Kontemplasi Diri ✨️🤍
Hai, aku kembali ingin bercerita.
Jadi, dalam rangka menyambut usia baru aku mencoba mereview apa saja yang sudah aku lakukan dan aku alami sampai dengan hari ini..
Seperti yang kalian tahu mungkin platform ini aku buat saat aku merasa hidupku lagi jauh dari kata baik-baik saja.
Kegagalan demi kegagalan aku dapati, sampai akhirnya muncul pikiran untuk mencari jalan alternatif untuk mengakhiri semuanya.
Namun, karena selama menjalani peranan sebagai manusia aku tidak luput untuk senantiasa beristighfar memohon ampun serta perlindungan dan bimbingan agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Dalam masa mereview aku mendapati bahwa ternyata aku masih berproses dan berprogress sampai dengan saat ini.
Aku tidak benar-benar berhenti atau mempersilahkan diri ini menggunakan jalan alternatif itu.
Setiap hal yang aku temui, setiap kekecewaan yang aku dapati membawa aku pada satu hal baru dalam diri.
Menjadi lebih kuat, lebih mandiri mungkin itu sebagian besar yang aku sadari.
Mengapa demikian? Karena, aku yang dulunya sangat bergantung dengan kehadiran manusia lain kini aku bisa menjadi mandiri.
Mengatur semua isi kepala sendiri, menghadapi rasa kecewa sendiri dan pastinya lebih bisa mengeksplore apa yang diri ingini.
Sadarnya darimana? Sadarnya ketika aku bertemu kembali dengan konselor ku dulu yang ku temui saat ku merasa dunia sangat kejam dan tidak adil.
Saat aku masih bisa marah dan menyalahkan orang lain atas hal yang aku dapati, mungkin juga mengutuk diri karena tidak bisa menjadi yang dimau oleh diri saat itu.
Tenggelam dengan penilaian diri yang sangat buruk, menjauhkan kesempatan, kehilangan arah bahkan kebingungan akan jati diri.
Tapi balik lagi dari hal yang menyadarkan tadi, aku bahkan bisa dengan santai berbicara dan berdiskusi layaknya partner kerja dengan konselor ku itu.
Aku pun bisa membawa bercandaan ketika menjawab pertanyaan darinya "sudahkah selesai hal yang kemarin?" Aku menjawab dengan yakin "mungkin sudah atau mungkin juga belum, namun aku bisa yakini kalau aku jauh lebih bisa menata emosiku saat ini" tidak lagi menolaknya pun tidak terlalu mempersilahkan hal itu berlama untuk aku rasakan.
Sekian cerita kontemplasi diri ini. Semoga bisa menginspirasi dan terus bisa menyadari bahwa limitasi itu tidak seharusnya diamini selama kita masih diberi waktu untuk menjalani. Selamat bertumbuh dan mengeksplore hal baru bersama diri. Ku mohon untuk tidak lupa selalu melibatkan Dia sang pemilik Jiwa raga dan sekitar kita. Mari tumbuh menjadi dewasa yang bahagia tanpa ada luka.














