Sisaku
Aku sedang menikmati sisaku, dengan bernafas satu-satu,
Aku sedang menikmati sisaku, dengan berjalan setapak-setapak,
Aku sedang menikmati sisaku dengan titik detik,
noise dept.
One Nice Bug Per Day
art blog(derogatory)
sheepfilms
YOU ARE THE REASON
occasionally subtle
Doug Jones

pixel skylines

#extradirty
Cosimo Galluzzi

Jimmy Eat World
Monterey Bay Aquarium
No title available

Kiana Khansmith
Keni

Origami Around
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
Show & Tell
tumblr dot com
seen from United States

seen from Spain
seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from Philippines
seen from Singapore

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Venezuela
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Indonesia
seen from Algeria
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
@runnyachmad-blog
Sisaku
Aku sedang menikmati sisaku, dengan bernafas satu-satu,
Aku sedang menikmati sisaku, dengan berjalan setapak-setapak,
Aku sedang menikmati sisaku dengan titik detik,
Doa Kecil di Hari Minggu
Maka Tuhan,
perbaiki sayapku agar aku dapat menjadi penenang hati orang tuaku.
Maka Tuhan,
perbaiki sayapku untuk menyambut bidadari kedua.
illustrations: Melani Sie, based in Surabaya
Lazy Self
Karena profesi maka aku terbiasa untuk mengikuti berita, jurnal, buku hingga video e-learning dan berusaha untuk menuliskannya...tetapi selalu gagal. Hasil pemikiran itu sebagian besar hanya tertulis dalam bentuk social media post yang terselip diantara jutaan post alay atau bahkan hanya sebuah tulisan dalam notes yang kemudian semua berujung pada...hilang dan lupa.
Akhir-akhir ini, banyak peristiwa yang membuatku sedikit menarik diri dan berpikir untuk melakukan hal lain yang terlewatkan. Hal yang lebih mencirikan aku. Aku berjanji untuk kembali mulai menuliskan resume, hasil pemikiran, analisis. Dear self, be prompt!
This song got me under a spell!
Quantum Ikhlas
Beberapa hari yang lalu, seorang teman meminjamkan buku dengan judul Quantum Ikhlas yang ditulis Erbe Sentanu. Teman tersebut rupanya sempat membaca post-ku di Path. Post-ku kurang lebih berbunyi tentang keinginanku untuk keluar sejenak dari rutinitas. Temanku menangkap postingan itu sebagai ‘teriakan’ minta tolong karena stress.
Tidak, aku tidak dalam fase stress. Itu bukan denial. Aku berpikir bahwa hidup ini terlalu pendek jika aku menghabiskannya dalam pola rutinitas yang sama. Aku akan seperti hamster yang terus berlari pada roda yang sama dan itu...membosankan. Aku ingin sejenak dua jenak, menikmati hijau yang berbeda dari pohon yang aku lewati, membaui bunga yang bergantian mekar di taman, bahkan tersenyum dan mendengar celotehan seorang kakek yang sering murotal di pinggir pasar.
Pagi ini, aku menyempatkan diri untuk membaca sambil mendengarkan CD dari buku Quantum Iklhas itu. Basically, i do not buy all of those transformation crap! Aku beranggapan itu hanya sekumpulan kata-kata yang dikemas baik oleh orang yang suka sekali berbicara. Aku sendiri mengasosiasikan kegiatan untuk mengaktivasi kekuatan hati dengan kegiatan outdoor seperti hiking dan diving. Dua kegiatan tersebut membawaku kedalam pemahaman yang lebih tentang diriku dan keberadaan Tuhan. Buku ini memberikan efek yang hampir sama, dengan menyadari bahwa kita adalah makhluk ciptaan (teknologi) yang sempurna maka kita diajak membersihkan hati dengan berpikir positif. The law of attraction, berpikir positif maka hal-hal positif akan menghampiri diri. Banyak sekali buku yang telah mengupas hal tersebut tetapi buku ini memberikan arti lebih pada perubahan mood dan pemahaman baru tentang diri kita sebagai makhluk Tuhan.
Sepertinya hujan belum juga beranjak sejak April. Matahari baru akan datang entah, Sepenggalah atau diujung simpang, Hujan, jangan diam, terus bergerak...
One day you meet someone and for unexplainable reason you feel connected. Maybe it's because his your doppleganger, somehow after the time and the shine are off, they'll be a stranger...once more...
Tanya, mengapa semua yang berbeda sering disematkan salah?
Menilai adalah sesuatu yang sulit dilakukan tanpa kebijaksanaan
LIBUR TELAH TIBA
Semester Genap Tahun Ajar 2013-2014 telah selesai, itu kabar bagus…bagi para mahasiswa. Mereka menghadapi libur panjang, ada yang semangat untuk bertemu kembali dengan keluarga di seberang pulau, ada yang ingin mengisi waktu dengan kerja praktek atau hanya mengisi waktu dengan wisata kuliner atau budaya (untuk yang terakhir biasa dilakukan oleh kandidat sarjana yang hanya tinggal menunggu wisuda saja).
Bagi saya sebagai salah satu pengajar, berakhirnya semester genap berarti terbit waktunya untuk membiasakan diri dengan tugas dosen selain tri dharma perguruan tinggi yaitu mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian masyarakat. Ada workshop penulisan buku dan blog, pelatihan penulisan jurnal internasional dan berbagai seminar call paper yang 'menjamur'. Whoaa! I'm excited because of it!
Sampai ketemu di semester depan, teman-teman mahasiswa. Kita akan bertemu dengan diri yang lebih 'kaya' dan 'berisi' karena apa pun jenis kegiatan liburan yang kita pilih, semua seharusnya dapat menjadikan diri kita jadi manusia yang lebih baik, lebih siap menghadapi masa depan atau paling tidak, charge diri menjadi lebih segar...
Penghargaan terbesar dari sebuah keputusan adalah genggaman ditanganmu dan tepukan dipundakmu
How to Walk in Heels
As someone who craze over shoes I found it hard my self to walk using heels. How about you? Ever get tripped? Ever hurt your knees when you walked? Or you can’t help all the noise that you make when you walk in a hard surface? I am there…. So, I learned and want to share to all of you how to walk in heels in most natural way.
First, know your heels. There are six kind of heel: wedge heels is one of those which cover a large area with thick sole; kitten heels is a small heels that can go with any outfit; high heeled boot is a knee high boot that suits for casual meeting; evening sandals is the kind of heel you have to use when you are attending formal affairs; pump are something you will need when you out to play or just hang out with friend and family, either in the form of peep toe or not; stilettos were named after a small dagger features a long and thin blade, the highest heels will be more than 8 inches and provide a very small surface for stability.
Second, know what kind of surface you will be walking on. It can be hard or soft or even grassy. You must be questioning why do you have to know it? The way you walk in heels on a hard surface will be from your heel first and followed smoothly with your toes. When you walk in a soft surface, put your toes first and followed with your heels. It can avoid your heels from sinking to the soft surface.
Third, bear in mind what you need is to walk normally in your high heels. Always put your heel to the ground first and followed by your toes. Walk in small steps, this allows you not to bend your knee more than you normally would.
Forth, you shall keep your shoulders back and down, relaxed your arm while walking to keep your balance. Bend your knees slightly, never locked your knees while walking.
Happy walking with style in heels, girls…
MIRROR
Probably Justin Timberlake's Mirror is the most cover up song this year. I like Gamal version the MOST!
Does parallel world do exist and somebody that look like us live there? It looks like fun if the person just emerge before us, right? The other half of us...
What if the other half of us really show up without breaking the mirror? I can imagine my self accompanied without someone questioned my quirkiness. I can stand hours just sitting in dark enjoying my stars. I can swim all day long enjoying my underwater world. Hike and dive to see how close God to my neck. I can read and sit still until my eyes bagged. Believe me, not everyone can't stand me when i'm doing those things, nyahahaha...
I met someone just like that just now and it gives me a thrill and creep as well. Without saying any word, they just can see right through you effortless and understand you just like that. Comfort and my 'running alarm' just alert me right away...
Aku mengitarimu dengan seluruh harap dan doa agar kau tetap pada rotasimu dan gravitasimu bertumpu padaku
Nyaman Tingkat Dewa
Nyaman itu terbangun dan mendengar nafas orang disebelahmu yang merelakan tangannya kau jadikan bantal semalaman...for that dear, you've earned your self a big plate of cheese omlete
Graduate student often ask about what kind of job will they have in the future.
Here is a hence :Ask yourself, read lots of famous people biography, learn more about your society then you'll find your true life call
Bahagia itu Sederhana
Seharusnya saya sedang melanjutkan penelitian saya saat ini, tetapi kenikmatan menulis ini seperti oase di tengah segala sesuatu yang membuat hati sempit.
Kemarin adalah hari yang cukup berat, mengingat jarak tempuh yang harus dijalani untuk mengikuti pelatihan. Celetukan seorang kolega yang tidak menyenangkan. Makan siang yang terlewatkan. Macet jalan yang mengurangi elastisitas tendon kaki. Cuaca yang berubah-ubah membuat mood swing terjadi dengan cepat. Aaaah, the usual day at daily office, isn't it?
Sayangnya, saya bukan tipe orang yang mudah menyalahkan sesuatu jika hal itu tidak berjalan seperti ingin saya. Setelah semua kerusuhan menumpuk hari itu, saya akan selalu bisa menutup hari dengan senyum. Bukankah bahagia itu sederhana?
Jika dihitung-hitung, bahagia yang saya miliki hari itu lebih besar. Dimulai dengan dibangunkan baby Ilmira dengan cium dan senyum. Masak nasi goreng dan seluruh keluarga yang sarapan tertawa. Email dan bb chat yang datangnya tidak disangka, just make my day. Mawar putih yang terjepit di wiper mobil. Penelitian sudah mulai terabstraksi. Dikirim doa oleh kolega senior dan sebuah coklat oleh-oleh. Lumer langsung hati ini......
Swimming and a cup of apple tea is a bliss in my thursday night.
Bahagia itu sederhana, simpan logikamu di lemari, dekatkan telingamu ke dadamu, dengar lebih baik suara hatimu sendiri....