Kasih Sayang Allah
Ada masa tubuh terasa lemah,
Ada masa langkah terasa berat,
Ada masa jiwa terasa lelah,
Ada masa Hati terasa kosong
Ada masa kesabaran setipis tisu ini diuji bertubi
Saat kita berlari menujuNya
Dan disitulah Allah memanggil dengan penuh kelembutan "Wahai orang yang berselimut ..." dalam QS. Al Muzzamil dan Allah perintahkan dengan penuh kasih sayang untuk bangun malam, dirikan shalat, dan bacakan Al Qur'an dengan perlahan.
Bukan sekedar sebagai kewajiban,
tetapi sebagai cara agar hati menjadi kuat ditengah beban berat yang kadang tak kuat kita pikul, mengisi jiwa yang kosong, dan melapangkan hati yang sempit.
Allah persiapkan "ruang pertemuan rahasia" di malam hari agar hambaNya tetap kuat.
Namun, yang paling menyentuh adalah part paling terakhir dalam QS. Al Muzzamil yaitu pada ayat 20.
Allah tahu dan paham bahwa manusia memiliki banyak keterbatasan,
Allah tahu...
Tidak semua orang mampu menjalani ibadah malam dengan intens.
Ada yang sakit. Ada yang masih mencari rezeki. dan Ada yang sedang berjuang dalam berbagai bentuk kehidupan seperti berjihad atau melakukan safar.
Lalu Allah memberi keringanan (rukhsah) di ayat 20 pada akhir surah Al Muzzamil.
"maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
Allah berulang kali menekankan dalam ayat ini untuk "membaca apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an: ini menunjukkan bahwa kualitas ketulusan hamba dan keberlanjutan (istiqomah) lebih utama daripada kuantitas yang memberatkan. Ibadah seharusnya menjadi sarana ketenangan, bukan beban yang melampaui batas kemampuan.
Meskipun ada keringanan dalam durasi shalat malam, Allah tetap memerintahkan tiga amalan utama sebagai gantinya atau penyempurnanya : Mendirikan shalat (wajib), Menunaikan Zakat, dan menunaikan Amal saleh : menginfakkan harta dengan penuh keikhlasan.
Segala kebaikan yang kita kerjakan di dunia akan kita dapat balasannya di sisi Allah dalam bentuk yang jauh lebih baik dan pahala yang jauh lebih besar.
Ayat ini pun ditutup dengan perintah memperbanyak istigfar, hal ini mengajarkan bahwa seberapa banyak pun amal kita, pasti ada kekurangan di dalamnya. Istigfar berfungsi untuk menyempurnakan amal, dan mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Di titik ini aku memahami sesuatu tentang kasih sayang Allah;
Dia yang memerintahkan, Dia pula yang memahami keterbatasan.
Dia yang mengajak kita mendekat, dan Dia pula yang tidak ingin kita terluka karena memaksa diri.
Surah Al Muzzamil seperti perjalanan.
Dimulai dari panggilan lembut, dikuatkan ruh dengan ajakan yang penuh kasih sayang, lalu ditutup dengan keringanan penuh rahmat.
Seakan Allah berkata :
"Datanglah kepada-Ku dengan sungguh-sungguh.. tapi jangan putus asa ketika kamu lemah"
Dari surah ini, Allah mengajarkan bahwa ibadah bukan perlombaan kesempurnaan. tapi bagaimana kita menjaga hubungan denganNya. memperkuat rasa cinta kepadaNya, merasakan kasih sayangNya.







