Virtual Life
“Hati-hati ada yang ketinggalan.”
“Dikit lagi nih.”
“Yuk bareng ke bawahnya kalau udah.”
“Ok.”
Rasanya aneh saat meninggalkan kantor. Menghilangkan kebiasaan yang sudah melekat beberapa bulan ini. Tapi tetap harus kujalani. Semoga segera membaik, deh. Karena hal ini pasti dialami oleh semua orang. Harusnya aku bisa baik-baik saja.
“Jangan bengong.” Ujar Risa mengagetkanku.
“Hehe, iya. Habisnya aneh banget.”
“Apa?”
“Kantor.”
“Kenapa?”
“Engga. Kamu pulang sama siapa, Ris?”
“Dijemput pacarku. Mira sama siapa?”
“Aku naik taksi aja deh. Barangnya banyak soalnya.”
“Oh oke deh. Sampai jumpa ya! Sehat-sehat kamu.”
“Ok, kamu juga ya.”
Setelah sampai di apartemen, tanpa membongkar barang bawaanku terlebih dahulu, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Lelah sekali. Fisikku seakan-akan dikuras. Begitupun hatiku yang penuh dengan kebingungan. Sekarang apa? Aku harus melakukan apa? Bagaimana aku menjalani hari-hari di depan? Apakah aku sanggup melewatinya? Besok harus makan apa? Bagaimana dengan cicilan-cicilanku? Aku sudah bayar uang keamanan belum ya minggu ini?
Tuhan, lelah sekali.
Aku pun terbangun dengan baju kantor yang masih kugunakan. Aku beranjak dan mengambil segelas air. Segar sekali rasanya seperti baru berbuka puasa. Lalu aku pun mendekat ke jendela dan berpikir:
“Selanjutnya apa?”
Sepertinya aku akan rehat dulu sebentar. Terlalu keras dalam mencari uang ternyata pusing juga. Tapi ngapain, ya? Pergi keluar bukan pilihan, apalagi liburan. Yang paling betul memang rebahan lagi sambil main handphone. Aku bukan orang yang suka main game di handphone. Mungkin kali ini akan kucoba. Kucari game yang ringan tuk dimainkan dan tidak membuat pusing. Karena aku mencari kesenangan, bukan ingin memecahkan sesuatu.
AH! Sepertinya game ini menarik. Namanya V-Life “Express yourself and meet new people!”
Download...
Sign Up...
Here we go!
Pertama-tama aku membuat username-nya dulu. Dasar pencinta kucing, nama yang terbesit langsung harus berkaitan dengan kucing. Baiklah, username-nya “CutieKitty”. Syukurlah belum ada yang menggunakannya, jadi aku bisa memakainya. Setelah itu aku membuat karakter virtualku.
Hmm menarik.
Setelah memilih jenis kelamin, aku lalu mengatur wajahku, mulai dari bentuk wajah yang oval, mata berwarna biru dengan bulu mata yang lebat, juga hidung yang mancung dan terakhir bibirnya kupilih bibir yang tipis.
Selanjutnya aku memilih gaya rambut. Aku memilih rambut yang panjang dengan sedikit gelombang. Wah bisa memilih warna rambut juga! Aku memilih warna merah muda saja, lucu sepertinya.
Bagian kepala selesai, lanjut ke pakaian. Pilihannya sedikit sih, mungkin karena aku pemain baru. Ya sudah aku pilih kaos polos saja dengan celana pendek dan sepatu kets. Sepertinya sudah cukup lucu. Karakter yang kubuat adalah representasi dari diriku yang selalu kuinginkan. Mana mungkin di kehidupan nyata aku mewarnai rambutku dengan warna merah muda? Bisa ditertawakan oleh satu kantor.
Baiklah karakternya sudah jadi. Saatnya memulai permainan. Ternyata ada tutorial bagaimana cara memainkan permainan ini. Di dalam game ini, aku bisa mendatangi tempat-tempat yang sudah dibuat. Seperti dunia nyata, di dalamnya ada taman kota, ada sekolah, ada klub malam, bahkan ada pantai! Di sana aku bisa bertemu dengan pemain lain dan berinteraksi dengan mereka. Tak lupa ada juga toko-toko untuk aku mengubah penampilanku dengan membeli pakaian atau mengubah gaya rambutku. Jadi, ke mana dulu ya? Setelah aku kesana kemari, aku hanya menemukan tempat yang diisi oleh para bule. Karena bahasa inggrisku kurang baik, aku akan mencari teman orang Indonesia saja. Aku pun mencari tempat lain dengan scrolling terus. Akhirnya aku menemukan tempat dengan nama “Jakarta”. Lucunya adalah, ada bangunan yang menyerupai Monumen Nasional dan Patung Pancoran. Wah sepertinya di sini tempat berkumpul orang Indonesia.
Dan benar saja! Di sini orang-orangnya mengobrol dengan menggunakan bahasa Indonesia. Aku bisa tahu karena dalam game ini, untuk berinteraksi, apa yang aku ketik akan muncul di atas karakterku dalam bentuk bubble seperti dalam aplikasi tukar pesan. Tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, ada juga yang menggunakan bahasa daerah. Berarti mungkin saja ini memang tempat berkumpul orang Indonesia. Aku senang sekali karena walaupun di apartemen tapi aku bisa bertemu dengan orang lain.
Yasminnnn: “Halo! Kamu baru ya?”
Tiba-tiba ada yang mendekati karakterku dan menyapa. Sepertinya dia menyapaku.
CutieKitty: “Iya. Halo!”
Aku balas saja sapaannya.
Yasminnnn: “Kenalin, aku Yasmin.”
CutieKitty: “Aku Mira.”
Berdasarkan nama dan karakternya, sepertinya dia perempuan.
Yasminnnn: “Ayo aku kenalin sama teman-teman yang lain.”
Lalu karakternya Yasmin pun melangkah dan sepertinya itu berarti aku harus mengikutinya. Benar saja di bagian lain Monumen Nasional, ada beberapa karakter yang sedang berkumpul.
Yasminnnn: “Guys, ini ada teman baru.”
Yasmin sepertinya memang tipikal orang yang supel sekali.
CutieKitty: “Halo. Namaku Mira. Salam kenal.”
Biasanya dalam kondisi seperti ini, aku malu-malu. Tapi karena karakternya tidak bisa menunjukkan emosi, jadi jika hanya berupa ketikan, sepertinya tidak masalah bagiku.
Nee.Chan: “Hi, Mir! Aku Bella. Kamu dari mana?”
CutieKitty: “Aku dari Jakarta, Bel. Salam kenal.”
Nee.Chan: “Loh sama! Merantau sih ke Jakarta tuh.”
Nee Chan: “Wah keren. Kapan-kapan kita bisa meet nih di real life.”
CutieKitty: “Bisa banget, Bel.”
Yasminnnn: “Nah kalau sama Bella sudah kenal kan, terus ada Nisa, Dara, Andra, dan Kakak.”
CutieKitty: “Namanya memang Kakak?”
Yasminnnn: “Hahaha engga. Tapi karena dia yang paling tua, jadi kami semua manggil dia Kakak.”
RickyMartin: “Engga perlu dijelasin juga sih, Min. Mira ya? Namaku Ricky. Tapi engga keberatan kok dipanggil Kakak.”
CutieKitty: “Ok, kak. Biar sama kayak yang lain, aku panggil Kakak juga deh.”
Setelah aku berkenalan dengan semua, aku pun mengobrol dengan mereka. Segala hal kami bahas dari mulai bercerita tentang kehidupan nyata, sampai memberi tahu apa saja yang biasa terjadi dalam game ini. Walaupun aku daritadi bercerita, tapi ada 1 orang yang sejak aku datang, dia diam saja. Maksudnya, tidak ada bubble chat yang muncul di atas karakternya. Artinya dia hanya diam saja. Ini orang kenapa ya? Apa dia engga suka dengan adanya kehadiranku di kelompok ini? Atau koneksi internetnya jelek? Atau memang dia daritadi memerhatikan obrolan kami tapi dia tidak tertarik untuk bergabung? Aduh hal-hal kayak gini yang bisa membuatku tidak nyaman. Padahal hanya game, tapi perasaannya nyata.
BadLiars: “I’m back.”
Tiba-tiba karakter yang daritadi diam itu, memunculkan chat.
Yasminnnn: “Welcome back.”
BadLiars: “Maaf afk-nya kelamaan ya? Ada perlu dulu.”
Nee.chan: “Ngapain lo? Paling abis chat sama pacarnya.”
BadLiars: “Engga lah. Mana punya aku pacar.”
Yasminnnn: “Dra, kenalin pemain baru, namanya Mira.”
BadLiars: “Halo, Mira. Aku Andra. Salam kenal ya.”
CutieKitty: “Kirain kamu eror. Salam kenal juga.”
BadLiars: “Iya hahahaha maafin ya. Ada yang gak bisa aku tinggal soalnya.”
Nee.Chan: “Kenapa engga log out aja sih kalau gitu? Bikin kesel.”
BadLiars: “Iya iya maaf. Engga tau, rasanya aku engga mau log out dari sini tuh.”
Yasminnnn: “By the way, udah pada saling follow kan? Biar nanti bisa saling nyamperin.”
CutieKitty: “Oh harus follow dulu ya?” Yasminnnn: “Iya, Mir. Tuh udah aku follow. Cek bagian notifikasi terus follow back ya.”
CutieKitty: “Ok.”
Pertanyaanku pun terjawab. Ternyata karakter yang daritadi diam itu afk, atau away from keyboard, yang artinya sedang tidak memegang gawainya dan tidak bisa diajak berinteraksi. Kami pun saling follow. Setelah itu, Andra pun jadi terlibat dalam obrolan kami. Seru sekali, sampai-sampai aku tidak sadar kalau di dunia nyata, matahari sudah turun.
Aku pun log out karena kelaparan. Beberapa menit setelah selesai makan, tanpa pikir panjang, aku langsung Log In V-Life. Rasanya ingin segera kembali bertemu dengan teman baruku di sana. Setelah masuk, aku tidak menemukan teman-temanku di daftar teman. Mungkin mereka belum Log In. Yang ada, hanya Andra. Tapi dia kan suka afk. Tapi aku samperin aja deh siapa tahu dia tidak sedang afk. Karakterku pun mendekati karskter Andra.
CutieKitty: “Hi, Andra.”
BadLiars: “Oh, hi, Mir. Sudah makannya?”
CutieKitty: “Sudah. Kamu dari tadi engga log out?”
BadLiars: “Engga, aku nunggu kalian aja di sini.”
CutieKitty: “Oh, ok. Emang kebiasaan ya?”
BadLiars: “Kayak yang tadi aku bilang, rasanya sebisa mungkin aku engga mau log out.”
CutieKitty: “Kenapa?”
BadLiars: “Aku merasa kalau dunia virtual ini lebih menyenangkan daripada dunia nyata.”
CutieKitty: “Wow.”
BadLiars: “Makanya aku lebih senang ada di sini.”
CutieKitty: “Ya udah kalau gitu, aku temani.”
BadLiars: “Hahahaha santai aja. Engga usah repot-repot.”
CutieKitty: “Soalnya aku juga merasa kalau main di sini seru banget.”
BadLiars: “Iya, kan? Tapi biasanya pemain baru emang pada gitu sih.”
CutieKitty: “Hahaha iya kali ya. Baru dapat serunya.”
BadLiars: “Aku tebak, kamu Scorpio.”
CutieKitty: “Lah? Tiba-tiba banget dan bener. Tahu dari mana?"
BadLiars: “Hoki. Hahahaha.”
CutieKitty: “Coba tes hoki kamu lagi.”
BadLiars: “Hmm. Kamu orangnya engga terlalu suka sama yang ribet.”
CutieKitty: “Kayaknya semua orang gitu deh.”
BadLiars: “Engga, lebih tepatnya, kamu engga perfeksionis. Asal jadi dan jalani aja.”
CutieKitty: “Damn...”
BadLiars: “Kamu juga engga terlalu suka kalau orang lebih hebat dari kamu.”
CutieKitty: “Cukup, ndra.”
BadLiars: “Satu hal lagi...”
CutieKitty: “Cukup!”
BadLiars: “Kamu engga suka orang lain tahu kelemahan kamu.”
CutieKitty: “Ok. How could you?”
BadLiars: “Lucky.”
CutieKitty: “Itu mungkin sedikit menyakitkan. Tapi...”
BadLiars: “Tapi?”
...
Log out.
Bisa-bisanya orang yang baru kenal beberapa jam saja, bisa menebak kepribadianku seperti itu. Dan zodiak, bagaimana bisa? Aku belum memberitahu tanggal lahirku pada mereka. Tapi Andra bisa menebakku. 100% akurat. Apa dia dukun? Memangnya dukun percaya zodiak!? Ada-ada saja overthinking ini. Aku hanya takut kalau aku diretas atau semacamnya. Data pribadiku nanti digunakan untuk hal yang negatif. Makanya aku langsung log out. Tapi dipikir-pikir aku jahat juga pergi tanpa pamit. Aku akan kembali log in bila kondisiku sudah tenang. Juga aku takut, kalau dia itu seseorang yang aku kenal. Mantanku misalnya. Atau seseorang dari dunia nyata. Aku orangnya mudah jatuh cinta, apalagi jika hal-hal yang selama ini aku tutupi, diketahui dengan mudahnya oleh seorang lelaki. Setelah meminum segelas air putih, aku kembali log in V-Life. Aku akan mencari Andra dan meminta maaf karena tadi aku log out tanpa pamit. Setelah masuk ke “Jakarta” ternyata dia masih ada , di tempat yang sama seperti sebelumnya. Namun kali ini ada Yasmin bersamanya.
Yasminnnn: “Welcome back, Mir.”
CutieKitty: “Thanks, Min.”
BadLiars: “Halo, Mir. Maaf ya.”
Yasminnnn: “Eh eh, maaf karena apa nih? Cie kalian udah dekat ya?”
CutieKitty: “Engga hahaha.”
BadLiars: “Apaan sih, Min.”
Yasminnnn: “Ya sudah kalau gitu aku mau ke room lain ya, cari cowok ganteng. Bye!”
Yasmin pun meninggalkan kami berdua, dan rasanya jadi aneh.
CutieKitty: “Aku yang harusnya minta maaf karena log out tiba-tiba.”
BadLiars: “Engga, salah aku yang kelewatan.”
CutieKitty: “Ya udah jangan diulangin!”
BadLiars: “Hehe iya. Gemes deh.”
CutieKitty: “Eh, kenapa?”
BadLiars: “Kamu.”
CutieKitty: “Kok aku sih!?”
BadLiars: “Tuh kan lucu! Hahahaha.”
Rasa marah dan tidak enakku dengan mudahnya Andra reda. Ada-ada saja memang. Kami pun mengobrol cukup lama, berdua saja. Sampai kami pun mengenal satu sama lain. Aku mengenal kehidupan Andra dan dia mengetahui kehidupanku. Seru juga rasanya bisa mengenal sangat jauh dengan seseorang di dalam game seperti ini. Hal baru bagiku, benar-benar baru. Hari-hariku yang penuh dengan kesibukan duniawi, disegarkan dengan bercengkrama dengan orang baru seperti ini.
BadLiars: “Kamu tahu engga kenapa aku senang banget ada di sini?”
CutieKitty: “Kenapa?”
BadLiars: “Dunia nyata itu jahat.”
CutieKitty: “Emang di sini engga?”
BadLiars: “Kalau pun iya, tapi bisa menyembunyikannya.”
CutieKitty: “Kamu sepercaya itu sama orang-orang di sini?”
BadLiars: “Setidaknya aku berusaha jadi baik. Aku percaya kalau aku baik, mereka pun akan baik.”
CutieKitty: “Yakin?”
BadLiars: “Yakin.”
CutieKitty: “Aku engga paham ini entah kamu itu polos atau bodoh. Kita engga bisa percaya siapapun.”
BadLiars: “Kamu boleh bilang aku bodoh, tapi aku percaya bahwa hal baik itu menyebar.”
CutieKitty: “Lalu?”
BadLiars: “Dengan berbuat baiklah, dunia ini akan jadi baik. Aku ingin orang-orang di dunia virtual ini jadi baik.”
CutieKitty: “Lalu, apa kamu melakukan hal yang sama di dunia nyata?”
BadLiars: “Di dunia nyata aku sudah tidak bisa.”
CutieKitty: “Kenapa? Menyerah?”
BadLiars: “Engga.”
CutieKitty: “Lalu?”
Tiba-tiba karakter Andra hilang. Engga enak juga rasanya ditinggal tiba-tiba ditengah obrolan. Lain kali aku engga akan seperti itu lagi. Tapi yang aneh, kali ini Andra benar-benar hilang, bukan afk. Ya walau aku baru mengenalnya beberapa jam, tapi rasanya hal itu sudah menjadi lumrah baginya. Karena teman-teman yang lain pun tadi membahas hal itu. Tiba-tiba karakter Yasmin menghampiriku. Ada apa?
Yasminnnn: “Hei, Mir! Andra ke mana?”
CutieKitty: “Engga tahu, tiba-tiba dia pergi.”
Yasminnnn: “Dia pergi!? Log out!?”
CutieKitty: “Iya. Emang kenapa?”
Yasminnnn: “Baiklah, kalau begitu mari kita berdo’a.”
CutieKitty: “Berdo’a untuk apa?”
Yasminnnn: “Andra pernah bilang, kalau dia akan log out, jika perjuangaannya di V-Life dan di dunia nyata sudah selesai.”
CutieKitty: “Perjuangan? Perjuangan apa?”
Yasminnnn: “Perjuangannya di sini, melawan kesepian. Dan di dunia nyata, perjuangannya melawan virus. Keduanya adalah lawan yang sulit, karena musuhnya, ada di dalam dirinya.”
Rizky Rahmatdiputra, 2020. Semoga kita bisa selamat dan kembali bertegur sapa, di dunia nyata.















