We, be free to write our own story. Follow our heart and find love in our own time.
Ini berkaitan dengan hak dan kebebasan seseorang. Ya, saya rasa inilah yang paling dominan yang saya tangkap di cerita ini. Merida -- tokoh utama -- dipaksa untuk memilih pasangan sesuai dengan pilihan ibunya. Merida merasa terlalu terkekang dengan tradisi dan keinginan ibunya. Meskipun ibunya memiliki niat dan rencana yang baik buat Merida, namun sepertinya caranya terlalu protektif.
Setiap manusia memang sepantasnya diberi hak dan kebebasan untuk menentukan hidupnya sendiri, apa yang dia sukai, apa yang ingin dia lakukan, dan terhadap siapa dia ingin hidup bersama. Sangat sederhana, pada dasarnya semua manusia memang tidak suka diperintah. Cara yang terbaik adalah melakukan pendekatan yang lebih bijaksana, bicarakanlah suatu masalah dengan baik-baik, beri arahan dan amati, biarkan mereka bereksplorasi dan melakukannya sesuai dengan kreatifitas dan kesenangan mereka. Ini mengingatkan saya dengan kata Addie MS yang demikian -- "Mengawasi mereka tanpa merasa diawasi." -- pada iklan di TV. Ya, kalau dipikir-pikir memang sangat tepat sekali apa yang diucapkan beliau. Memaksakan suatu kehendak yang tidak dinginkan suatu pihak memang bukan suatu hal yang baik, karena akan menimbulkan perselisihan, bahkan rasa dendam yang dapat berakibat fatal. Hingga saat itu terjadi, maka penyesalan pun datang. Tidak salah pepatah mengatakan -- "Penyesalan selalu dapat terlambat" -- Begitu juga yang diceritakan di film ini. Manusia memang cenderung lebih menyadari kesalahan mereka jika mereka sudah merasakan sendiri akibat dari sifat keras kepala dan ulah yang telah mereka lakukan. Jadi sebagai manusia yang bijaksana, kita hendaknya memikirkan sudut pandang orang lain. Janganlah terlalu egois dengan kehendak sendiri.
Fate be changed, Look inside, Mend the bond, Torn by pride.
Ini adalah pesan yang dititipkan oleh penyihir tua kepada Merida ketika dia kembali ke gubuk untuk mencari jalan keluar.
Saya sangat suka dengan kutipan ini, singkat namun sangat bermakna. Intinya kita diajarkan untuk tidaklah sombong karena kesombongan akan membuat seseorang menjadi buta, tuli, dan menutup hati. Alhasil, dia akan sangat sulit menerima saran dan masukan orang lain, dan bahkan akan berdampak pada rusaknya suatu hubungan. Oleh sebab itu, kita diajarkan untuk melihat ke dalam diri kita, melihat lebih jauh apa yang telah kita perbuat, mencoba membuka pikiran terhadap segala sudut pandang, sebab itu akan membuka pikiran kita dan akhirnya bisa mengubah hidup kita.
Legends are lessons that ring with truth.
Ini adalah kata-kata yang sering dikatakan ibu Merida, namun kurang dihiraukan Merida karena sudah sering diulang-ulang.
Saya sangat setuju dengan kutipan ini. Jika kita menelusuri dan mencoba mendalami lebih jauh mengenai suatu cerita, apalagi suatu legenda, kita akan memperoleh sangat banyak pelajaran dan motivasi yang dapat kita jadikan pedoman dalam menjalani hidup kita. Pedoman ini akan sangat berguna jika kita dihadapkan pada masalah dan situasi yang sama, sehingga kita mampu mengantisipasi diri dan menghasilkan solusi suatu masalah. Ini hampir sama halnya dengan pepatah -- "Practice make Perfect." -- Semakin banyak kita berlatih, maka semakin banyak contoh kasus yang kita kuasai. Begitu juga dengan semakin banyak yang kita baca, kita lihat, kita dengar, dan kita alami, akan semakin banyak pengalaman kita dalam menangani suatu masalah.
Our Fate, live within us. You only have to be brave enough to see it.
Ini sangat cocok untuk dijadikan penutup. Saya sangat setuju bahwa nasib itu berada di tangan kita. Setiap pilihan yang kita buat, itulah yang akan menuntun kita ke jalan yang kita impikan. Kita mesti cukup berani untuk mengambil pilihan tersebut dan melihat peluang yang ada. "Jangan pernah takut untuk gagal, karena kegagalan adalah pengalaman yang berharga untuk menuju keberhasilan" -- Erwin.