Dramtic Jin kids
(Pose by @croxovergoddess )

izzy's playlists!
Game of Thrones Daily
Xuebing Du

pixel skylines

No title available

★
$LAYYYTER
taylor price
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.
Today's Document

tannertan36
he wasn't even looking at me and he found me

Janaina Medeiros

Discoholic 🪩

blake kathryn

Andulka

No title available
No title available
todays bird

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Russia

seen from Australia

seen from Iraq

seen from India

seen from Israel
seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Indonesia

seen from Denmark

seen from United States
seen from Guatemala
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from India

seen from Italy
@rouxcrimsonella
Dramtic Jin kids
(Pose by @croxovergoddess )
Jin forces male characters fully scanned artwork.
Here's my preview for @touran-galeria zine I hope you enjoyed it
Saya J melaporkan dari Jakarta…
Profesor Jomblo
Jika dihitung menggunakan usia pendidikan, untuk meraih gelar doktor secara normal dibutuhkan waktu 22 tahun. 12 tahun untuk SD, SLTP dan SLTA; 4 tahun sarjana, 2 tahun master dan 4 tahun doktor.
Jika menggunakan teori Gladwell, hukum 10 ribu jam, maka diperlukan waktu kurang dari empat tahun agar dapat menjadi ahli dalam hal tertentu. Jika engkau melatih satu keterampilan selama 8 jam setiap hari, engkau akan ahli dalam 1250 hari atau kurang dari tiga setengah tahun. Menurut teori ini, menjadi master satu bidang tertentu bisa lebih cepat lagi. Mungkin dari sini sebagian sekolah pascasarjana mengambil pedoman: kuliah master tidak boleh dari 7 semester.
Jika demikian, boleh dibilang saya bukan lagi master di bidang perjombloan. Demikian gurauan saya saat itu kepada beberapa teman. Lebih dari dua puluh tahun sejak lahir sampai menjelang menikah, saya jomblo. Artinya saya tidak sekedar jago dibidang tersebut. Saya sudah menjadi profesor. Profesor jomblo.
Dalam kurun seperempat abad terakhir terjadi perubahan pergaulan yang dahsyat. 25 tahun lalu pacaran itu masih tabu. Inilah salah satu alasan anak-anak generasi kami yang lahir sebelum 90an tidak mengenal pacaran saat SD maupun SLTP. Ini pula alasan kenapa saya tidak pacaran saat itu. Meskipun setelah SLTP saya sudah mendapati beberapa teman dekat yang pacaran, namun, bagi kami—terutama keluarga besar, hal tersebut masih dinilai terlarang. Buruk dipandang adat.
Pada awalnya alasan saya tidak pacaran sesederhana di atas. Karena masih tabu. Saat itu menjomblo adalah keharusan dan pacaran menjadi hal aneh. Orang kampung saya menyebutnya baintaian. Secara harfiah itu berarti berintai-intaian: orang bujang berpacaran dengan orang gadih. Jika ada yang berjalan berduaan di kampung kami, mulai saat itu dia akan jadi pembicaraan. Emaknya disebut-sebut, garis leluhurnya dibawa-bawa bahkan satu sepersukuan dengannya menjadi bahan gunjingan. Saat itu pacaran bagi adat, sebagaimana dalam agama, adalah haram.
Namun, satu dasawarsa setelah itu, terjadi pergeseran nilai yang cukup signifikan. Agaknya sejak muncul filem layar lebar berjudul jomblo, diiringi dengan beberapa lagu semakna, kata jomblo mulai tenar. Pada awalnya kata tersebut ditujukan kepada orang yang sudah sampai di usia pernikahan, namun masih belum mendapat jodoh. Kejam sekali jaman itu. Jodoh itu sudah ada yang menggariskan. Namun, saat itu mereka yang belum bertemu jodohnya menjadi bahan olokan dan mendapat titel sendiri: jomblo.
Semakin kemari, makna kata jomblo makin meluas. Di jaman ini, jomblo menjadi kosa kata yang ditujukan kepada siapapun yang tidak memiliki pasangan. Jaman ini ternyata lebih kejam. Orang yang tidak berpasangan dan memang belum waktunya pun dijadikan objek bully. Sendal aja ada pasangannya, masa lu kaga?
Setelah SLTA, saya masih menjomblo. Alasannya mulai lebih dewasa. Bukan lagi karena pacaran masih langka karena saat itu tradisi pacaran mulai menjamur pada anak-anak usia saya. Kala itu saya memilih jomblo karena idealisme. Dalam agama Islam tidak dikenal hubugan serupa itu. Prinsip tersebut terus berlanjut hingga kuliah.
Kemudian hari, saya merasa menjadi jomblo adalah hebat. Terutama di jaman edan serupa ini. Pacaran sudah terlalu mainstream. Semua orang bisa melakukannya. Bahkan anak SD sudah panggil mama-papa kepada teman lawan jenisnya. Saya tak mampu bayangkan jika mereka putus. Di usia yang masih belia tersebut sudah menjadi duda-janda.
Disamping karena alasan agama, saya tidak pacaran karena sifat posesif yang saya miliki. Sebagai satu-satunya anak laki-laki dari 5 bersaudara, saya tidak rela saudara perempuan saya diajak jalan berduaan oleh lawan jenisnya, nonton, makan atau apapunlah yang muaranya sama: pacaran. Ayah saya juga mengajarkan demikian. Tidak masalah jika mau berteman dengan lawan jenis, namun jangan pernah pergi berduaan.
Sebagai konsekuensi logis atas ketidak-sukaan saya saudara perempuan saya dipacari, saya juga menjauhi pacaran. Maka, jadilah hingga detik menjelang menikah saya jomblo. Pada beberapa momen, saya digelari Profesor Jomblo.
Menjadi jomblo sampai halal, bagi saya adalah prestasi. Ini adalah bagian dari hal yang ingin saya ceritakan kepada anak laki-laki saya nanti. Tidak pacaran itu hebat. Apalagi di jaman sekarang yang tidak pacaran dianggap tidak laku. Ini menantang. Dan tantangan yang makin luar biasa lagi adalah, tuduhan bagi yang tidak pacaran sebagai pemuda sukses, atau suka sesama. Allahu akbar.
Bagi saya tidak pacaran itu bisa menjadi salah satu master piece yang bisa saya ukir selama hidup. Bukannya tidak laku, namun saya memilih kesendirian sebagai prestasi. Karena selama itu, jika diniatkan untuk Allah, dia menjadi ibadah. Jika tidak diniatkan untuk Allah pun, setidaknya kita sudah terhindar dari zina.
Jakarta, 11.31pm
Nice info
Please support me on #cspcontest14 themed Akari/ Light by like and share from CSP official page https://m.facebook.com/celsys.clipstudiopaint/photos/a.782183475321703.1073742193.141468062726584/791931014346949/?type=3&source=43&ref=m_notif¬if_t=feedback_reaction_generic And also, if you have twitter please support me by liking and retweet my post https://twitter.com/Reuu_shii/status/943414847525470208?s=09
Please support me on #cspcontest14 themed Akari/ Light by like and share from CSP official page https://m.facebook.com/celsys.clipstudiopaint/photos/a.782183475321703.1073742193.141468062726584/791931014346949/?type=3&source=43&ref=m_notif¬if_t=feedback_reaction_generic And also, if you have twitter please support me by liking and retweet my post https://twitter.com/Reuu_shii/status/943414847525470208?s=09
Xiahou Ba Gameplay
Compared with his DW7 moveset, his movement went steadier. Somewhat his move gone messy, but still awesome.
I just think this kid wants to end the battle quickly -w-
Having to many recent memes on my timeline made me draw my OC asking who will be the next "drama king" and "drama queen" Well, Indonesia has many dramatic online dramas. New drama make new memes. //I'm not feel sorry to national corruptor, but to electric power pole.
we’ve been blessed
She is Paladin's little angel <3
love them all
(july 2017)
Fantasy Classes series by Forrest Imel: Warrior, Warlock, Priest, Paladin, Druid, Mage, Ranger, Thief
oh look, someone did them right:D
Oh my... I can't stop laughing
Normal clothes for 4 Characters. Liu Bei looks like a peasant!!! 😂😂😂😂
Some Tekken Cat-Chibs in tag teams [part 3] I did for WTF Tekken team!
I want a DW scene which Xing Cai surprised with Xiahou Ba and realized he is her biological uncle due historical events in ROTK novel.
If KT keeps Xiahou Ba's younger look, it will be the best awkward thing I got from DW. (Goddamn KT, make him a bit older or I'll still laughing hard because of this). Well, his personality more matured than other bishonen in DW. He's good at sarcasm, too. And what I think from him, he isn't just a boyfriend material, also daddy material (due his calm and matured personality)
Dammit, I'm laughing hard too when read more about Xiahou family's role on ROTK. Althought, Cao Cao isn't from Cao family, but from Xiahou family.
Just read the novel and compare it, you'll laughing hard because of this.
Monika is everywhere and I don't want to meet her
Just Monika