Kemudian melanjutkan lagi 365 hari lainnya yg baru https://www.instagram.com/p/B6xX6y6hGowOZITfbmfOoGP7onwOerofSvfm4M0/?igshid=1x56m6rx0xsva
Color Me Curious

if i look back, i am lost
Show & Tell

Jar Jar Binks Fan Club
Game of Thrones Daily
NASA

#extradirty
Cookie Run:Kingdom Official!

Product Placement
★
Phantogram Three
occasionally subtle
KIROKAZE
No title available
sheepfilms
macklin celebrini has autism
🪼
ojovivo
h
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from United States
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from Switzerland
seen from Türkiye
seen from United States
@rotilapis-blog1
Kemudian melanjutkan lagi 365 hari lainnya yg baru https://www.instagram.com/p/B6xX6y6hGowOZITfbmfOoGP7onwOerofSvfm4M0/?igshid=1x56m6rx0xsva
Kemudian melanjutkan 365 hari lainnya https://www.instagram.com/p/B6xUSkUlog4H1nJtNh-VpcMjWY9azIWDjRXQss0/?igshid=1iro5ugawirwz
🌵🌿🎨🏜 Rindu tak bisa diatur, Kita tak pernah mengerti.. ~ ~ ~ Art by Choi Mi Kyung 🎨🌈
Tidak ada orang lain atau sahabat dekat mengerti dirimu melebihi kamu. Ringkasnya jangan berharap lebih, itu hanya akan membuatmu kecewa. Karena toh pada akhirnya hanya kamu yg benar-benar mengerti diri sendiri.
Yakan?
by ENSEE
music mood akhir akhir ini :v
Cerpen : Aku Meracau Lagi.
Apa orang yang sedang patah hati suka meracau? Apa cuma aku yang begitu?
Pagi ini adalah pagi yang berjalan paling lambat dalam hidupku. Setidaknya dua puluh lima tahun ini. Detik demi detik terasa begitu lama berganti. Baru kali ini aku merasa kehilangan yang sebegininya. Kehilangan itu bernama perpisahan. Perpisahanku dengan perasaanku sendiri. Dan entah keberanian macam apa yang merasukiku, aku justru menantang perpisahan itu. Aku datang menghadapinya.
Klasik. Sebenarnya kisahku klasik. Mungkin kamu yang sedang mendengar racauanku akan berkata demikian karena kamu tidak mengalaminya. Ini memang seperti drama-drama kemarin sore yang diseruput bersama teh manis hangat berlatar hujan dan suaranya yang mengguyur tanah serta pepohonan sekitar.
Perpisahan itu memiliki nama lengkap : Aku Ditinggal Menikah oleh Perempuan yang Aku Sukai. Dan entah hatiku ini terbuat dari apa, aku justru datang di akad nikah dia-yang-beberapa-bulan-lalu-kuajak-menikah. Ternyata aku saja yang terlambat datang. Tidak tidak, maksudku aku saja yang terlambat menseriusi ajakanku.
Nafasku berat, tidak sekali dua kali. Tak tahu sudah keberapa kali pagi ini. Aku datang. Hari ini aku datang. Hari ini, di hari aku merasa lebih rapi, lebih tegap, dan lebih berani dari biasanya, aku justru merasa rapuh di luar biasanya. Sebenarnya aku sudah mencoba merelakan tiga bulan terakhir ini, tapi nyatanya tak semudah itu. Ikhlas itu susah bukan main, pantas saja dijanjikan-Nya balasan yang berlebih.
Aku sudah menyibukkan diri, aku sudah lanjut bekerja, aku sudah berhenti memikirkan dia. Hanya saja ada retak yang takhenti disini. Sepertinya lara itu terus berdegup. Ah! Potongan-potongan kenangan itu hilir mudik di ingatanku. Persis seperti arus mudik lebaran. Padat merayap. Mungkin ini karma, karena aku terus mengelak bahwa sejak kudengar kabar darinya bahwa dia akan menikah dengan orang lain…aku sedih, sedih sekali :)
“Tapi yang berjuang bukan cuma kamu saja Dit.” Katanya tempo hari saat aku bilang aku benar-benar ingin menua bersamanya. Nah kan, percakapan itu datang lagi, mondar-mandir di benakku.
“Mmm..tapi aku nggak papa kan berjuang?”
“Cuma aku nggak berani menjanjikan apa-apa”
“Nggak papa, aku cuma perlu membuktikannya. Bukan ke kamu. Tapi ke orangtuamu.” Dan aku termakan omongan sendiri. Ada yang lebih dulu membuktikan keseriusan ini pada ayah dan ibunya.
Aku tak tega bilang dia jahat. Karena tidak ada yang jahat disini. Memang jalannya saja yang belum bertemu. Tapi dia jahat. Ya Tuhan, sekali ini saja aku bilang dia jahat. Setelah ini nggak lagi. Perasaanku apakah sama sekali tidak menjadi pertimbangannya? Kehadiran dan kedekatanku selama ini apa sama sekali tidak masuk hitungan? Apa dia nggak sadar kalau aku tengah memperjuangkannya? Terus siapa laki-laki itu? Dan kenapa dia? Kenapa?
Ya…
Memang jalannya yang sudah harus begini. Mungkin bukan aku yang muncul di kemantapan hatinya setelah ia istikharah berkali-kali. Mungkin bukan aku pula yang dipilihkan ayah dan ibunya. Mungkin aku hanya harus lebih cepat menerima kenyataan bahwa kami tidak berjodoh. Dan mungkin racauan ini harus segera disudahi.
Sudah sah kan? Barusan ku dengar dia sudah sah. Dan kini aku turut mendoakannya.
Selamat ya. Selamat menua bersama.
Salam dari yang sempat ingin menjadikanmu istrinya,
Radit.
I can write the saddest poem of all tonight. I loved her, and sometimes she loved me too.
Pablo Neruda (via feellng)
🌿🍃🌾 Jangan bergerak! Diamlah! Bertemanlah dengan kesunyian. Masuklah, Menyelamlah ke dalam hatimu. Cutilah sehari dari kebisingan. -Jalaluddin Rumi- (at Kota Lama)
👣👣🌧☔ Aku ingin berlari, jauh dan lebih jauh. Kau tau seberapa kacaunya aku hari ini? Kacauu!! Payah!! Kau ingin tau seperti apa rasanya? Begini.. Kau pernah diputuskan pacarmu? Nahh kurang lebih rasanya seperti itu (mungkin). Tidak, maksudku aku tidak sedang diputuskan seseorang. Hanya saja aku pernah mendengar kalau rasanya tidak karuan. Ini hanya perumpamaan. Aku bahkan tidak pernah diputuskan seseorang, hehe. Maafkan aku, aku hanya membual. Aku harap kau memaklumiku. Hari ini begitu melelahkan. #savex201e
☔🌧 Aku adalah hujan, kalau kamu tidak suka tidak apa-apa, silakan berteduh. Hehe #ohion #minion #ironman #pidibaiq
Aku jadi termenung. Adakah yang benar benar sahabat? Sementra kau tau semua terlalu menyedihkan untuk sekadar hahaha dan hehehe