
JVL
No title available
styofa doing anything
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
AnasAbdin

izzy's playlists!
h
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

❣ Chile in a Photography ❣

Andulka

PR's Tumblrdome
ojovivo
dirt enthusiast

titsay
Today's Document
i don't do bad sauce passes
YOU ARE THE REASON

if i look back, i am lost
RMH
seen from Spain

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from South Korea
seen from United States
seen from South Korea

seen from Canada
seen from Canada
seen from Poland
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Argentina

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Netherlands
@sarumpaaa
Sini pulang dan teriak padaku, sini pulang dan bawa riak amarahmu. Sini pulang tumbuk pipiku, biar lebam remukkan saja hatiku bila itu perlu.
Hanya jangan tidak pulang, jangan kemana-mana. Jangan pergi.
Arief Aumar Purwanto
Kapan hari aku ngobrol sama suami. Gimana ya kalau kita iri sama capaian orang lain? Pernah nggak dia demikian?
Dijawab gini, kamu irinya kenapa? Coba analisis konteksnya. Misalnya kamu lagi iri sama si A, apa yg di-irikan? Terus analisis di diri kamu, kira-kira apa itu salah satu hal yang pengen kamu raih? Kalau iya, apa yang bisa kamu usahakan?
Orang beda-beda rezekinya, starting point, supporting system, bahkan ya gabisa dinalar kadang itu udah rezekinya dia aja. Mungkin kalau kita mengusahakan hal yang sama, bisa jadi lebih lama mencapainya. Bisa jadi juga ga bakal tercapai karena bukan rezekinya.
Iri jangan sama orangnya, iri sama konteksnya lalu refleksi : udah sesuai sama tujuanmu belum? Kalau nggak sesuai ya terus buat apa gitu di-iri-in? Ya kita kadang cuma "ih enak ya dia blablabla, ih dia kok bisa sih begini. Blablabla" Tanpa tahu usahanya.
Ketika kita iri, coba lihat apa yang kita punya? Ada banyak hal yg bisa kita syukuri, hal yang sudah Allah anugerahkan. Apa yang jadi potensi kita?
Dan terakhir, apa yang bisa kita maksimalkan? Kita nggak bisa kontrol orang lain (kadang dia nyebelin juga, merendah utk meroket, pengen bgt ditanyain soal pencapaiannya) tapi kita bisa kontrol diri kita. Kita bisa kontrol respon kita.
Akuin aja kalau lagi iri, pahami konteks apa yang kita harapkan dari kejadian tsb. Kendalikan diri.. rezeki nggak akan tertukar, ranah kita adalah tawakkal dan ikhtiar 😊
Sedang terus menerus melatih diri melihat orang lain senang dan melihat diri ini juga menyenangkan dengan segala pemberianNya.
Rencana Allah pasti indaaah banget buat masing-masing hambaNya yang berupaya, berserah, dan bersabar🥰 #refleksidiri hehehe
Bagian tersulit dari kehilangan adalah rindu yang menetap dan harus ditanggung sendirian.
Rindu tak dapat dibagi karena ia ada dalam hati.
Tapi untunglah ada Allah. Kepada Allah rindu ini kita titipkan. Dalam untaian doa-doa dan dalam rangkaian kebaikan yang kita rutinkan.
Semoga kelak nasib baik akan datang pada kita, berkumpul kembali bersama orang yang disayang di tempat terbaik yang pernah Allah ciptakan.
Sampai jumpa kembali.
Pada Suatu Ketika di Pertemanan Kita
Gak perlu sedih kalau ada orang yang kamu anggap sahabat tapi gak hadir di momen-momen penting dalam hidupmu. Mereka tetap sahabatmu, tapi di saat itu mereka punya prioritas lain.
Waktu saya wisuda, hampir gak ada sahabat saya yang hadir. Ada, tapi sedikit, itu pun adik tingkat dan beberapa teman seangkatan. Sedih sih, tapi wajar karena sahabat saya kebanyakan sudah lulus duluan hahaha. Sudah pada merantau lagi ke tempat yang lain.
Anyway, kita perlu berlapang dada untuk menerima kenyataan bahwa pada suatu ketika kita bukanlah prioritas bagi orang lain. Ini bukan hal besar karena setiap orang punya prioritasnya masing-masing.
Keluarga, karir, bisnis, atau yang lainnya tentu jadi prioritas. Semakin kita bertambah usia, semakin ada jarak antara kita dan teman-teman kita. Bukan berarti silaturahim menjadi renggang, melainkan waktu kita tak seleluasa dulu untuk ngobrol dan nongkrong-nongkrong seperti dulu kala.
Ketika sudah menikah, misalnya, kita gak bisa sesuka hati pergi nongkrong ke luar sama teman-teman meninggalkan anak istri di rumah sendirian. Ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, ada istri dan anak yang perlu lebih dulu kita prioritaskan, apakah itu bercengkerama bersama mereka, makan bareng mereka, atau jalan-jalan bersama. Setelah itu barulah kita bisa luangkan waktu untuk menyambung silaturahim dengan teman-teman.
Jadi, tenang saja, sahabat tetaplah sahabat. Kita berbagi memori masa lalu yang akan selalu dikenang. Jika jarang bertemu, bukan berarti silaturahim kita berhenti. Kita hanya sudah memiliki prioritas dan masalah masing-masing.
Berdoa saja semoga di masa depan Allah berikan kita kesempatan untuk berkolaborasi dg teman-teman untuk hal yg lebih berdampak bagi banyak orang. Berdoa saja semoga Allah jadikan kita orang yang berdaya, bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk berbagi kebaikan dan mendukung teman-teman kita.
Semoga Allah lapangkan hati kita. Semoga Allah bukakan jalan rezeki kita. Semoga Allah jadikan kita pribadi yang bermanfaat.
Taufik Aulia
“Healing is layers. Healing is time. Healing is excruciating. Once you think it’s done, it’s not.”
— Unknown
I feel this in my soul
“there is still so much of you that you haven’t discovered yet.”
— journalsbyrm
Merasa cukup adalah cara kita untuk menggapai ketenangan. Biar kita gak kecewa terlalu dalam dengan hasil-hasil yang kecil. Biar kita gak sakit sendiri saat melihat orang lain punya hasil lebih baik dari kita.
Alhamdulillah atas semuanya.
Taufik Aulia
Bi aku rindu, pada tuan yg sudah memiliki puan
Maaf 😔
Maaf untuk apa.? Bukan salahmu rindu itu ada, rindu itu salahnya..
Mengapa menitipkan sesuatu yang kekal jika dia sudah ada pemiliknya.?
Yang paling mengerti betapa beratnya masalahmu itu kamu sendiri. Tapi percayalah, bahwa takdir baik akan menghampirimu. Dan satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa takdir baik itu datang adalah dengan bertahan hidup selama mungkin.
Bayangkan bila barangkali sedikit lagi atau gak lama lagi, bebanmu akan terangkat dan masalahmu akan selesai. Sudah paling betul bahwa bertahan hidup dan melewatinya hari demi hari adalah satu-satunya pilihan.
Semoga Allah berikan ketenangan dan pertolongan untukmu.
*peluk dari jauh
Satu-satunya orang yang bisa mengubah hidupmu adalah kamu sendiri, kawan. Sejak kapan kamu meringkuk sendiri di situ dan terjebak masa lalu?
Hidupmu gak tergantung orang lain, apalagi orang yang meninggalkanmu. Hidupmu tergantung kamu.
Ayo bangun, keluar dari kamarmu. Ambil sepedamu, jalan-jalanlah keluar. Kalau tak punya sepeda, ambil sendalmu, berjalan kakilah. Sapa orang-orang yang bertanya-tanya selama ini kamu ke mana. Hadapi pertanyaannya, buka obrolan yang lain.
Lakukan itu setiap hari. Semoga saja kamu menemukan orang yang tepat untuk menjadi temanmu, atau melabuhkan hatimu suatu ketika nanti.
“You’ll meet a hundred different people who will describe you in a hundred different ways, don’t dwell too much on the kind of impression you make. Remember, there are a thousand paintings of the sun, but only one that rises and sets each day.”
— Ekta Somera
“Do the best you can until you know better. Then when you know better, do better.”
— Maya Angelou
Pernah ga sih minta ke Allah kalo ada masalah, sambil nutup mata terus berdoa minta jawaban dari Al Quran, percaya atau engga pas kita buka mata dan ayat pertama yang terlihat merupakan jawabannya.
Selesai tilawah maghrib aku nyobain lagi.. Its work for me, metode ini di ajarin oleh salah satu mentorku.
Ceritanya aku lagi males bgt ngerjain kerjaan, dan minta ke Allah biar dicubit dikit T.T.
Lalu ayat pertama yang tertuju pas buka mata adalah surat Saba' ayat 13. "......Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur."
Simple banget, Allah cuma pengen ngasih tau hambaNya yang bandel ini kalo *Bekerja itu adalah salah satu bentuk syukur.
Ah, maaf random tapi semoga nisa ajdi bahan bakar buat besok Senin dan seterusnya, so yang sedaang bekerja semangat ya, karena kerjaanmu saat ini adalah impian para jobseeker. :")
Ruang semesta, semoga Allah menjaga kita.
Hal yang aku dapat setelah nonton "Raya And The Last Dragon"
1. Hati-hati untuk menaruh kepercayaan kepada oranglain itu perlu, tapi jangan sampai berlebihan. Siapa tahu orang yang kamu kurang percaya itu adalah perantara kebaikan dari Tuhan.
2. Meski aneh dan terkesan kuno, percayalah kepada orangtua. Karena mereka sudah paham dengan asam-manis kehidupan.
3. Meski tidak masuk akal dan tidak bisa diterima, tetaplah untuk percaya bahwa takdir Allah selalu bertindak yang terbaik.
MasyaAllah ya, kekuatan dari percaya itu engga main-main.
Ada yang udah nonton? Btw, kamu dapet hikmah apa setelah nonton film ini?
Ruang semesta, mau sungkem dulu ke authornya (;
When you want to do something good, do it now. Delaying it to “wait for a better time”, often resulting in not doing it for a long time, or even worse, not doing it at all.
Saat kamu ingin melakukan hal baik, lakukanlah sekarang. Menunda untuk “saat yang lebih baik”, seringkali berakhir dengan penantian yang panjang, atau bahkan, tidak dikerjakan sama sekali. https://www.instagram.com/p/CMs_G6yszdv/?igshid=1tdzr2155wqbc