Akan selalu saya ingat, bagaimana cara orang lain memperlakukan saya.
Selain untuk balas budi, juga sebagai pengingat bahwa hal buruk dan menyakitkan juga sering terjadi.
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
macklin celebrini has autism
𓃗
noise dept.

pixel skylines
Game of Thrones Daily
taylor price
Doug Jones
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
YOU ARE THE REASON
Fai_Ryy
Color Me Curious
No title available

@theartofmadeline

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
KIROKAZE

bliss lane
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Burkina Faso

seen from Philippines
@rozaliamayasari
Akan selalu saya ingat, bagaimana cara orang lain memperlakukan saya.
Selain untuk balas budi, juga sebagai pengingat bahwa hal buruk dan menyakitkan juga sering terjadi.
Sibuk itu satu kata ambigu
Karena kalau memang prioritas ya akan tetap jadi prioritas walaupun sesibuk apapun
Eh tapi nasabah prioritas aja banyak ya di BANK (ga cuma kamu, eh ga cuma satu maksudnya) 😅
Punya seseorang yang bisa diandalkan itu rasanya bersyukur banget :)
Teman dan lingkunganmu ternyata sedikit banyak berperan dalam perilaku, tutur kata dan attitude seseorang.
Semoga kita selalu dikelilingi teman-teman dan lingkungan yang membawa kita menjadi lebih baik lagi dalam segala hal ☺
Pas kita ngerasa dikhianati :
Jadi ngerasa insecure sama diri sendiri
Ngerasa diri sendiri jelek banget, ga punya kelebihan, ngerasa diri sendiri banyak negatifnya sampe minder liat diri sendiri
Sampai mikir
"Apa aku segitu buruknya ya? "
Muncul semua pikiran jelek dan rasanya ga bisa berhenti
Bener-bener ngancurin mental diri sendiri
Assalamu'alaikum
Teman-teman minta bantuan kalian untuk Vote Resepku di Yummy Award ya
1. Download aplikasi Yummy App
2. Kalian Sign up ya
3. Kalian klik di icon Indonesia Memasak
4. Scroll Kebawah sampe kalian nemuin Kategori "Most Favorite Recipe"
5. Scroll lagi ke kanan sampai kalian nemuin Resep "Ayam Asam Manis"
6. Klik Voted, sampai Biru ya
7. Terimkasih banyak 🤗
Dengan ikutan voted kalian berkesempatan menang loh. Baca infonya di Yummy App ya
🤗
12 AMALAN PEMBUKA PINTU REZEKI
Everybody's changing, and I don't know why
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
O Allah, help me to remember you, to give thanks to you, and to worship you in the best manner.”
Ramadhan tahun ini memang bener-bener ga bisa pulang ya?
Saling menjaga karena tidak pulang bukan berarti tidak rindu, tapi memang demi kebaikan bersama
Mamah, Bapak maaf ya anak-anak kalian tahun ini tidak ada yang bisa pulang.
Semoga rindu ini segera bisa kita tuai.
Forgiveness Project #13: Obrolan Rahasia Tentang Rahasia Memaafkan
Di awal perkenalan kita dulu, aku pernah bercerita sesuatu kepadamu. Kukatakan bahwa memaafkan itu seumpama perjalanan. Masih ingatkah? Ah ya, semakin hari aku semakin mengamini bahwa … there’s no such a magical thing in forgiving. Memaafkan itu butuh waktu, butuh proses, butuh perjalanan. Apalagi untuk hal-hal yang berat, memaksa seseorang untuk langsung memaafkan saat itu juga saat konfliknya belum usai adalah seperti mendirikan bangunan di tengah badai: rumit, juga sia-sia.
Dulu, aku pernah bertanya-tanya tentang rahasia memaafkan. Apa yang bisa kulakukan untuk memaafkan? Iya, aku pernah sebingung itu untuk memaafkan; entah itu memaafkan orang lain, masa lalu, atau bahkan suatu kejadian yang baru saja berlalu. Rasanya seperti berjalan memutari labirin: salah lagi, salah lagi, hingga lama sekali aku berputar-putar tanpa bertemu dengan jalan keluar. Kamu pernah merasakannya juga, bukan? Semua serba tidak menyenangkan, ya? Kita bahkan bisa jadi masih memikirkannya dalam mata yang terpejam.
Aku pernah mengira bahwa rahasia memaafkan adalah memasrahkan.
Seperti ketika kita tidak tahu lagi apa yang harus dipikirkan atau dilakukan, memasrahkan seringkali menjadi jalan tikus untuk bisa keluar dari suatu keadaan. Kupikir, “Ah, memang sudah seharusnya begini, mungkin semua ini memang sudah seharusnya terjadi. Ya sudah, terima saja.” Sepasif itu, aku bahkan tidak mencoba untuk terlebih dahulu mencari tahu apa yang menjadi kenyataannya. Kamu tahu apa yang kemudian terjadi? Ada yang belum selesai di hatiku. Aku masih menghela napas dengan berat dan semua terasa begitu memberatkan.
Di waktu yang lain, terutama jika berhubungan dengan pasangan, anak-anak, atau orangtua, seringkali aku berpikir bahwa rahasia memaafkan adalah menunda kemarahan.
Seperti yang sudah bisa ditebak, aku kemudian menaham semua marah dan emosi-emosi tidak menyenangkan itu dengan diam. Ya, sesekali ditambah dengan tidak mau makan atau menolak memberi tanggapan. Namun, lama-lama aku tahu bahwa itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Perasaan itu tetap pada tempatnya: mengganggu dan membuat resah. Ah, bodohnya aku! Memangnya, siapa yang bilang bahwa aku tidak boleh marah? Marah itu kan boleh, asal aku tahu bagaimana cara mengelola dan mengekspresikannya dengan baik dan terarah.
Lalu, dari lisan orang-orang yang aku temui, aku pernah mendengar bahwa katanya mereka bisa memaafkan, namun belum tentu bisa untuk bersikap yang sama seperti sebelum konflik itu terjadi. Katanya, “Aku sudah maafkan, tapi rasanya aku tidak bisa memperlakukannya dengan baik sebaik dulu lagi.”
Jika begini, rahasia memaafkan jadi seperti hanya mengalihkan kondisi dari negatif ke netral.
Hmm, aku memang seringkali masih merasa sulit untuk benar-benar memaafkan. Tapi, hal ini bagiku jadi kurang masuk akal. Kamu tahu mengapa? Karena ada yang tidak tuntas. Rasa-rasanya, seperti mencabut rumput gajah di halaman rumah, lalu ia tumbuh lagi tumbuh lagi karena akarnya masih tetap ada di sana, di bawah tanah.
Tiga hal di atar rupanya bukan rahasia memaafkan. Lalu apa?
Kukira, rahasia memaafkan adalah pemakluman: memaklumi apa yang orang lain lakukan, meski itu menyakitkan.
Tanpa sadar aku sepertinya sering melakukan ini, kubilang, “Sudahlah, dia memang begitu orangnya. Tidak apa-apa.” Hmm, mengapa aku jadi seolah melakukan pembenaran terhadap perilaku buruk orang lain dan berpikir bahwa ada sebab yang wajar dan dapat dibenarkan atas perilakunya itu? Jangan-jangan, ketika melakukan hal ini, aku hanya sedang tidak mempu mengungkapkan apa yang menjadi rasa dan hak yang semestinya aku dapatkan.
Aku mencoba mencari rahasia lainnya. Lalu kutemukan rahasia dari mereka yang … sepertinya terlalu sayang kepadaku. Ketika seseorang menyakitiku, mereka bilang, “Lupakan saja. Kamu lebih layak mendapatkan yang lebih baik dari ini semua.” Begitu sering aku mendengarnya, hingga lama-lama aku tergerak untuk ingin memercayainya.
Rahasia memaafkan adalah melupakan, sahutku kepada diriku sendiri kala itu. Kamu tahu? Aku susah sendiri dengan rahasia ini!
Betapa tidak, melupakan itu tidak mudah. Tidak ada penghapus maha canggih manapun yang bisa menghapus ingatan hingga seolah-olah kejadian yang menyakitkan itu tidak pernah terjadi. Tentu saja! Semakin dilupakan, semakin ingat. Semakin ingin pergi, semakin diikuti. Bagaimana ini?
Lagi-lagi aku masih salah. Tidak apa-apa. Bukankah ini adalah tentang perjalanan? Maka, inilah perjalananku, melewati banyak kesalahan terlebih dahulu untuk bisa temukan apa yang menjadi kebenarannya. Tapi, aku tidak ingin kamu menempuh perjalanan yang sama jauhnya denganku. Kalau semua bisa lebih singkat, mengapa memilih menempuh jalan yang memutar, bukan?
Hmm, lalu, apa yang sebenarnya menjadi rahasia memaafkan? Tunggu. Sebelum itu, aku ingin memberimu pijakan rahasia, yang akan kita bawa di semua perbincangan lainnya. Pijakan rahasia ini, semoga bisa juga menjadi pijakan saat sedang harus berhadapan dengan proses memaafkan. Pijakan rahasia itu adalah tentang memaafkan itu sendiri. Sedari tadi kita membicarakannya, namun, tahukah kamu ap aarti memaafkan yang sebenarnya?
“Memaafkan adalah proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan, dendam, atau pikiran dan perasaan yang mengikat yang disebabkan oleh pelaku. Memaafkan lebih dari sekedar membuang hal-hal negatif, tapi juga menggerakkan seseorang untuk kembali merasakan kebaikan dari pelaku sebab ia juga meliputi perubahan perasaan dan sikap terhadap pelaku.”
See? Ini rahasia, ternyata memaafkan bukanlah tentang orang lain. Bukan pula tentang seberapa berdarahnya luka yang timbul karena kesalahan orang lain. Memaafkan pertama-tama selalu tentang diri sendiri; tentang sebuah kesadaran diri untuk beranjak dari perasaan atau pemikiran yang tidak menyenangkan. Sebab kita menyayangi diri sendiri, maka kita memilih untuk memaafkan. Sebab kita ingin menjadi yang disayangi-Nya, maka kita pun memilih untuk memaafkan. Yup, inilah rahasianya: semua berbalik sekaligus bermula dari diri kita sendiri.
Jadi, maukah kamu menyayangi dirimu dengan memaafkan (si)apapun yang bersalah kepadamu?
___
Picture: Pinterest
Inspirasi: Workshop Forgiveness Therapy, bersama Asep Haerul Gani (Psikolog)
Pernah mikir ga?
Kamu terlalu mementingkan perasaan dan kepentingan orang lain daripada orang terdekatmu
Tapi saat kamu yang butuh, bukan orang lain yang ada disebelahmu, tapi orang terdekatmu
Pernah mikir ga? Gimana perasaan orang terdekatmu?
Dia yang lebih berlelah untukmu; BUKAN orang lain.
-Wes Kesel-
Small but important acts of kindness:
Smile at everyone you see. You never know what is going on inside of a person, a smile might be the only good thing in someone’s day. It can change and save lifes.
Listen. Really listen when someone talks about their day, work, or any problems they might be facing. A lot of us often feel unheard and ignored and showing someone that you really care by listening can make them feel loved and as if they do matter.
Hold doors open. This may sound cliche but I experience it every day and when people do that for me, it makes me feel so good.
Let people cross the street. When you are driving and you see someone who wants to cross the street, stop and let them. Also, when another car wants to drive out of a parking space etc., stop and let them.
Write letters. Actually, we do not show enough affection and love to one another. So, for birthdays, anniversaries or even just like that, sit down and write a letter to a person that means a lot to you and include all the things you love about them. You can also just text them and tell them what they mean to you. No matter how you like to do it, just do it. It literally boosts everyone’s mood.
Offer your help. Whenever you see someone struggling with something, do not hesitate to ask them if they need help. Chances are they will be super grateful, because they were ashamed to ask for help themselves. We have all been there.
Kindness is such an important factor in society. Sometimes I feel like there is rarely any kindness anymore because we are either anxious about the other person’s reaction, or we are so busy with our own world, that we simply forget that there are other people in other worlds as well. Kindness can change lives. Not only the lives of others but yours as well. So, I challenge you to be kind today and spread love and positivity.
Feel free to reblog and add more acts of kindness to spread the word! 💗
Orang lain punya hak untuk berbicara apapun. Tapi kita juga punya hak untuk tidak mendengarkan .
Sometimes, I'm confused with people who are concerned about the thinness or fatness of other people's bodies.
Even though they are happy to be themselves. They are comfortable with themselves.
People never know and feel how hard their efforts to change body shape, right? Because life is not always about being attractive to everyone.
#bodyshaming #bullying
Masalah itu untuk diselesaikan, bukan hanya dikeluhkan.
Boleh menunda, asal jangan terlalu lama.
Percuma kan Menjadi Tua hanya bertambah usia, bukan bertambah dewasa :)
#rozaliamaasari #penarose #selfreminder #masalah #penyelesaian #dewasa