Masih di Bumi Pertiwi, tapi entah jatuh di dimensi yang mana. Bumi, tidak berasal dari teori Darwin, namun dihidupi oleh Robot Dinosaurus, maka CM pun menjadi CMDinobot. Sial, ucapnya. Belum puas aku menjadi megalodon tiba-tiba sudah harus menjadi ketidakjelasan lainnya. Jika pernah mendengar soal ‘Transformer’, nah maka mendeskripsikan CMDinobot akan lebih gampang. Besarnya seperti Devastator, wujudnya seperti Dinosaurus, tapi bukan flesh & blood, melainkan kaleng, besi berkarat dan sebagainya. Macam lapak para juragan Madura. Walau berasal dari besi tua, CMDinobot suka sekali mengudap kepala kambing. Di dimensi ini, manusia juga setengah robot, mungkin namanya manubot atau robonusia, entahlah. Mereka menjalankan kehidupan layaknya kaum milenial, dan yang pasti bagi mereka yang beragama Islam, merayakan idul adha. Biasanya, mereka menyembelih kambing ataupun sapi. Kedua binatang tersebut, sama bentuknya seperti apa yang nalar kita mengerti saat ini. Ketika Idul Adha, dan para kambing disembelih, para manusia akan mengumpulkan kepala-kepala kambing di dalam 1 wadah raksasa yang menyerupai wadah pop-corn yang digemari kawula muda ketika pergi ke bioskop. Kepala kambing tersebut kemudian dilumuri garam laut dan garam Himalaya. Selanjutnya 14 juta ton mentega dicairkan dan dituang ke atasnya. Ketiga, bel dibunyikan untuk ‘summon the beast’ alias memanggil CMDinobot. Keempat, disantapnya kudapan kepala kambing alias KKK oleh CMDinobot secara lahap. Jika seluruh kepala kambing dari segala penjuru dunia dikumpulkan, cukup membuat CMDinobot kenyang selama setahun. Setelah kenyang, CMDinobot akan kembali masuk ke dalam televise dan menghibur pemirsa.