Iya. Kini aku jatuh padamu, lagi.
Padamu yang ku tau akan lukaiku, lagi.
Aku yang terus saja membelamu pada mereka, mengembalikan image malaikatmu.
Iya aku yang melakukannya tapi aku yang terus saja kamu korbankan hatinya
YOU ARE THE REASON
Monterey Bay Aquarium
dirt enthusiast
sheepfilms
Mike Driver
RMH
Sweet Seals For You, Always
d e v o n

if i look back, i am lost

blake kathryn
tumblr dot com
KIROKAZE

ellievsbear

@theartofmadeline
Not today Justin
Sade Olutola

★
cherry valley forever
$LAYYYTER
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Argentina
seen from Germany
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Malaysia
@senandunggermis
Iya. Kini aku jatuh padamu, lagi.
Padamu yang ku tau akan lukaiku, lagi.
Aku yang terus saja membelamu pada mereka, mengembalikan image malaikatmu.
Iya aku yang melakukannya tapi aku yang terus saja kamu korbankan hatinya
Aku yang dulu dan sekarang masih saja sama, masih tetap mencintaimu dan melindungi mu dari tempat tergelap yang bisa kau jangkau.
Bedanya, kali ini aku sudah benar-benar harus sadar diri, kalau artiku dihidupmu punya makna yang berbeda dengannya.
Kali ini, aku harus menekan egoku sekuat mungkin, mencoba mengikis harapan untuk bersama denganmu. Karena nyatanya, artiku untukmu tak lebih dari sesuatu yang ada untuk menemani bukan melengkapi.
Belakangan ini aku semakin tidak suka dengan malam hari, selain karena aku tidak suka berada di luar saat malam hari kini aku juga tidak suka berada dikamarku pada malam hari.
Karena saat malam tiba, saat aku begitu lelah dan mulai berbaring seolah semua kenangan tentangmu menghantamku tanpa ampun.
Bagaimana bisa aku yg begitu suka kesunyian mendadak tidak bisa tidur saat sunyi, terbiasa mendengar suaramu sampai tertidur adalah jawabannya, kebiasaan yang tanpa ku sadari sudah menjadi candu.
Aku benci karena terlalu bergantung denganmu yang sudah pergi, aku benci karena kebiasaan itu membuat ku terserang insomnia. Aku benci saat merindukan mu sendirian seperti ini.
Lagi buka-buka buku catatan yang lama, liat-liat puisi lama yang agak cringe hahhaha...
Tapi ada satu kemiripan dari banyaknya puisi yang gue tulis dulu, semua tentang mengagumi diam-diam, jatuh cinta sepihak dan diam-diam. Gue itu suka banget kayaknya sama hal-hal yang kayak gitu atau gue yang punya "krisis kepercayaan diri" ini emang gak pernah bisa keluar dari zona "secret admirer".
Sampai saat inipun gue masih sering gak pede, merasa gak layak dicintai, merasa terlalu berekspektasi tinggi kalau si dia juga punya rasa yang sama. Ya, semenyedihkan itu gue. Tapi bedanya sekarang gue lebih mencintai diri gue sendiri tanpa peduli seperti apa posisi gue dihati orang lain, gue hanya ingin bahagia.
Untuk yang pernah singgah
Aku kira, ini akan menjadi yang terakhir aku mencintai seseorang.
Begitu berharap bahwa semua akan baik-baik saja.
Begitu berharap bahwa kamu akan selalu disisiku, bagaimanapun keadaannya. Bagaimanapun masalah yang akan terjadi.
Bagiku, kamu tempat ternyaman yang pernah ku singgahi. Banyak kesamaan yang kita miliki.
Banyak canda tawa yang kita uraikan.
Aku sangat kehilangan kamu, sepi ku rasa setelah kepergianmu.
Dulu, kamu berjanji kalau kita tidak bersama lagi, kamu tetap menyayangiku.
Tapi kini, yang kurasa tidak begitu.
Perlahan kau hilang, perlahan kau sirna.
Aku merindukanmu, sungguh.
Kita adalah dua orang yang jatuh cinta diwaktu yang salah.
Aku yang sejak awal tahu ini tak akan mudah, bahkan hampir mustahil dengan keras kepala terus mencintaimu.
Jarak kita tak mungkin ditembus batas manusia.
Dulu, aku pernah menulis puisi ini di secarik kertas, memotretnya dan ku kirimkan padamu.
Lalu aku bertanya,
"Gimana puisinya?"
Kamu membalas pesanku dengan kalimat,
"Puisinya bagus, tulisanmu yang jelek" tak lupa dengan tambahan emoji tertawa.
Aku hanya membalasmu dengan lelucon serupa.
Sembari menertawakan pesanmu di ponselku, dalam hati aku berharap.
Semoga "yang pernah singgah" tidak pernah kusematkan pada namamu.
Namun, malam ini harapanku kandas.
Selamat tinggal kamu, yang pernah singgah.
Untuk yang pernah singgah
Aku kira, ini akan menjadi yang terakhir aku mencintai seseorang.
Begitu berharap bahwa semua akan baik-baik saja.
Begitu berharap bahwa kamu akan selalu disisiku, bagaimanapun keadaannya. Bagaimanapun masalah yang akan terjadi.
Bagiku, kamu tempat ternyaman yang pernah ku singgahi. Banyak kesamaan yang kita miliki.
Banyak canda tawa yang kita uraikan.
Aku sangat kehilangan kamu, sepi ku rasa setelah kepergianmu.
Dulu, kamu berjanji kalau kita tidak bersama lagi, kamu tetap menyayangiku.
Tapi kini, yang kurasa tidak begitu.
Perlahan kau hilang, perlahan kau sirna.
Aku merindukanmu, sungguh.
Kita adalah dua orang yang jatuh cinta diwaktu yang salah.
Aku yang sejak awal tahu ini tak akan mudah, bahkan hampir mustahil dengan keras kepala terus mencintaimu.
Jarak kita tak mungkin ditembus batas manusia.
Aku : Friendzone itu apa?
Dia : Friendzone itu saat kalian chat, dia ngetiknya pake jari. Kamu ngetiknya pake hati.
Pernah kita menjadi dua orang asing yang kebetulan bertemu.
Kebetulan ya? Tapi aku lebih percaya kalau hal itu adalah takdir.
Tuhan pasti sengaja mempertemukan kita, entah untuk disatukan atau hanya untuk sama-sama belajar.
Tuhan pasti punya tujuan, mengapa malam itu kita bertemu dari ribuan akun random yang ada.
Tuhan pasti punya tujuan saat menggerakan hatiku untuk berbicara pada orang asing, hal yang hampir tidak pernah aku lakukan.
Salah satu tujuannya mungkin untuk mempertemukan ku dengan seseorang yang bisa membuatku kembali tersenyum, kembali mengurai tawa yang sudah lama ku kunci rapat-rapat di suatu tempat.
Menyadarkan ku bahwa masih ada yang menyayangiku dengan segala kekurangan yang aku punya.
Mengingatkan aku bahwa duniaku belum runtuh, hanya terjadi badai yang cukup dahsyat saja.
Terimakasih, kamu yang membuatku kembali merasakan debaran yang sudah lama sekali tidak pernah ku rasakan.
Terimakasih karena sering membuatku merona dan tersenyum untuk hal-hal yang orang lain tak mengerti.
Aku sadar sering membuatmu kesal karena bersikap tidak dewasa, memilikimu membuatku merasa punya sandaran. Salahku memang menumpukan semuanya padamu.
Maaf ya, semoga hadirku tidak melulu membuatmu kesal dan jenuh.
Setidaknya kalau aku belum bisa membuatmu bahagia, aku berusaha untuk tidak menghancurkan harimu.
Dan kalau hadirku sudah membuatmu tidak nyaman, kamu berhak pergi. Kamu harus bahagia, aku selalu mendoakanmu. Kamu pantas bahagia walaupun bukan denganku.
I support people who suffer from depression and anxiety. 528,656 likes · 612,467 talking about this. This mental health page was started by brothers Danny and Mathew Baker - a depression survivor and...
Ingatan tentang mu selalu menjadi sesuatu yang menyenangkan dan ku harapkan terulang
Hingga detik ini aku terkadang masih memandangi foto-foto mu
Aku tak ingin lupa bagaimana bentuk hidungmu,
Warna matamu,
Manis senyummu,
Serta semua tanda yang ada di wajahmu.
Aku tak ingin lupa bagaimana tatapan itu mampu membuat ku jatuh cinta sedalam ini.
Kamu, yang kepergiannya..
Mati-matian berusaha ku lupakan
Apa mau mu?
Aku bahkan tidak sedang memikirkan mu
Tapi kau bermain-main dalam benakku
Meniupkan semilir rindu
Menelusup masuk ke ruang hatiku
Tampan, merindukan sendirian tidak selucu itu
Aku benci ! Kamu membuat make up yang ku buat susah payah, berakhir di tisu basah
Dasar bodoh ! Menyebalkan !
Jangan kembali, kau bisa mati mendengar makianku!
Aku akan tetap kembali,
Makianmu tak kan menciutkan nyali ku
Jika kematian yang menghampiri ku, biarlah.