Entah ini adalah tahun ke 6 ku berusaha kembali ke posisi mental yang baik lagi..
Sangat menguras tenaga dalam menjalani, dan nyatanya aku merasa berat sendirian. Bukan karena pasangan sebab aku tidak memikirkannya. Lebih ke suasana dan teman teman solihahku.
Belum sepenuhnya aku menghamba dengan baik, setidaknya dengan lingkungan baik dan kindusif,aku merasa terus bertumbuh..
Mungkin lebih ke tahun ke lima ini aku merasa berat dikarenakan lingkunganku yang heterogen dari kalangan sepuh muda, kaya dan sederhana berbaur menjadi satu, merasa mereka oantas memperlakukan ornag lain dengan seenaknya.
Qadarullah, perasaan menyebalkan itu datang lagi. Beberapa orang selalu saja mengecilkan segala sesuatunya yang menjadi harap. Sekuat tenaga aku tidak mematikan api dalam harap, biar beberapa menghembuskan angin ke arahnya..
Agak mengganggu pikiran dan suasana hatiku sebenarnya, sebab lontaran kata :
"Kamu dah lima tahun disini, tapi ga ada hasil nya" (bentuk yang dimaksud kekayaan)
"Gajimu disini ga ada setengah gram emas"
"Ngapain kamu masih disini, kamu ga berkembang"
Memang betul apa yang dikata, tapi sepertinya aku melihat sisi lain : belum kaya gapapa, lantas seburuk itukah nakes honorrer ini? tau sendiri apresiasinya rendah beraninya ia berkata seperti itu. Minimal biarpun anda bukan manajemen ibalah sedikit dengan keluarkan perkataan yang baik. Gumamku.
Tapi ada satu hal yang baru kupahami : responku kali ini tidak reaktif hanya tertawa kecil tapi refleks sontak menjawab. Emang belum banyak bu hasilnya bisa beli hp sendiri,helm sendiri,tas buat kerja sendiri apa lagi ya. Ya begitulah tanpa ada respon meledak-ledak. Sebenarnya jawaban itu malah membuat aku gusar sendiri, kenapa aku reflek menjawab? padahal kan harusnya ujian itu ditelan saja.
Tapi satu hal yang pasti, menginjak umurku 28 sebulan lagi.. setidaknya adab dan akhlakku lebih baik dari mereka yang ber umur 52 tahun. Tidak merendahkan orang lain dan tidak berkata buruk untuk orang lain.
Hari ini aku cuma berdoa :
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Allahumma ajirni fi musibati wakhluf li khairan minha, yang artinya, “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah ini, dan gantikanlah dengan sesuatu yang lebih baik darinya
Ya allah gantikan aku dengan pekerjaan yang lebih baik, lebih banyak gajinya dan berkah. Kasih saya lingkungan baik dan menghargai orang lain yabg mendukung satu sama lain. Jauhkan aku dari jodoh, beserta keluarganya yang seringkali memandang rendah orang lain. ☺
Kutoarjo || 14 April 2026