Inspirasi (Part 1)
(Mars, 8 Mei 2017, 04:20)
Gue agak terharu gitu sebenernya. Di saat orang2 mikirin duit bgt. Di saat orang2 ambis bgt mengejar byk hal (yg sebenarnya ntah apa dan ga ada tujuannya jg). Gue termasuk salah satu org Indonesia aneh di zaman ini.
Gue mau jd org biasa2 aja. Kalo “sukses” ekonomi ya alhamdulilah, kalo ga jg gpp, yg penting tercukupi. Yg penting makan, ngelakuin hal yg gue suka. Bahagia buat diri sendiri dulu kemudian keluarga kecil gue (suatu saat nanti), juga ingkungan sekitar. Lingkungan di sini ga hanya alam gt, termasuk manusia (meski kampret). Kalo berkesempatan “mengurus” dalam lingkup besar ya alhamdulilah terima kasih.
Memayu hayuning bawana. Gue pengen aja guna buat semuanya. SEMUANYA. Hewan, tumbuhan, manusia, dll. Semesta lah mungkin orang2 menyebutnya.
Gue baru lulus dan KEBETULAN meet up dgn org2 yg sudah lama tdk bertemu. Tercetus lah bbrp ide proyek. “Proyek”. Bukan proyek duit bermilyar2 bangun gedung. Proyek kecil untuk menjalankan misi idup gue: memayu hayuning bawana.
Ga tau, gue terharu aja. Msh ada org yg tulus. Ga ngarepin apa2. Mengincar surga pun tidak. Pengen aja gitu mereka melakukan sesuatu yang sebenarnya merepotkan dan ga hasilin ekonomi lbh buat pribadi. Aaaaah pokoknya gue seneng, gue terharu, gue terINSPIRASI.
Semoga saja tidak menjadi wacana. Sepertinya sih tidak. Setelah selesai berdiskusi, KEBETULAN langsung dikasih jalan. Ah, bahagia. Mungkin tidak akan semulus itu (kalo mulus alhamdulilah) tp setidaknya niat dulu. Niat tulus (sudah sewindu… Apa sih?) yang sudah diberi “petunjuk”.
KEBETULAN-KEBETULAN itu setelah dipikir bukanlah suatu kebetulan. Gue meet up sama org2 itu, ada alasannya. Proyek langsung dikasih “jalan” pun ada alasannya. Dmn ada keinginan, di situ ada jalan.
Aku hanya mau mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya. Terima kasih teman2. Terima kasih orang2. Terima kasih Tuhan. I love youuu ‹3
Regards,
SHSM











