#scorpiorittatakesflores: Tertawa-tawa di Pulau Kenawa
Apalah gue namanya juga blogger abal-abal—traveling-nya kapan, nulis blog-nya kapan. Hahah. Ini juga kepingin nulis karena kangen Flores gara-gara melihat timeline rangorang lagi di Flores pada berseliweran.
Dan, di blog post tentang traveling gue ini, jangan harap kalian bisa temukan informasi berguna nan paedah karena kemungkinan akan tidak ada! Bakakaka.
Jadi, dua tahun lalu sekitar akhir April 2016, gue memutuskan untuk pergi jauh sebentar. Kebetulan ada temen ngajakkin ke Flores yang itinerary-nya menggiurkan sekali! Berlayar selama 4 hari di Kepulauan Komodo, lalu road trip menyusur Nusa Tenggara Timur selama sekitar 6 hari berikutnya; termasuk ke Waerebo dan Danau Kelimutu. MANA TAHAAAAANNNN GODAANNYAH! Pas banget saat itu butuh “pemulihan diri,” maka segeralah beli tiket pesawat ke Lombok, lokasi di mana titik kumpul ditentukan.
Jalan-jalan kali ini sekaligus menjadi salah satu kesempatan yang gue manfaatkan untuk coba belajar keluar dari zona nyaman sehari-hari. Nggak tanggung-tanggung keluar dari zona nyamannya; beneran gak nyaman soalnya. Nggak mandi empat hari, kepanasan sepanjang hari, tidur keangin-anginan angin laut selama bermalam-malam, belum lagi rasa mual yang kerap muncul tiap kali kapal harus mengikuti arah gelombang. Kebayangnggasilooo~
Untung aja indah! Gimana nggak indah kalau tiap pagi terbangun dengan pemandangan matahari yang seolah tiba-tiba muncul dari air laut, tidur di bawah milyaran bintang, hampir setiap hari lihat dengan mata kepala sendiri semburat oranye di kaki langit, atau sesederhana bisa melihat dan menceburkan diri ke bening dan birunya air. Kebayangnggasiloooo~
Pertama kali seumur hidup naik kapal phinisi dan membiarkan diri terombang-ambing di atas air selama beberapa hari. Kebayanggasilooooo~
Sampai di sini, dikasih pelajaran pertama tentang hidup dan eksistensi diri oleh laut. Bahwa sebesar dan sehebat apapun kita, you better stay humble. Dari mana pelajaran ini tercetus?
Dari awal gue liat laut yang tampak tenang dan indah. Saat berada di atasnya, kemudian tersadar bahwa laut itu gede banget, luas banget, dalem banget, dan bisa banget menghancurkan siapapun yang ada di atasnya dalam sepersekian detik! Pemikiran yang cetek tapi penting. T____T
Tujuan dari pelayaran ini adalah island hopping dan bersenang-senang. Maka pulau pertama yang kita hampiri adalah Pulau Kenawa, di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Saat itu sudah sore, jadi di sana nggak bisa lama-lama. Naik ke bukitnya yang iconic sebentar, lalu turun lagi untuk kembali menyusur Laut Flores.
Awalnya gak yakin sama diri sendiri bisa nanjak ke bukit itu. Tapi setelah coba jalan dikit-dikit dengan selingan pemandangan yang begini, TETEP GAK BISA JUGA SIK =)))))
Bisalah nanjak. Tapi kagak sampe puncak =))) #heyitrhymes
Ohiya, yang kuheran di Pulau Kenawa ini, entah bagaimana dia posisinya, tapi cahaya matahari sore itu bagus dan tepat sekali jatuhnya sehingga membuat hamparan savana di sekitarnya seolah kuning keemasan. Cantik sekali!
Did I mention kuning keemasan? <3 Oh, lalu mana bagian tertawa-tawanya? Nih!
Sekali seumur hidup, jelajahlah Indonesia lalu mampir ke Kenawa untuk sebentar saja tertawa. Mari!











