Kamu cuma perlu berani. Tak perlu ada tekanan, tak lagi ada rasa sakit, hatimu akan bahagia seutuhnya.
Bersamanya, seseorang yang sekarang membuatmu merasa benar-benar sudah paling nyaman, utuh kurangnya dia dalam hubungan, adalah sebagaimana kamu melengkapinya.
Bersamanya, seseorang yang sangat keras kepala mempertahankan argumennya, dan lagi-lagi kamu luluh pada caranya menyiratkan senyum di bibirnya.
Bersamanya, seseorang yang sangat sabar, membentuk dan meluruhkan gengsi demi menghindari salah arti, agar kamu tetap mengabari, seseorang yang selalu berusaha tak pernah membiarkanmu kesepian dan menahan rindu sendirian.
Kamu tau dia lelah, kamu tau dia tak pernah main-main saat sudah singgah, kamu tau, dia butuh kamu sekarang. Sebagaimanapun sifatnya, tak usah malu mengakui, jika kamu, memang benar-benar sangat membutuhkannya.
Percayalah, mau setidak penting apapun ceritamu, dia akan dengan senang hati melihatmu bercerita, sesederhana itu.
Kamu tak bisa terus merasa sendiri, kamu butuh dia, untuk membagi cerita bahagiamu, dan melengkapi mimpimu.
Marah, nangis, sedih, tak apa, masih banyak tawa dan bahagia yang sempat pernah kalian rasakan. Masih ada mimpi-mimpi yang belum kalian capai bersama. Tak usah kekanak-kanakan mencaci dan memperpanjang gengsi, memberi semangat lebih baik dari pada saling tengkar.
Tak ada yang melarangmu mengekang, itu hakmu memilikinya, dan tak usah risih dengan tingkahnya memintamu, itu caranya memastikan bahwa kamu sedang dan akan tetap baik-baik saja.
Kamu tau, dia sangat menyayangimu, karena kamu, manusia paling serius yang pernah ada di depan tatapannya.
Jadi, sudah jelas kan, bertahan, atau merelakan?
@badutcerdas — 12 Desember, 2019