LELAH
Entah kapan terakhir kali waktu ku tak dipenuhi rasa lelah akan peperangan diriku melawan ego juga rindu yang sering mengganggu warasku. Aku bahkan sudah tak ingat kapan aku merasa baik-baik saja. Kupikir awal ku mengenal mu, akan membawa hidupku ke jalan yang lebih baik. Tapi tidak. Justru gelapnya jalan. Rumitnya pertikaian yang sering kali terjadi saat malam tiba, kini malah semakin tak terkendali. Kau memberiku kenyamanan lalu pergi. Kau tinggalkan luka berbumbu rindu yang entah kapan akan mengering. Setiap kali aku mencoba untuk terlihat baik-baik saja, justru semakin terasa perih saja luka itu. Jujur. Sebenarnya aku ini sudah lelah akan semuanya. Semua tentang dirimu yang tak kunjungan pergi dari ingatanku. Lelah melulu merindu dalam pekatnya angin malam, yang kian membuat hati biru, sedangkan sosokmu yang kurindu sudah berlalu jauh meninggalkan hati yang luka, karena kenyamanan yang hanya sesaat saja.. Bagaimana caranya agarku mampu menerima pergimu itu, di sini di ruang hati ini, segala tentangmu masih tertinggal. Bagai karang yang terus menerus dibentur ombak, hati ini semakin lama semakin terkikis luka setelah kau tiada. Kau memilih pergi tanpa memikirkan aku yang selalu mencintaimu tanpa henti. Kau memutuskan untuk pamit disaat harapanku sedang tinggi-tingginya menjulang ke langit. Apakah kau peduli akan semua lukaku ini? Kini, kau hanya meninggalkan segumpal kerinduan semu tanpa ada secercah harapan lagi untuk kembali kepadamu.
@pemahatrasa @yegirizkipratama @keyshawidya










