Es Krim Sawi Hijau (Brassica juncea) Sebagai Inovasi Pangan Berkelanjutan
Kira-kira, apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata "es krim" ? Manis? Oh sudah tentu, es krim pasti memiliki rasa manis sama seperti ukiran bulan sabit milikmu - senyuman.
Es krim atau ice cream merupakan salah satu produk olahan susu dengan penambahan beberapa komponen seperti gula, bahan pemantap, bahan penyedap rasa dan bahan tambahan inovasi tertentu. Secara umum, es krim menjadi salah satu produk pangan dengan tingkat konsumsi sekitar 0,73 L/orang/tahun di Tahun 2020. Menurut Mahrita et al., 2022, es krim memiliki beberapa komponen gizi meliputi kalsium, lemak, fosfor, protein, vitamin, dan mineral.
Produksi es krim dalam skala kecil maupun besar harus memenuhi standar SNI yang berlaku yaitu SNI No.3713-2018 tentang syarat mutu es krim layak dikonsumsi dan didistribusikan ke konsumen. Berdasarkan studi pustaka, terdapat banyak merek brand mengenai produk es krim dalam maupun luar negeri dengan berbagai macam varian rasa. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Seiring berkembangnya teknologi, inovasi terkait pengolahan produk pangan semakin berkelanjutan dengan tujuan menambah nilai gizi suatu produk pangan. Hal ini diimplementasikan terhadap es krim dengan penambahan sayur sawi hijau sebagai bahan pangan inovasi.
Sawi hijau (Brassica juncea) merupakan salah satu komoditas sayuran hijau yang mengandung berbagai macam zat gizi meliputi protein (1,2 gram), lemak (0.3 gram), karbohidrat (4.0 gram), Vitamin A (0,1), Vitamin B (3,0) dan Vitamin C (2,0) (Kurniawati et al., 2019). Pemanfaatan sawi hijau didasarkan pada kandungan gizi diharapkan dapat mengurangi pemikiran konsumen terhadap es krim dengan kandungan gula dan kalori yang tinggi. Penelitian terkait pemanfaatan sawi hijau pada produk es krim sudah banyak dilakukan namun, produk es krim inovasi ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Berdasarkan studi pustaka, adapun proses pembuatan es krim sawi hijau sebagai berikut:
1. Ditimbang bahan-bahan meliputi bubuk susu full cream (74 gram), gula pasir (15 gram), bubuk susu (10 gram), emulsifier (0.5 gram), CMC (0,5 gram) dan sawi yang telah diblender.
2. Diaduk dalam baskom hingga seluruh bahan tercampur rata pada suhu ruang (±25*C)
3. Ditambahkan air panas dengan suhu ±70*C sesuai perlakuan dengan pengadukan mixer hingga terbentuk adonan es krim
4. Ditempatkan dalam wadah tertutup lalu disimpan dalam freezer selama 5 jam
5. Dikocok kembali dengan menggunakan mixer selama 7 menit
6. Dimasukkan kembali kedalam freezer selama 10 jam atau sampai es krim beku sempurna
Sumber: Kartika et al., 2021.
Berdasarkan proses pembuatan es krim sawi hijau diatas tentunya teman-teman penasaran dong bagaimana rasa dari produk tersebut atau bahkan ingin mencoba praktik mandiri terkait produk? Tunggu apalagi, mari imajinasikan setiap bahan maupun limbah pangan sebagai produk pangan yang memiliki nilai gizi baik bagi kesehatan tubuh kita.
Apapun inovasi panganmu, disitulah kreativitasmu terukir. Ekspresikan dirimu lewat inovasi pangan berkelanjutan demi Indonesia Emas 2045.
Referensi :
Kartika, S. D., dan Ida, A. S. 2021. The Effect of Concentration of Flour, Green Mustard Pasta (Brassica Juncea) on The Characteristics of Ice Cream. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technology 3(1).
Kurniawati, H., dan Kristian, V. 2019. Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.) dengan Pemberian Bokashi Eceng Gondok (Eichornoa crassipes). Jurnal PIPER 28(15).
Mahrita, S., Evi, F., dan Christian, F. 2022. Pengaruh Formulasi Santan dan Labu Kuning (Cucurbita moschata) Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Es Krim. Jurnal Cakrawala Ilmiah 2(4).
















