seseorang yang suka membaca
tidak ada yang lebih menarik dari seseorang yang suka membaca.
pernah melihat seseorang memejamkan matanya sembari menghirup aroma-aroma buku dengan penuh cinta di sebuah toko buku? pernah memperhatikan seseorang panas-panasan di toko buku loak demi berburu buku langka yang sudah tidak terbit (lagi)? pernah melihat seseorang heboh sendiri mendengar ada diskon buku, atau mungkin menjerit kecil tanpa sadar ketika tau buku yang ia buru ternyata ada dijajaran buku diskon besar-besaran?
pernah melihat seseorang dengan elegannya duduk di kedai kopi, sendirian dalam sunyi, pada tepat di sudut ruangan, dengan tatapan antusias, mengernyitkan dahi tanda serius sambil membolak-balik buku yang dia baca? pernah melihat seseorang menunggu seseorang lain sembari membaca buku? dimana saja. di halte, di kafe, di mall, di stasiun, diterminal, bahkan di bis dan di kereta, dia tak sama sekali lepas dari buku. begitu kurang lebih definisi dirinya.
kamarnya tidak dipenuhi dengan hal berharga apapun kecuali tumpukan buku di rak-rak berjajar dekat dinding. ditambah tumpukan-tumpukan buku dikasurnya karena raknya sudah tak lagi muat diisi. jenis bukunya juga berwarna-warni dan beragam. dia tidak peduli suatu buku menarik atau tidak, yang penting buku. ibarat api yang membakar kayu, semua jenis buku dia lahap habis-habisan. baginya, semua bacaan menarik.
ketika duduk disebelahnya, bahkan dia sampai tidak sadar ada seseorang yang datang–yang dia tunggu. dia terlalu asyik tenggelam dalam dunia yang penulis ciptakan. dia tidak suka diganggu kalau sudah serius membaca, itu yang menyebalkan. dia tidak lebih tertarik dengan jenis hadiah apapun kecuali buku. dia begitu jatuh hati pada kata-kata, pada prosa-prosa, pada puisi-puisi, pada lirik lagu.
pada kata-kata yang menyakitkan, pada kata-kata yang telah membuatnya terluka, baginya tidak dijadikan racun hidup belaka. dia percaya, setiap kata tidak hanya sekedar kata-kata. bahwa dibaliknya pasti ada hikmah yang terselip, ada motivasi yang menyisip. seperti buku-buku yang telah dia baca.
baginya, kegagalan bukan pengakhiran. kegagalan masih berada di bagian klimaks cerita. dia percaya, semua cerita tidak selesai begitu saja. seperti buku, bisa jadi masih ada bagian kedua dan ketiga yang akan muncul.
dia menjadi tau, di dunia ini pasti ada beberapa jenis karakter jahat, ada pula karakter baik. tak perlu takut terlihat buruk dimatanya. karena dia bisa memahami, seperti tokoh karakter yang dia baca, manusia itu bisa berkembang, berpindah. bisa berubah. pemaafan dan pemberian kesempatan itu ada.
yang menarik lagi, coba simak dan dengarkan caranya menceritakan kembali buku yang telah dia baca. seolah-olah tokoh-tokoh didalamnya hidup. seolah-olah kejadian-kejadian di buku tersebut benar ada dalam dunia nyata. perhatikan matanya yang membinar mengikuti suasana latar cerita, pipinya yang merona, bibirnya yang bahkan tak sempat bisa dijeda ketika bercerita, juga tangannya yang bergerak-gerak mempraktikkan si tokoh.
buat dia, menghabiskan uang untuk membeli buku bukan sebuah penyesalan, tetapi cara jajan yang menyenangkan. buat dia, lautan buku lebih menarik ketimbang lautan baju-baju.
maka, bertemanlah dengan orang yang suka membaca. nanti kau akan menemukan sisi unik dari dirinya. kejutan-kejutan yang tidak terduga dari perkataannya. sudut padang-sudut pandangnya yang berbeda dan hal-hal kecil sarat makna.
jangan tanya, seseru dan seasyik apa rasanya mencintai sekaligus dicintai seseorang yang suka membaca.
karena bersamanya, hidupmu akan penuh warna. :)