga aku menunggu mereka diluar sambil berdiskusi dengan beberapa orang yang kutemui diluar dan juga telah selesai mengerjakan tes seperti saya. Dari hasil diskusi kami saya mendapatkan info kenapa kami bisa cepat selesai mengerjakan tes. Tak terasa sudah hampir 1 jam saya menunggu kemudian satu persatu teman saya keluar dari ruangan tes. Dan benar saja seperti yang saya diskusikan sebelumnya ternyata teman-teman saya ini mendapatkan banyak sekali soal, sedangkan saya hanya mendapatkan sedikit soal saat tes. Kenapa bisa demikian? Nah dari info yang saya peroleh ternyata banyak sedikitnya soal yang kita jawab tergantung dari benar atau salahnya jawaban kita. Tingkat kesulitan soal akan bertambah saat kita menjawab pertanyaan denganbenar untuk setiap subtest, dan sebaliknya ika jawaban kita salah maka kita akan mendapatkan kembali soal denga tingkat kesulitan yang sama namun dengan pertanyaan yang berbeda. Jadi dapat disimpulkanalhamdulillah saya dapat menjawab dengan baik setiap pertanyaan sehingga di tiap tingkatan soal aku hanya mendapatkan 1 soal atau 2 soal paling banyak, Pantas saja saya bahkan menunggu hampir 1 jaman dari jarak saya selsai dengan teman-teman yag lain. Jika dihitung-hitung lama waktu teman-teman saya bahkan hampir 3 jaman utnuk mengerjakan tes ini.
Tidak lama-lama Sabtunya pengumuman tes psikotes sudah keluar dan Alhamdulillah lagi aku masih diberi kesempatan untuk mengikuti tes ini. Kali iniseperti biasanya jumlah peserta yang di cut cukup besar sehingga yang berhak mengikuti tes ini hanya sekitar 1000an peserta. Sungguh sebenarnya gak nyangka hasilnya keluar begitu cepat. Sebenarnya saya cukup pesimis dalam tahap tes fisik ini. Hal yang paling aku takuti adalah lingkar perut. Karena semenjak aku bekerja di jakarta berat badanku naik drastis. Aku pasrah menghadapi tes ini, namun juga tidak lupa tetap berusaha dan berdoa. Semenjak mengikuti tes psikotes aku mulai mengurangi makanan berat. Dan mulai sarapan yang lebih sehat dengan minum susu bearbrand malt biar lebih mengenyangkan. Makan malam sudah aku ganti dengan buah dan mulai mengurangi makan nasi. Harapanku setidaknya lingkar perutku menjadi 80. Karena sebelumnya lingkar perutku mencapai 82 >,< Daan Alhamdulillah sekali usahaku cukup membuahkan hasil hingga waktu itu lingkar perutku menjadi 79. Untuk kategori cewe aku lumayan tinggi dengan rata-rata cewe indonesia pada saat ini waktu tes tinggiku 163 dengan berat 62. Untung saja BMI ku masih ideal hohoo. Awalnya kita disuruh mengantri kemudian di tes sesuai dengan loket2 yang ada, loket mengukur tensi, berat dan tinggi badan, mata, kemudian terakhir tes dengan dokter. Yang paling tyerakhir dengan dokter adalah tes yang paling banyak ditakuti oleh orang wkwk. Ini bener-bener tes fisik kita. Waktu itu aku masuk ke dalam ruangan disana sudah ada seorang dokter cantik yang langsung menyuruh kita untuk melepas pakaian. waduh deg-deg seer juga kan. Namun setelah dia melihat form yg aku bawa dan mengetahui aku sedang M maka hanya bagian atas saja yang dibuka. Kemudian dimulailah dari tes keseimbangan, gerak refleks, cek gigi, mata, bagian belakang telinga yang aku rasa ini mengecek kelenjar getah bening, kemudian cek varises, cek kanker payudara dan terakhir lingkar pinggang. Ohiya ada satu tahapan pengecekan ambeyen yang tidak aku lewati karena memang dokter ini tidak mengecek peserta yang sedang M, dokter cukup menanyakan apakah kita ambeyen atau tidak? Dan alhamdulillah karena saya memang tidak memiliki ambeyen jadi dengan mantap saya mengatakan “TIDAK DOK”. Setelah selesai dicek kemudian saya berberes dan kembali pulang ke jakarta agar esoknya bisa kembali bekerja.
















