Yang terindukan hanyalah memori masa lampau. Bukan engkau, Tuan.
—dengan sanubari yang sudah ubah.
cherry valley forever

blake kathryn
Today's Document
Three Goblin Art

⁂

if i look back, i am lost
noise dept.
TVSTRANGERTHINGS
No title available
wallacepolsom
I'd rather be in outer space 🛸
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear
YOU ARE THE REASON
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium
Peter Solarz
Alisa U Zemlji Chuda

tannertan36
almost home

seen from Spain

seen from Belgium
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from Nepal

seen from Türkiye
seen from Argentina
@sampahsajak
Yang terindukan hanyalah memori masa lampau. Bukan engkau, Tuan.
—dengan sanubari yang sudah ubah.
Tumbuh dengan sayap rapuh
Namun harapan pada bunga yang bergelantungan, berkeinginan merasa mampu
Arus udara keras yang mengikis sayap itu
Semoga tak mematahkan sayap yang mulai sayu.
Acapkali tawa yang terselimuti oleh manipulasi kehampaan.
—Sebenarnya apa yang kau cari?
Menunggu kelamnya malam bagi jiwa-jiwa yang memulangkan napas.
Di sini lelah pada teriknya fajar.
Berkawan pada keremangan.
Waktunya istirahat.
Kok jadi ajang pamer mental illness, yah?
Saking butuh perhatiannya, 'kah?
Tebal hati ini untuk menolok kisah pilu para insan dengan diri.
Seakan meminta untuk yang paling redup dalam kehidupan.
Bengis.
Pada sesakku, kupertaruhkan engkau dengan sebatang cokelat ini.
Tangisku memang tak pecah, tapi meraung dalam hening.
Untuk kalian yang kusebut handai tolan, kalian bukanlah wadahku lagi.
Sajakku menangis pada nafsi.
Malam kusapa dengan bergejolak.
Cemas naik hingga ke tenggorokan, menyapa saraf-saraf dalam otak yang semakin impulsif.
Apa kau mau bercerita?
Tatkala dinding hanyalah teman berlakon ria.
Tragis.
Tak ada kata untuk ruang yang sudah hampa.
Jendela lapukku runtuh karena kusen yang kau berikan tak sempurna,
untuk bisa kau sebut rumah.
Menilik pada silinder pintu kayu yang kusam nan kokoh. Layaknya berperan bak Alice in Wonderland, namun sang pintu tak bercakap.
Di balik kayu mahoni tua, ada manik mata yang sama juga memandangnya.
Mengundang dengan bisikan.
Bahwa kisah usai mereka belum berakhir.
"Salam dari lampau," katanya.