Sepucuk Surat Untuk Diri Sendiri
karena sifatnya manusia yg kadang pelupa, bahkan untuk sesuatu yang baru saja didapatkan, aku sengaja menulis dan mengirimkan surat ini, untuk diriku sendiri.. iya aku, mungkin terdengar aneh, ketika aku sendiri menulis surat untuk aku. supaya ketika nanti aku melupakannya, aku tahu kemana aku harus beranjak dan membaca kalimat ini lagi, merenungkannya lagi, mengingatnya lagi, dan mencoba mempraktekkan lagi. mungkin dengan beginilah aku bisa sedikit tersadar dan tidak keras kepala lagi.
21 tahun hidup di bumi, ada banyak sekali yang sudah kau alami. Pahit-manis. Susah-senang. Seharusnya, ada hal-hal yang seolah memaksamu lebih cepat dewasa dari usiamu yang sesungguhnya. Namun sepertinya tidak pada dirimu, kamu justru mirip balita yang terperangkap di tubuh dewasa. Kamu masih terlalu kekanakan untuk berada di usia 21 tahun. Ayooo dewasalah……..
aku cuma mau bilang kepadamu. jangan memaksakan keadaan ketika memang tidak bisa. jangan sakiti dirimu sendiri, jika sudah tak kuat lepaskan. relakan, ikhlaskan. bukankah fase kehidupan memang seperti itu, pertemuan-perpisahan-pertemuan selalu dengan alur yang sama, beberapa datang kemudian berlalu berganti dengan sosok baru.
kalau kau tak yakin, jangan dipaksa. aku lebih suka melihatmu sendirian, namun mampu tersenyum lepas daripada kamu bersama seseorang tetapi yang kau lakukan hanya menangis di sudut kamar. jangan isi hari harimu hanya dengan air mata. tersenyumlah, kau lebih manis seperti itu :D
kamu terlalu berharga untuk disakiti, atau menyakiti diri sendiri.. yakin, ada orang yang tulus mencintaimu tanpa tendensi apapun, namun mungkin Tuhan masih menundanya agar kamu tahu bagaimana rasanya bersabar.
Kau seringkali merasa dirimu tidak layak, merasa bersalah, merasa gagal, tidak punya harapan. Kenapa? Kenapa harus merasa begitu? Tidakkah kau sadar, dengan merasa begitu, kau tidak menerima kenyataan bahwa kau adalah seorang manusia. Menjadi manusia berarti kau akan mengalami perih, bukan hanya bahagia. Sakit, bukan hanya gembira. Jatuh terjerembab, bukan melayang-layang di udara. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Percayalah bahwa tak ada sesuatu apapun di dunia ini yang tidak ada harganya. Jika rumput liar di hutan saja dipelihara Semesta, terlebih lagi dirimu.
Jangan menyerah. Dalam hal apapun, jangan pernah menyerah. Selalu ingat bahwa akan selalu ada cahaya di ujung lorong yang sempit dan gelap. Dan perjalananmu sudah terlanjur jauh untuk menyerah sekarang. Bertahanlah.
Ingatlah..... selalu bahwa tak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Dan ketika kau merasa terlalu lemah untuk bangkit berdiri, ingatlah untuk meminjam tangan orang lain. Jangan pernah sedetikpun berpikir bahwa kau sendiri. Masih ingat mimpi kita, kan? Masa depan yang seindah pelangi.
Selamat berlari mengejar mimpi! Kesempatan tidak akan datang dua kali. Seperti hidup yang tidak akan pernah mengulang tanggal, hari, dan jam yang sama.
aku sayang kamu, jaga diri kamu ya, Aku selalu mendoakan dan berharap kamu ada di kondisi yang baik, tetap beriman, selalu sehat, dikelilingi orang-orang terkasih dan selalu berbahagia. Tetaplah jaga harapanku yang kutitipkan padamu..:)
hari kedelapan dibulan september, 2014.