Nggak Mau Pacaran yang Sehat? Hah…. pacaran yang sehat? Emang ada? Ada dong… eitsss sebelumnya pacaran itu merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya dalam rangkaian tahapan pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Nah, pacaran yang sehat adalah pacaran yang enggak nyebabpin hamil diluar nikah. Selain itu, pacaran yang sehat atau pacaran yang baik adalah pacaran yang nggak saling menyakiti baik secara fisik maupun psikologis, saling membangun dan memotivasi antar pasangan yang dapat menumbuhkan hal-hal yang positif, seperti rajin beribadah, rajin kuliah, memperhatikan penampilan, rajin belajar, dan masih banyak lagi. Lalu, gimana sih cara menjalin hubungan “pacaran” yang sehat dan apa aja manfaatnya? Hal pertama yang harus kamu pikirin adalah masa depan mu. Tentu, kamu punya harapan dan impian kan? Coba inget-inget lagi deh apa aja itu semua? Terus bukan hanya itu aja yang perlu kamu pikirin, kamu juga harus mikirin nasib orang tua mu jangan sampai langkah karena dia yang membesarkan mu dan menaruh banyak harapan pada mu. Terus, tak kalah pentingnya kamu juga harus mikirin masa depan pasangan mu seperti keluarga yang kayak giamana yang akan kamu bangun bersama? Tentu kamu ingin ingin membangun keluarga yang bahagia dan terhormat bukan? Hal kedua, kamu harus mendekatkan kepada Tuhan dan ajaran agama mu sebab jika salah langkah, maka kamu, pasangan mu, bahkan orang tua mu akan menanggung beban malu akibat dikucilin oleh masyarakat. Jadilah pasangan yang selalu mengingatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya bukan menjauhi-Nya. Nah, mumpung kamu masih muda nih, coba kamu pelajari dan pahami pendidikan tentang seks (cari yang valid dan akurat) yang dapat berupa dampak melakukan seks bebas, hal-hal yang menyebabkan kehamilan, konsep tentang kontrasepsi, dampak kehamilan diluar nikah bagi kamu dan pasangan mu. Selanjutnya, kalau mau pacaran usahain deh hindari tempat pribadi kamu maupun pasangan mu sebab dapat menimbulkan hawa nafsu yang negatif. Makanya, upayakan untuk cari tempat yang masih dalam pengontrolan orang lain, misalnya kafe, restoran, kantin, dan lainnya. Coba deh, kamu deket dengan keluarga pasangan mu sebab dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan saling percaya. Nah, kalau udah gitu kan jadi gampang tuh ngelanjutin ke jenjang berikutnya (pernikahan) dan juga dapat membuat kamu jadi berfikir sebelum bertindak yang negatif terhadap pasangan mu. Nah, coba deh kamu manfaatin hubungan mu itu untuk hal yang positif, misalnya bertukar pikiran dan pendapat sebab dengan cara itu dapat memudakan mu untuk mengetahui karakteristik pasangan mu. Sebisa mungkin hindari kontak fisik dengan pasagan mu sebab hal itu dapat menjerumuskan kalian ke hal yang negatif. Coba diinget deh ini pernyataan, “hal yang negatif bukan aja berawal dari niat, tapi dari kesempatan yang mendukung”. Makanya sebisa mungkin dihindari biar nggak nyesel dikemudian hari. Cobalah bangun komunikasi yang baik dengan pasangan mu sebab komunikasi yang baik dapat mempererat hubungan, menghindari kesalahpahaman, mencegah untuk menyakiti satu sama lain dan nggak kalah pentingnya komunikasi dapat membantu kamu dalam mencari solusi dan memahami satu sama lain. Lanjut, kamu dan pasangan mu hendaklah menentukan batasan-batasan baik fisik maupun nonfisik seperti nggak berciuman, nggak berpegangan tangan sampai sebelum menikah dan juga untuk tidak memasuki dunia privasi masing-masing karena kalau iya bahaya. Nah, itu merupakan langkah-langkah agar kamu dapat menjalin hubungan “pacaran” yang sehat dengan pasangan mu. Lantas, manfaatnya apa dong….? Kalau manfaatnya sih banyak karena pacaran yang sehat merupakan jenjang awal menuju pernikahan, kamu bisa mengintropeksi diri kamu (pantes apa nggak ya dengan dia?), kamu bisa bekerja sama, dia bisa sebagai temen curhat mu dan bahkan temen bermain mu (dalam hal yang positif), memberi mu keceriaan dan membangunkan mu jika kamu terjatuh. Eitsss…. Jangan sampai salah langkah sebab…. (coba perhatiin dulu ya yang dibawah ini). Jika kamu salah langkah, maka kamu bisa menjadi orang tua pada usia remaja, nggak mau kan? Manfaatkanlah usia remaja mu dengan hal yang positif. Selain itu, dampkanya juga nggak baik bagi kesehatan dan psikologis kamu dan pasnagan kamu. Menurut Prof. Dr. Partini, Guru Besar Fisipol UGM, perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun berpotensi keguguran, anak dan ibu rentan terhadap penyakit, kualitas anak yang dilahirkan rendah, gizi buruk dan putus sekolah. Nggak mau kan hal itu terjadi pada diri mu dan pasangan mu? Nah, pernikahan dini dapat disebabkan rendahnya tingkat pendidikan antar kedua pasangan, tuntutan ekonomi, sistem nilai budaya, pernikahan yang udah diatur dan seks bebas. Biar nggak nikah dini, coba deh kamu berpacaran yang sehat-sehat aja sebagaimana langkah yang telah aku terangin tersebut. Jadi, ada kesimpulan dan saran dari aku nih bahwa hubungan “pacaran” yang nggak sehat/nggak baik dapat membuat mu neglakuin pernikahan dini. Hal tersebut bisa disebabkan karena kamu salah langkah dan dampaknya bukan aja kamu yang ngerasain, tapi pasangan mu dan orang tua mu akan menanggung malu akibat dikucilin oleh masyarakat. Oleh karena itu, coba deh pacaran yang sehat-sehat aja biar hal yang kayak gitu nggak terjadi dan cobalah kamu inget Tuhan dan dampak dari salah langkah jika terbesit niat untuk mau ngelakuin hal yang negatif dari hubungan “pacaran” kamu dengan dia. Referensi: Basudewa99, Pengertian dan Manfaat Pacaran. https://www.wattpad.com/76823044-pengertian-dan-manfaat-pacaran (29 November 2017). Ini Dampak Negatif Pernikahan Usia Dini. http://www.berdikarionline.com/dampak-negatif-pernikahan-usia-dini/ (29 November 2017). 10 Cara Pacaran yang Sehat. http://www.top10indo.com/2013/06/10-cara-pacaran-yang-sehat.html (29 November 2017).









